LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan Kelas 10: Mengenal Jenis dan Karakteristik Bahan Pangan Hewani Nusantara
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan kelas 10 dengan topik "Mengenal Jenis dan Karakteristik Bahan Pangan Hewani Nusantara". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan Kelas 10: Mengenal Jenis dan Karakteristik Bahan Pangan Hewani Nusantara
Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan - Kelas 10
Bab 3 - Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan — Kelas 10 (Fase E) Topik: Mengenal Jenis dan Karakteristik Bahan Pangan Hewani Nusantara INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Pangan Hewani: Kenali dan Klasifikasikan!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel klasifikasi bahan pangan hewani berikut berdasarkan hasil pengamatanmu! Ruang tabel jawaban 2. Dari kelima kategori bahan pangan hewani yang sudah kamu identifikasi, manakah yang menurutmu paling mudah ditemukan di daerahmu? Jelaskan alasannya! 3. Perhatikan dua gambar bahan pangan hewani yang ditunjukkan guru. Gambarkan perbedaan karakteristik fisiknya pada kolom yang tersedia dan beri keterangan singkat! Ruang gambar Tabel 5 baris × 4 kolom (Kategori | Contoh Bahan | Karakteristik Fisik | Kandungan Gizi Utama). Di bawah tabel tersedia kotak uraian (8 baris) untuk soal nomor 2 dan kotak gambar berukuran 10×8 cm untuk soal nomor 3. Kegiatan 2: Jelajah Kearifan Lokal: Pangan Hewani Khas NusantaraEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan hasil eksplorasi kelompokmu dalam tabel berikut tentang pangan hewani khas daerah yang kalian pilih! Ruang tabel jawaban 2. Menurut kelompokmu, mengapa produk pangan hewani tersebut bisa bertahan menjadi identitas kuliner daerah hingga saat ini? Hubungkan jawabanmu dengan faktor geografis, budaya, atau ekonomi! 3. Susunlah 3 pertanyaan wawancara yang akan kamu ajukan kepada pelaku UMKM pangan hewani di daerahmu untuk menggali lebih dalam tentang potensi dan tantangan usaha mereka! Tabel 2 baris × 5 kolom (Nama Produk | Bahan Hewani Utama | Asal Daerah | Keunikan | Alasan Kearifan Lokal). Di bawah tabel tersedia kotak diskusi (10 baris) dan kotak uraian untuk pertanyaan wawancara (6 baris). Kegiatan 3: Peta Konsep Pangan Hewani Nusantara: Hubungkan Semuanya!Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Buatlah peta konsep di ruang yang disediakan dengan kata kunci pusat 'BAHAN PANGAN HEWANI NUSANTARA'. Hubungkan minimal 5 cabang utama dan 3 sub-cabang pada masing-masing cabang! Ruang gambar 2. Tuliskan kesimpulanmu (2-3 kalimat) tentang mengapa keanekaragaman bahan pangan hewani di Indonesia menjadi kekuatan kearifan lokal Nusantara! Kotak kosong berukuran setengah halaman A4 untuk menggambar peta konsep. Di bawahnya tersedia kotak uraian (4 baris) untuk kesimpulan. REFLEKSI1. Apa hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang bahan pangan hewani Nusantara? Mengapa hal itu menarik bagimu? 2. Bagaimana pengetahuan tentang karakteristik dan potensi bahan pangan hewani khas daerah ini bisa kamu manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari atau rencana masa depanmu? 3. Jika kamu diberi kesempatan mengembangkan satu produk olahan pangan hewani khas daerahmu, produk apa yang ingin kamu buat dan mengapa? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.