LKPDPertemuan 7Bab 1Fase ESemester 1

LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Kegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 1: Perakitan Rangkaian)

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa kelas 10 dengan topik "Kegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 1: Perakitan Rangkaian)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Kegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 1: Perakitan Rangkaian)

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Kegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 1: Perakitan Rangkaian)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 1: Perakitan Rangkaian)
Alokasi Waktu90 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merakit komponen elektronika lampu sensor suara sesuai desain rangkaian yang telah dibuat dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan kerja.
  2. Murid dapat mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan teknis sederhana yang muncul selama proses perakitan rangkaian lampu sensor suara.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah seluruh petunjuk LKPD ini sebelum memulai kegiatan perakitan.
  • Pastikan desain rangkaian lampu sensor suara yang telah kamu buat pada pertemuan sebelumnya sudah siap di meja kerja.
  • Gunakan arus DC selama praktik untuk menjaga keamanan dan keselamatan kerja.
  • Kenakan alat pelindung diri (APD) yang tersedia: kacamata pelindung dan sarung tangan jika menggunakan solder.
  • Bekerjalah secara berpasangan atau berkelompok sesuai arahan guru. Komunikasikan setiap permasalahan teknis yang ditemui sebelum memutuskan solusi.
  • Rapikan alat dan bahan setelah selesai. Buang sampah komponen pada tempat yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Cek Kesiapan: Inventarisasi Alat, Bahan, dan Protokol K3

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Microphone condenser
  • Transistor (BC547 atau sejenis)
  • Resistor (sesuai desain rangkaian)
  • LED
  • PCB atau breadboard
  • Solder dan timah (jika menggunakan PCB)
  • Kabel jumper
  • Baterai 9V dan konektor baterai
  • Tang potong
  • Multimeter
  • Kacamata pelindung
  • Desain rangkaian (dari pertemuan sebelumnya)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil seluruh alat dan bahan dari tempat penyimpanan sesuai daftar kebutuhan desain rangkaianmu.
  2. Periksa kondisi fisik setiap komponen (tidak retak, kaki komponen tidak patah, kabel tidak terkelupas).
  3. Identifikasi fungsi masing-masing alat dan bahan, lalu isikan ke dalam tabel di bawah.
  4. Tandai kolom 'Kondisi' dengan ✓ jika layak pakai atau ✗ jika perlu diganti.
  5. Tuliskan minimal 3 aturan K3 yang harus kamu patuhi selama perakitan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel inventarisasi alat dan bahan berikut beserta fungsinya dan kondisinya.

Ruang tabel jawaban

2. Tuliskan minimal 3 aturan Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) yang wajib kamu terapkan selama perakitan. Jelaskan alasan pentingnya setiap aturan tersebut.

Tabel 7 kolom: No | Nama Alat/Bahan | Spesifikasi | Fungsi | Jumlah | Kondisi (✓/✗) | Keterangan. Untuk soal uraian K3, tulis dalam format poin bernomor minimal 5 baris per aturan.

Kegiatan 2: Aksi Merakit: Perakitan Rangkaian Lampu Sensor Suara

Estimasi: 40 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Letakkan desain rangkaian di samping area kerja sebagai panduan utama.
  2. Pasang komponen satu per satu pada breadboard/PCB sesuai urutan berikut: (a) resistor, (b) transistor, (c) microphone, (d) LED, (e) kabel penghubung, (f) konektor baterai.
  3. Pastikan polaritas setiap komponen (LED, transistor, mic) terpasang dengan benar. Gunakan datasheet atau catatan dari pertemuan sebelumnya.
  4. Setelah semua komponen terpasang, periksa ulang sambungan menggunakan multimeter pada mode continuity/buzzer.
  5. Sambungkan baterai 9V dan lakukan uji coba awal: tepuk tangan atau buat suara di dekat microphone, amati respons LED.
  6. Dokumentasikan proses perakitan dengan foto atau sketsa di kolom yang disediakan.
  7. Catat setiap langkah yang sudah selesai pada checklist prosedur kerja di bawah.

Pertanyaan:

1. Tuliskan prosedur kerja perakitan rangkaianmu secara rinci dalam bentuk checklist. Centang (✓) setiap langkah yang sudah berhasil dilakukan.

Ruang tabel jawaban

2. Gambarkan sketsa hasil rakitan rangkaianmu (tampak atas breadboard/PCB). Beri label pada setiap komponen yang terpasang.

Ruang gambar

3. Setelah uji coba awal, apakah LED menyala saat ada suara? Jika ya, deskripsikan responsnya. Jika tidak, lanjutkan ke Kegiatan 3 untuk troubleshooting.

Checklist prosedur: tabel 3 kolom (No | Langkah Kerja | Status ✓/✗). Sketsa: kotak 12×8 cm. Respons uji coba: 3-5 kalimat deskriptif.

Kegiatan 3: Problem Solving: Identifikasi dan Pemecahan Masalah Teknis

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Multimeter
  • Komponen cadangan (jika tersedia)
  • Datasheet komponen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Jika rangkaianmu belum berfungsi dengan baik, jangan panik. Troubleshooting adalah bagian penting dari proses rekayasa.
  2. Gunakan langkah diagnostik berikut secara berurutan: (a) Periksa apakah baterai masih memiliki tegangan cukup menggunakan multimeter. (b) Periksa apakah ada sambungan yang longgar atau putus. (c) Periksa polaritas komponen (LED, transistor, mic). (d) Periksa apakah ada komponen yang terbakar (ditandai bau gosong atau perubahan warna).
  3. Diskusikan dengan pasangan/kelompokmu mengenai penyebab masalah dan solusi yang mungkin.
  4. Catat setiap permasalahan yang ditemukan dan solusi yang diterapkan pada tabel analisis masalah.
  5. Setelah perbaikan, lakukan uji coba ulang dan catat hasilnya.

Pertanyaan:

1. Identifikasi permasalahan teknis yang muncul selama perakitan. Isikan pada tabel analisis masalah: masalah yang ditemukan, penyebab yang diduga, solusi yang diterapkan, dan hasil setelah perbaikan.

Ruang tabel jawaban

2. Diskusikan bersama kelompokmu: Mengapa penting melakukan pengujian bertahap (step-by-step) saat merakit rangkaian elektronika? Apa risiko jika langsung menyambungkan semua komponen tanpa pengecekan?

3. Berdasarkan pengalamanmu hari ini, tuliskan 2 tips praktis yang akan kamu terapkan di tahap produksi berikutnya agar proses perakitan berjalan lebih efisien.

Tabel analisis masalah 4 kolom: No | Masalah | Dugaan Penyebab & Solusi | Hasil Setelah Perbaikan. Diskusi: tulis poin-poin hasil diskusi minimal 5 baris. Tips: 2 poin bernomor, masing-masing 2-3 kalimat.

REFLEKSI

1. Apa bagian tersulit dari proses perakitan hari ini, dan bagaimana kamu mengatasinya? Kaitkan dengan pengalaman memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

2. Bagaimana penerapan prinsip K3 membantumu bekerja lebih aman dan efisien? Berikan contoh konkret dari kegiatan hari ini.

3. Jika kamu diminta membuat rangkaian serupa untuk diterapkan di rumahmu (misalnya lampu otomatis di teras), perubahan atau penyesuaian apa yang perlu kamu lakukan pada desain rangkaian ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.