LKPDPertemuan 4Bab 7Fase DSemester 2

LKPD PJOK Kelas 9: Mempraktikkan Prosedur Penanganan Cedera Berdasarkan Prinsip Pertolongan Pertama

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 9 dengan topik "Mempraktikkan Prosedur Penanganan Cedera Berdasarkan Prinsip Pertolongan Pertama".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 9: Mempraktikkan Prosedur Penanganan Cedera Berdasarkan Prinsip Pertolongan Pertama

PJOK - Kelas 9

Bab 7 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Mempraktikkan Prosedur Penanganan Cedera Berdasarkan Prinsip Pertolongan Pertama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMempraktikkan Prosedur Penanganan Cedera Berdasarkan Prinsip Pertolongan Pertama
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mempraktikkan prosedur untuk menangani cedera yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan berdasarkan prinsip pertolongan pertama

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai pembelajaran dan aktivitas praktik pertolongan pertama.
  • Bentuklah kelompok beranggotakan 3-4 orang sesuai arahan guru.
  • Siapkan peralatan pertolongan pertama yang disediakan di ruang kelas/lapangan (perban elastis/kain mitela, kantung kompres es/air dingin, bantalan penyangga).
  • Lakukan setiap prosedur praktik secara berhati-hati, utamakan keselamatan dan kenyamanan pasangan praktik.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Simulasi Prosedur Penanganan Cedera Ringan (Kram Otot dan Luka Lecet Terbuka)

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kassa steril
  • Plester luka / perban gulung kecil
  • Cairan antiseptik / botol air bersih
  • Matras atau alas duduk

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bersama teman kelompok, bagi peran menjadi 1 orang penolong dan 1 orang korban/pasien secara bergantian.
  2. Praktikkan penanganan kram otot pada betis: posisikan pasien duduk rileks, luruskan lutut, regangkan otot betis secara perlahan dengan mendorong telapak kaki ke arah punggung kaki/badan secara bertahap.
  3. Praktikkan penanganan luka lecet terbuka: bersihkan luka dengan air bersih/antiseptik, keringkan tepinya secara perlahan, dan balut atau tutup dengan kassa steril/plester.
  4. Tuliskan urutan tindakan yang telah kalian praktikkan pada lembar kerja.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan praktik yang dilakukan, tuliskan secara berurutan langkah-langkah menangani cedera kram otot betis yang tepat!

2. Tuliskan langkah-langkah penanganan pertama luka lecet terbuka yang telah kalian praktikkan!

Format jawaban berupa daftar langkah berurutan bernomor 1 sampai 4 di lembar isian bergaris.

Kegiatan 2: Praktik Berpasangan Prosedur R.I.C.E. pada Cedera Keseleo (Sprain)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Perban elastis (elastic bandage)
  • Kantung es atau kain kompres dingin
  • Bantal penyangga atau tas olahraga sebagai penopang
  • Matras olahraga

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara berpasangan, tentukan peran bergantian: 1 penolong dan 1 model pasien cedera pergelangan kaki (keseleo/sprain).
  2. Praktikkan secara berurutan keempat tindakan prinsip R.I.C.E.: R (Rest - istirahatkan sendi yang cedera), I (Ice - tempelkan kompres dingin berbalut kain pada area bengkak), C (Compression - lakukan balut tekan menggunakan perban elastis/mitela dengan kerapatan pas), E (Elevation - sangga posisi pergelangan kaki agar terangkat lebih tinggi dari jantung).
  3. Pastikan balutan tidak terlalu ketat (periksa aliran darah/denyut di ujung jari kaki).
  4. Isi tabel checklist keterlaksanaan langkah praktik dan deskripsikan teknik yang kalian terapkan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pelaksanaan praktik prosedur R.I.C.E. berikut berdasarkan tindakan yang kelompok kalian terapkan pada cedera pergelangan kaki!

Ruang tabel jawaban

Format tabel 4 kolom: [Komponen R.I.C.E.] | [Tindakan Praktik yang Dikerjakan] | [Status Pelaksanaan: Terlaksana/Belum] | [Catatan Kerapatan/Kenyamanan Pasien].

Kegiatan 3: Uji Peragaan Cepat dan Evaluasi Tindakan Pertolongan Pertama

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu skenario kasus cedera
  • Kotak P3K lengkap (perban, mitela, kompres, kassa steril, plester)
  • Lembar rubrik penilaian unjuk kerja praktik

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Guru memberikan satu kartu skenario situasi darurat cedera olahraga secara acak kepada tiap kelompok (Pilihan: Kram Paha Belakang, Terkilir Pergelangan Tangan, atau Luka Lecet Berdarah pada Lutut).
  2. Kelompok mempraktikkan prosedur penanganan yang tepat di hadapan guru dan teman pengamat dalam batas waktu 3 menit.
  3. Kelompok pengamat mengisi lembar evaluasi kesesuaian prosedur praktik.
  4. Selesaikan kegiatan dengan merapikan kembali alat P3K, melakukan refleksi individu, dan mendengarkan umpan balik dari guru.

Pertanyaan:

1. Catat skenario yang kelompokmu peragakan, lalu uraikan 3 tindakan pertolongan pertama utama yang berhasil dipraktikkan secara tepat sesuai prinsip keamanan dan keselamatan!

2. Berdasarkan pengamatan terhadap kelompok lain saat peragaan, tindakan penanganan apa yang dinilai paling tepat dan tindakan apa yang masih perlu diperbaiki kerapian atau ketepatan prosedurnya?

Format lembar laporan praktik peragaan ringkas: [Skenario Cedera], [3 Tindakan Utama yang Dipraktikkan], [Catatan Umpan Balik Pengamat].

REFLEKSI

1. Gerakan atau prosedur penanganan cedera manakah yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu praktikkan hari ini?

2. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil mempraktikkan prosedur pertolongan pertama pada teman sekelasmu?

3. Kapan dan pada situasi nyata apa keterampilan penanganan cedera yang kamu pelajari hari ini dapat langsung kamu gunakan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.