LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Kegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 1: Perakitan Rangkaian)
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa kelas 10 dengan topik "Kegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 1: Perakitan Rangkaian)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Kegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 1: Perakitan Rangkaian)
Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa - Kelas 10
Bab 1 - Pertemuan 7
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E) Topik: Kegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 1: Perakitan Rangkaian) INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Cek Kesiapan: Inventarisasi Alat, Bahan, dan Protokol K3Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel inventarisasi alat dan bahan berikut beserta fungsinya dan kondisinya. Ruang tabel jawaban 2. Tuliskan minimal 3 aturan Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) yang wajib kamu terapkan selama perakitan. Jelaskan alasan pentingnya setiap aturan tersebut. Tabel 7 kolom: No | Nama Alat/Bahan | Spesifikasi | Fungsi | Jumlah | Kondisi (✓/✗) | Keterangan. Untuk soal uraian K3, tulis dalam format poin bernomor minimal 5 baris per aturan. Kegiatan 2: Aksi Merakit: Perakitan Rangkaian Lampu Sensor SuaraEstimasi: 40 menit Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan prosedur kerja perakitan rangkaianmu secara rinci dalam bentuk checklist. Centang (✓) setiap langkah yang sudah berhasil dilakukan. Ruang tabel jawaban 2. Gambarkan sketsa hasil rakitan rangkaianmu (tampak atas breadboard/PCB). Beri label pada setiap komponen yang terpasang. Ruang gambar 3. Setelah uji coba awal, apakah LED menyala saat ada suara? Jika ya, deskripsikan responsnya. Jika tidak, lanjutkan ke Kegiatan 3 untuk troubleshooting. Checklist prosedur: tabel 3 kolom (No | Langkah Kerja | Status ✓/✗). Sketsa: kotak 12×8 cm. Respons uji coba: 3-5 kalimat deskriptif. Kegiatan 3: Problem Solving: Identifikasi dan Pemecahan Masalah TeknisEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Identifikasi permasalahan teknis yang muncul selama perakitan. Isikan pada tabel analisis masalah: masalah yang ditemukan, penyebab yang diduga, solusi yang diterapkan, dan hasil setelah perbaikan. Ruang tabel jawaban 2. Diskusikan bersama kelompokmu: Mengapa penting melakukan pengujian bertahap (step-by-step) saat merakit rangkaian elektronika? Apa risiko jika langsung menyambungkan semua komponen tanpa pengecekan? 3. Berdasarkan pengalamanmu hari ini, tuliskan 2 tips praktis yang akan kamu terapkan di tahap produksi berikutnya agar proses perakitan berjalan lebih efisien. Tabel analisis masalah 4 kolom: No | Masalah | Dugaan Penyebab & Solusi | Hasil Setelah Perbaikan. Diskusi: tulis poin-poin hasil diskusi minimal 5 baris. Tips: 2 poin bernomor, masing-masing 2-3 kalimat. REFLEKSI1. Apa bagian tersulit dari proses perakitan hari ini, dan bagaimana kamu mengatasinya? Kaitkan dengan pengalaman memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. 2. Bagaimana penerapan prinsip K3 membantumu bekerja lebih aman dan efisien? Berikan contoh konkret dari kegiatan hari ini. 3. Jika kamu diminta membuat rangkaian serupa untuk diterapkan di rumahmu (misalnya lampu otomatis di teras), perubahan atau penyesuaian apa yang perlu kamu lakukan pada desain rangkaian ini? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.