LKPDPertemuan 6Bab 2Fase ESemester 1

LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Proses Produksi Alat Pendeteksi Hujan Tahap 1: Perakitan Rangkaian Elektronika

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa kelas 10 dengan topik "Proses Produksi Alat Pendeteksi Hujan Tahap 1: Perakitan Rangkaian Elektronika". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Proses Produksi Alat Pendeteksi Hujan Tahap 1: Perakitan Rangkaian Elektronika

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Proses Produksi Alat Pendeteksi Hujan Tahap 1: Perakitan Rangkaian Elektronika

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikProses Produksi Alat Pendeteksi Hujan Tahap 1: Perakitan Rangkaian Elektronika
Alokasi Waktu90 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu melaksanakan prosedur kerja perakitan komponen elektronika alat pendeteksi hujan (raindrop sensor, transistor, sakelar) sesuai desain yang telah dibuat.

PETUNJUK UMUM

  • Kerjakan LKPD ini secara berkelompok (3-4 orang) sesuai kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya.
  • Siapkan desain rangkaian elektronika alat pendeteksi hujan yang sudah kalian buat sebelumnya sebagai acuan perakitan.
  • Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): kacamata pelindung saat menyolder dan pastikan area kerja berventilasi baik.
  • Baca seluruh petunjuk pada setiap kegiatan sebelum mulai mengerjakan.
  • Dokumentasikan proses kerja kalian dengan foto atau video singkat untuk bahan presentasi.
  • Tanyakan kepada guru jika ada langkah yang belum dipahami sebelum memulai perakitan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Identifikasi dan Verifikasi Komponen Elektronika

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kit komponen elektronika (raindrop sensor, transistor BC547, sakelar, buzzer, LED, resistor)
  • Desain rangkaian dari pertemuan sebelumnya
  • Multimeter (untuk pengecekan komponen jika diperlukan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil kit komponen yang telah disediakan guru di meja kelompok kalian.
  2. Amati setiap komponen secara fisik: perhatikan bentuk, ukuran, jumlah kaki/pin, dan label yang tertera.
  3. Cocokkan setiap komponen dengan desain rangkaian yang telah kalian buat pada pertemuan sebelumnya.
  4. Isi tabel identifikasi komponen pada bagian pertanyaan di bawah ini.
  5. Pastikan semua komponen dalam kondisi baik (tidak rusak/berkarat). Laporkan kepada guru jika ada komponen yang bermasalah.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut dengan mengidentifikasi setiap komponen yang tersedia di kit kelompok kalian.

Ruang tabel jawaban

2. Bandingkan komponen fisik yang ada di hadapan kalian dengan desain rangkaian. Apakah semua komponen yang dibutuhkan sudah tersedia dan sesuai spesifikasi? Jika ada ketidaksesuaian, jelaskan apa yang berbeda dan bagaimana solusinya.

3. Mengapa penting melakukan identifikasi dan pengecekan kondisi komponen sebelum memulai perakitan? Kaitkan dengan keselamatan kerja dan efisiensi produksi.

Untuk soal 1: isi tabel 4 kolom (Nama Komponen | Fungsi dalam Rangkaian | Jumlah Pin/Kaki | Kondisi Baik/Rusak). Untuk soal 2 dan 3: tulis jawaban dalam paragraf minimal 3 kalimat pada ruang yang disediakan.

Kegiatan 2: Perakitan Rangkaian Elektronika Alat Pendeteksi Hujan

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • PCB/breadboard
  • Solder dan timah (jika PCB)
  • Kabel jumper
  • Tang potong dan tang lancip
  • Obeng kecil
  • Kacamata pelindung
  • Catu daya/baterai 9V
  • Desain rangkaian acuan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan PCB/breadboard, solder (jika menggunakan PCB), kabel jumper, dan komponen yang sudah diverifikasi.
  2. Buka desain rangkaian kalian dan tentukan urutan pemasangan komponen: mulai dari komponen terkecil (resistor) hingga terbesar.
  3. Pasang komponen satu per satu sesuai posisi pada desain. Perhatikan polaritas komponen (LED: anoda-katoda, buzzer: positif-negatif, transistor: B-C-E).
  4. Hubungkan raindrop sensor ke basis transistor melalui resistor pembatas arus.
  5. Hubungkan kolektor transistor ke buzzer/LED dan emitor ke ground.
  6. Pasang sakelar pada jalur positif catu daya sebagai pengendali on/off rangkaian.
  7. Periksa kembali setiap sambungan sebelum menyambungkan ke catu daya.
  8. Dokumentasikan setiap tahap perakitan dengan foto.

