LKPDPertemuan 2Bab 2Fase ESemester 1

LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Eksplorasi Sumber Gagasan Budaya Non-Objek Nusantara sebagai Inspirasi Produk Interior

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Eksplorasi Sumber Gagasan Budaya Non-Objek Nusantara sebagai Inspirasi Produk Interior". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Eksplorasi Sumber Gagasan Budaya Non-Objek Nusantara sebagai Inspirasi Produk Interior

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Eksplorasi Sumber Gagasan Budaya Non-Objek Nusantara sebagai Inspirasi Produk Interior

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikEksplorasi Sumber Gagasan Budaya Non-Objek Nusantara sebagai Inspirasi Produk Interior
Alokasi Waktu90 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis bentuk-bentuk budaya non-objek Nusantara (puisi, dongeng, legenda, tradisi adat, tarian tradisional) sebagai sumber gagasan desain produk aksesoris interior rumah tangga.
  2. Murid dapat menghubungkan minimal satu elemen budaya non-objek daerahnya (misalnya gerak tari tradisional atau motif adat setempat) dengan kemungkinan penerapannya pada desain produk aksesoris interior.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Siapkan alat tulis, pensil warna atau spidol, serta kertas gambar A4.
  • Kamu boleh mengakses referensi dari buku paket, internet, atau pengalaman pribadimu tentang budaya daerah.
  • Diskusikan dengan teman kelompokmu secara aktif dan saling menghargai ide masing-masing.
  • Kerjakan dengan jujur dan kreatif — tidak ada jawaban yang salah selama kamu bisa menjelaskan alasannya.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Peta Budaya Non-Objek: Menggali Kekayaan Tak Berwujud Nusantara

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku paket atau referensi internet
  • Kertas HVS untuk catatan diskusi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Diskusikan bersama kelompokmu: apa saja bentuk budaya non-objek (budaya tak berwujud) yang kalian ketahui dari berbagai daerah di Indonesia? Pikirkan tentang puisi, dongeng, legenda, tradisi adat, dan tarian tradisional.
  3. Isilah tabel di bawah ini dengan minimal 5 contoh budaya non-objek dari berbagai daerah.
  4. Untuk setiap contoh, identifikasi elemen visual atau gerakan khas yang bisa dilihat atau dirasakan (misalnya: gerakan tangan lembut pada Tari Saman, atau karakter naga pada Legenda Danau Toba).
  5. Diskusikan potensi elemen tersebut sebagai inspirasi desain produk aksesoris interior.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut dengan contoh budaya non-objek Nusantara beserta elemen visual/gerak khasnya dan potensi penerapannya pada produk interior.

Ruang tabel jawaban

2. Dari kelima contoh yang kalian tulis, manakah yang paling kaya elemen visual untuk dijadikan inspirasi desain? Jelaskan alasanmu dengan menyebutkan minimal 2 elemen visual spesifik yang bisa diekstraksi.

Gunakan tabel 4 kolom: No | Nama Budaya Non-Objek (Asal Daerah) | Elemen Visual/Gerak Khas | Potensi Penerapan pada Produk Interior. Untuk pertanyaan uraian, tulis dalam paragraf minimal 4 kalimat.

Kegiatan 2: Jembatan Budaya: Menghubungkan Budaya Daerahku dengan Desain Interior

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas gambar A4
  • Pensil dan penghapus
  • Pensil warna atau spidol
  • Referensi visual (foto tarian, video upacara, atau ingatan pribadi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang bekerjalah secara individu.
  2. Pilihlah SATU budaya non-objek dari daerah asalmu atau daerah tempat tinggalmu (bisa tarian tradisional, upacara adat, cerita rakyat, pantun/puisi daerah, atau tradisi lainnya).
  3. Amati secara mendalam budaya tersebut — ingat-ingat gerakannya, suasananya, simbol-simbolnya, atau nilai yang terkandung di dalamnya.
  4. Identifikasi minimal 3 elemen spesifik dari budaya tersebut yang bisa ditransformasikan menjadi elemen desain (garis, bentuk, warna, tekstur, pola).
  5. Tentukan satu produk aksesoris interior (hiasan dinding, tempat lilin, bingkai cermin, tatakan, vas, dll.) yang cocok untuk menerapkan elemen budaya pilihanmu.
  6. Isi lembar analisis di bawah ini dan buat sketsa kasar ide desainmu.

