LKPDPertemuan 1Bab 2Fase ESemester 1

LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Konteks dan Urgensi Alat Pendeteksi Hujan: Perubahan Iklim, Banjir, dan Kebutuhan Mitigasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa kelas 10 dengan topik "Konteks dan Urgensi Alat Pendeteksi Hujan: Perubahan Iklim, Banjir, dan Kebutuhan Mitigasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Konteks dan Urgensi Alat Pendeteksi Hujan: Perubahan Iklim, Banjir, dan Kebutuhan Mitigasi

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Konteks dan Urgensi Alat Pendeteksi Hujan: Perubahan Iklim, Banjir, dan Kebutuhan Mitigasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKonteks dan Urgensi Alat Pendeteksi Hujan: Perubahan Iklim, Banjir, dan Kebutuhan Mitigasi
Alokasi Waktu2 Jam Pelajaran (90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem terhadap kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia sebagai latar belakang kebutuhan alat pendeteksi hujan.
  2. Murid mampu mengidentifikasi permasalahan sehari-hari yang dapat diselesaikan melalui produk rekayasa teknologi terapan berupa alat pendeteksi hujan.

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Bacalah setiap instruksi dengan saksama dan teliti.
  • Bekerjasamalah dengan teman kelompokmu, jadikan diskusi sebagai ruang berbagi ide yang menyenangkan.
  • Kaitkan materi dengan pengalaman nyata yang pernah kamu atau keluargamu alami di rumah.
  • Tanyakan kepada guru apabila ada instruksi atau istilah yang kurang dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Iklim: Menelusuri Jejak Cuaca Ekstrem

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Alat tulis
  • Gawai/Smartphone untuk mencari artikel berita (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali berita di televisi atau media sosial mengenai bencana banjir, longsor, atau cuaca yang tidak menentu di Indonesia akhir-akhir ini.
  2. Diskusikan dengan teman kelompokmu tentang kaitan antara pemanasan global, perubahan iklim, dan cuaca ekstrem.
  3. Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk memetakan dampak cuaca ekstrem terhadap kehidupan masyarakat.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan pemahamanmu, bagaimana pemanasan global dapat memicu terjadinya cuaca ekstrem (seperti hujan sangat lebat yang tiba-tiba) di Indonesia?

2. Identifikasi 3 dampak nyata dari cuaca ekstrem tersebut terhadap kehidupan masyarakat di berbagai wilayah!

Ruang tabel jawaban

Sediakan satu kotak kosong bergaris untuk jawaban uraian (sekitar 5 baris) dan sebuah tabel dengan 2 kolom (Nomor, Dampak Nyata pada Masyarakat) sebanyak 3 baris.

Kegiatan 2: Curhat Warga: Bencana Jemuran dan Panen

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan kamu adalah warga yang sedang menjemur pakaian seragam sekolah, atau seorang petani/nelayan yang sedang mengeringkan hasil panen (kerupuk, ikan asin, gabah).
  2. Tiba-tiba hujan turun deras saat kamu sedang tertidur atau pergi sebentar ke warung.
  3. Identifikasi masalah-masalah sehari-hari yang muncul akibat ketidaktahuan akan turunnya hujan secara tiba-tiba.

Pertanyaan:

1. Apa saja kerugian spesifik yang dialami masyarakat jika proses pengeringan (jemuran/hasil panen) terkena hujan tiba-tiba?

2. Selain masalah penjemuran, sebutkan 2 aktivitas sehari-hari lainnya di rumah yang sangat terbantu jika kita mengetahui hujan akan turun lebih awal!

Sediakan kotak kosong untuk uraian (4 baris) dan 2 baris bernomor dengan titik-titik panjang untuk isian singkat.

Kegiatan 3: Pahlawan Cuaca: Menggagas Solusi Teknologi Terapan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus
  • Pensil warna atau spidol

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan masalah yang telah kalian temukan di Kegiatan 2, masyarakat membutuhkan sebuah 'sistem peringatan dini' yang sederhana sebagai bentuk mitigasi.
  2. Rancanglah ide dasar sebuah Alat Pendeteksi Hujan sederhana yang bisa dipasang di rumah warga.
  3. Diskusikan bagaimana alat tersebut bekerja memberikan peringatan, lalu tuangkan dalam bentuk sketsa.

Pertanyaan:

1. Menurut kelompokmu, indikator peringatan seperti apa yang paling efektif dikeluarkan oleh alat pendeteksi hujan agar penghuni rumah segera sadar? (Misal: bunyi, cahaya, atau lainnya). Jelaskan alasannya!

2. Gambarkan sketsa sederhana rancangan penempatan alat pendeteksi hujan di area rumahmu! (Tunjukkan letak sensor air dan letak alat peringatannya).

Ruang gambar

Sediakan kotak bergaris untuk hasil diskusi (4 baris) dan sebuah kotak besar kosong (ukuran setengah halaman) untuk menggambar sketsa.

REFLEKSI

1. Setelah menyadari dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem, seberapa pentingkah menurutmu peran teknologi terapan (walaupun sederhana) dalam membantu kehidupan kita sehari-hari?

2. Apakah kamu pernah mengalami sendiri kerugian akibat hujan yang turun tiba-tiba? Bagaimana perasaanmu jika nanti di pertemuan selanjutnya kamu berhasil merakit alat pendeteksi hujanmu sendiri?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.