LKPDPertemuan 10Bab 2Fase ESemester 1

LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 2: Alat Pendeteksi Hujan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa kelas 10 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 2: Alat Pendeteksi Hujan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 2: Alat Pendeteksi Hujan

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 2: Alat Pendeteksi Hujan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikAsesmen Sumatif Bab 2: Alat Pendeteksi Hujan
Alokasi Waktu90 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menunjukkan pemahaman komprehensif tentang konsep, komponen, prinsip kerja, dan prosedur pembuatan alat pendeteksi hujan melalui asesmen tertulis.
  2. Murid mampu mendemonstrasikan keterampilan produksi dan kemampuan refleksi terhadap keseluruhan proses pembuatan alat pendeteksi hujan sebagai bukti ketercapaian tujuan pembelajaran bab.

PETUNJUK UMUM

  • Siapkan seluruh dokumen, catatan, dan alat pendeteksi hujan hasil karyamu sebelum memulai.
  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan cermat. Kerjakan secara mandiri untuk Kegiatan 1 dan 3. Kegiatan 2 dapat dilakukan bersama teman satu kelompok.
  • Gunakan bahasa yang jelas, jujur, dan reflektif. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya.
  • Hasil pekerjaan akan menjadi bagian dari asesmen sumatif Bab 2.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Uji Pemahaman Konseptual: Bongkar Tuntas Alat Pendeteksi Hujan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil dan pulpen
  • Penggaris
  • Kertas bergaris dan kotak gambar (terlampir)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan seluruh soal berikut pada ruang yang disediakan.
  2. Untuk soal gambar, buatlah sketsa yang rapi dan beri label komponen.
  3. Untuk jawaban uraian, tulis dengan kalimat lengkap dan runtut.

Pertanyaan:

1. Gambarkan skema rangkaian alat pendeteksi hujan sederhana yang telah kalian buat. Beri label pada setiap komponen utama!

Ruang gambar

2. Lengkapi tabel berikut tentang komponen alat pendeteksi hujan yang kalian gunakan! (Tabel: Nama Komponen, Fungsi, Simbol/Notasi, Jumlah)

Ruang tabel jawaban

3. Jelaskan prinsip kerja alat pendeteksi hujan yang kalian buat, mulai dari sensor terkena air hingga buzzer berbunyi!

4. Tuliskan prosedur pembuatan alat pendeteksi hujan sesuai langkah-langkah yang kalian lakukan, dari persiapan hingga pengujian akhir.

Gunakan kotak gambar yang disediakan untuk nomor 1. Untuk tabel nomor 2, isi pada lembar tabel berikut. Untuk uraian nomor 3 dan 4, tulis pada lembar bergaris yang tersedia.

Kegiatan 2: Aksi Nyata: Demonstrasi dan Evaluasi Hasil Karya

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat pendeteksi hujan buatan sendiri
  • Air dan pipet tetes
  • Handuk atau tisu
  • Kamera/HP untuk dokumentasi
  • Lembar observasi dan evaluasi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan alat pendeteksi hujan buatan kalian beserta perangkat dokumentasi (HP/kamera).
  2. Lakukan uji coba di hadapan teman satu kelompok secara bergantian.
  3. Rekam atau foto proses uji coba sebagai bukti.
  4. Isi lembar observasi dan evaluasi di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Lakukan uji coba alat pendeteksi hujan dengan meneteskan air secara perlahan ke sensor. Amati respons alat. Apakah buzzer berbunyi atau LED menyala? Berapa lama waktu responsnya? Deskripsikan hasilnya.

2. Berdasarkan hasil uji coba, evaluasi apakah alat berfungsi sesuai perencanaan. Jika ada ketidaksesuaian, jelaskan kemungkinan penyebabnya dan langkah perbaikan yang perlu dilakukan.

3. Ceritakan secara singkat pengalaman praktik pembuatan alat ini: kendala terbesar, cara mengatasinya, dan pembelajaran berharga yang kalian dapatkan.

Tulis jawaban pada lembar observasi yang telah disediakan. Lampirkan hasil dokumentasi (foto/video cukil layar) di halaman terpisah atau tempelkan tautan jika digital.

Kegiatan 3: Remajakan Makna: Refleksi Perjalanan Belajar

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar jurnal refleksi (bisa buku catatan khusus atau kertas berdesain)
  • Pulpen warna atau pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Renungkan seluruh pengalamanmu selama mempelajari dan membuat alat pendeteksi hujan.
  2. Jawablah pertanyaan refleksi berikut dengan jujur dan sepenuh hati.
  3. Tidak ada jawaban benar atau salah, yang terpenting adalah kejujuran dan kesadaran diri.

Pertanyaan:

1. Apa momen paling menggembirakan (joyful) saat mengerjakan proyek alat pendeteksi hujan ini? Mengapa momen itu begitu berarti bagimu?

2. Bagaimana alat pendeteksi hujan dapat berkontribusi mengatasi persoalan banjir atau kehidupan sehari-hari di lingkunganmu? Berikan satu gagasan implementasi nyata.

3. Jika kamu diminta membuat alat serupa untuk warga sekitar, apa yang akan kamu tingkatkan atau desain ulang agar lebih bermanfaat? Jelaskan secara singkat.

Tulis refleksimu dalam bentuk paragraf pendek pada lembar jurnal yang tersedia. Kamu juga boleh menambahkan doodle atau icon yang mewakili perasaanmu.

REFLEKSI

1. Setelah mengerjakan LKPD ini, bagian mana yang menurutmu paling mengasah pemahamanmu tentang alat pendeteksi hujan?

2. Bagaimana perasaanmu saat menjelaskan prinsip kerja alat pada Kegiatan 1 dan mendemonstrasikannya di Kegiatan 2? Apakah ada hal yang membuatmu lebih percaya diri?

3. Apa satu hal yang akan kamu lakukan berbeda di proyek rekayasa berikutnya berdasarkan pengalaman ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.