Pertanyaan:

1. Gambarkan layout penempatan komponen pada PCB/breadboard kelompok kalian. Beri label nama komponen dan arah polaritasnya.

Ruang gambar

2. Lengkapi tabel prosedur perakitan berikut berdasarkan pengalaman praktik kelompok kalian.

Ruang tabel jawaban

3. Selama proses perakitan, hambatan atau kesulitan apa yang kelompok kalian temui? Bagaimana kalian mengatasinya?

Untuk soal 1: gambar pada kotak berukuran 12x8 cm yang disediakan, gunakan pensil dan penggaris. Untuk soal 2: isi tabel 3 kolom (Langkah ke- | Kegiatan yang Dilakukan | Titik Perhatian/Keselamatan). Untuk soal 3: tulis hasil diskusi kelompok minimal 5 kalimat.

Kegiatan 3: Pengujian Awal dan Analisis Rangkaian

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Rangkaian yang telah dirakit
  • Baterai 9V dengan konektor
  • Pipet tetes dan air bersih
  • Multimeter
  • Tisu kering untuk mengeringkan sensor
  • Lembar desain rangkaian sebagai acuan pengecekan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sebelum menghubungkan catu daya, periksa ulang seluruh sambungan dengan mengacu pada desain rangkaian.
  2. Minta guru melakukan verifikasi rangkaian kalian sebelum pengujian (tanda tangan guru pada kolom verifikasi).
  3. Hubungkan catu daya (baterai 9V) melalui sakelar yang masih dalam posisi OFF.
  4. Nyalakan sakelar dan amati apakah LED menyala (indikator rangkaian aktif).
  5. Teteskan air pada permukaan raindrop sensor menggunakan pipet tetes.
  6. Amati dan catat respons rangkaian: apakah buzzer berbunyi dan LED peringatan menyala.
  7. Jika rangkaian tidak berfungsi, lakukan troubleshooting dengan memeriksa sambungan satu per satu.
  8. Catat hasil pengujian pada tabel pengamatan.

Pertanyaan:

1. Isi tabel hasil pengujian rangkaian alat pendeteksi hujan kelompok kalian berdasarkan percobaan yang dilakukan.

Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan prinsip kerja rangkaian alat pendeteksi hujan yang telah kalian rakit. Bagaimana raindrop sensor, transistor, dan sakelar bekerja sama dalam sistem ini?

3. Jika rangkaian kalian mengalami masalah (buzzer tidak bunyi atau LED tidak menyala), langkah troubleshooting apa yang akan kalian lakukan? Susun dalam urutan prioritas.

Untuk soal 1: isi tabel 5 kolom (Percobaan ke- | Kondisi Sensor | Respons Buzzer | Respons LED | Kesimpulan). Untuk soal 2: tulis penjelasan dalam paragraf minimal 5 kalimat dengan menyebutkan peran ketiga komponen utama. Untuk soal 3: tulis langkah troubleshooting dalam format daftar bernomor minimal 5 langkah.

REFLEKSI

1. Apa hal baru yang kalian pelajari hari ini tentang proses perakitan rangkaian elektronika? Bagaimana pengalaman ini bisa kalian terapkan jika suatu hari kalian ingin membuat alat elektronik sendiri di rumah?

2. Selama bekerja dalam kelompok, bagaimana kalian membagi tugas dan mengatasi perbedaan pendapat? Apa yang akan kalian perbaiki pada kerja kelompok berikutnya?

3. Bayangkan alat pendeteksi hujan ini dipasang di rumah kalian. Di bagian mana kalian akan memasangnya dan mengapa? Modifikasi apa yang ingin kalian tambahkan agar alat ini lebih berguna untuk keluarga kalian?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.