Pertanyaan:

1. Tuliskan nama budaya non-objek daerahmu yang kamu pilih, asal daerahnya, dan jelaskan secara singkat apa budaya tersebut serta mengapa kamu memilihnya.

2. Identifikasi minimal 3 elemen dari budaya pilihanmu yang bisa ditransformasikan menjadi elemen desain. Gunakan format tabel.

Ruang tabel jawaban

3. Buatlah sketsa kasar (tidak harus sempurna) produk aksesoris interior yang mengadaptasi elemen budaya pilihanmu. Beri keterangan pada bagian-bagian sketsa yang menunjukkan elemen budaya yang diadaptasi.

Ruang gambar

4. Jelaskan bagaimana proses transformasi dari budaya non-objek (yang tidak berwujud fisik) menjadi bentuk visual pada produk interior pilihanmu. Langkah apa saja yang kamu lakukan untuk menyederhanakan atau mengabstraksi elemen budaya tersebut?

Untuk uraian, tulis minimal 5 kalimat per jawaban. Untuk tabel elemen desain, gunakan 3 kolom: Elemen Budaya | Transformasi Visual (garis/bentuk/warna/tekstur) | Penerapan pada Produk. Untuk sketsa, gunakan kertas gambar A4 dan beri keterangan panah minimal pada 3 bagian.

Kegiatan 3: Galeri Mini & Apresiasi Teman: Berbagi Inspirasi Lintas Budaya

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Selotip atau paku pajangan untuk display karya
  • Sticky notes untuk komentar (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tempelkan atau pajang sketsa desainmu di meja atau dinding kelas.
  2. Lakukan gallery walk: berjalanlah mengamati karya 3-4 temanmu selama 5 menit.
  3. Pilihlah satu karya teman yang menurutmu paling kreatif dalam mengadaptasi budaya non-objek.
  4. Tuliskan apresiasi dan masukan konstruktif untuk teman tersebut pada lembar di bawah.
  5. Kembali ke tempat duduk dan bacalah masukan yang diberikan teman untukmu.
  6. Jawab pertanyaan evaluasi di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Tuliskan nama teman yang karyanya kamu apresiasi, judul budaya yang ia adaptasi, dan jelaskan mengapa kamu menganggap transformasi budaya-ke-desain yang dilakukannya kreatif (minimal 3 alasan spesifik).

2. Berikan satu masukan konstruktif untuk karya teman tersebut: aspek apa yang bisa dikembangkan lebih lanjut agar hubungan antara budaya sumber dan produk desain lebih kuat?

3. Setelah melihat karya teman-teman, apakah ada ide baru yang ingin kamu tambahkan atau ubah pada desainmu sendiri? Jelaskan.

Tulis apresiasi dan masukan dalam paragraf masing-masing minimal 3 kalimat. Untuk pertanyaan terakhir, tulis minimal 2 kalimat yang menjelaskan perubahan spesifik yang ingin dilakukan.

REFLEKSI

1. Sebelum pertemuan ini, apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata 'budaya'? Apakah pemahamanmu berubah setelah menyadari bahwa budaya non-objek (tarian, cerita, tradisi) juga bisa menjadi sumber inspirasi desain produk nyata?

2. Elemen budaya daerah mana yang paling membuatmu bangga dan ingin kamu kembangkan lebih lanjut menjadi produk interior? Mengapa?

3. Apa tantangan terbesar dalam mengubah sesuatu yang tidak berwujud (gerakan, cerita, tradisi) menjadi bentuk visual pada sebuah produk? Bagaimana kamu mengatasinya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.