LKPDPertemuan 3Bab 7Fase DSemester 2

LKPD PJOK Kelas 9: Merancang Tindakan Pencegahan Melalui Aktivitas Jasmani Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 9 dengan topik "Merancang Tindakan Pencegahan Melalui Aktivitas Jasmani Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 9: Merancang Tindakan Pencegahan Melalui Aktivitas Jasmani Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan

PJOK - Kelas 9

Bab 7 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Merancang Tindakan Pencegahan Melalui Aktivitas Jasmani Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMerancang Tindakan Pencegahan Melalui Aktivitas Jasmani Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Merancang tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah panduan rekomendasi otoritas kesehatan (WHO dan Kemenkes RI) yang disajikan pada setiap bagian LKPD.
  • Kerjakan tugas secara berkelompok dan mandiri sesuai instruksi pada tiap kegiatan.
  • Fokuslah pada perancangan tindakan pencegahan penyakit melalui pemilihan jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas aktivitas jasmani yang tepat.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah Parameter Rekomendasi Otoritas Kesehatan untuk Pencegahan Masalah Kesehatan

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Pulpen
  • Lembar ringkasan rekomendasi WHO/Kemenkes RI

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati acuan rekomendasi otoritas kesehatan (WHO/Kemenkes) untuk remaja usia 12–17 tahun: aktivitas fisik sedang hingga berat minimal 60 menit per hari, mencakup penguatan otot minimal 3 hari per minggu untuk mencegah penyakit tidak menular (seperti obesitas, diabetes melitus tipe 2, dan hipertensi).
  2. Rancanglah formula pencegahan awal dengan memetakan jenis penyakit tidak menular yang ingin dicegah dengan bentuk aktivitas jasmani dan parameter durasi/frekuensinya yang sesuai standar rekomendasi.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan pedoman otoritas kesehatan, rancanglah pemetaan tindakan pencegahan untuk 3 risiko penyakit tidak menular (Penyakit Jantung/Hipertensi, Obesitas, dan Diabetes Tipe 2) ke dalam tabel yang memuat nama penyakit, jenis aktivitas jasmani pencegah, frekuensi mingguan, dan durasi harian.

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 kolom: [1] Masalah Penyakit Tidak Menular, [2] Rancangan Jenis Aktivitas Jasmani, [3] Rekomendasi Frekuensi Mingguan, [4] Rekomendasi Durasi Harian.

Kegiatan 2: Merancang Program Jadwal Aktivitas Jasmani Mingguan Ramah Remaja

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano/HVS
  • Penggaris
  • Spidol warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara berpasangan, rancanglah program tindakan pencegahan mingguan (Senin sampai Minggu) yang memenuhi anjuran otoritas kesehatan untuk remaja (akumulasi 60 menit per hari, variasi aktivitas aerobik dan penguatan otot rangka).
  2. Pastikan rancangan tindakan pencegahan mencakup pembagian intensitas (sedang atau berat) serta tujuan pencegahan spesifiknya.

Pertanyaan:

1. Susunlah rancangan jadwal aktivitas jasmani 7 hari (Senin s.d. Minggu) sebagai tindakan pencegahan penyakit! Tentukan untuk setiap hari: (a) Nama aktivitas jasmani, (b) Tingkat intensitas (sedang/berat), (c) Durasi (dalam menit), dan (d) Penyakit/faktor risiko yang dicegah.

Ruang tabel jawaban

2. Uraikan pertimbangan rancangan Anda: Mengapa variasi dan durasi aktivitas jasmani yang Anda susun dalam jadwal tersebut sudah sesuai untuk mencegah risiko penyakit sedenter berdasarkan standar otoritas kesehatan?

Nomor 1: Format tabel 5 kolom: [Hari], [Bentuk Aktivitas Jasmani], [Tingkat Intensitas], [Durasi (menit)], [Tujuan Pencegahan Penyakit]. Nomor 2: Uraian argumentasi rancangan (1 paragraf minimal 3-4 kalimat).

Kegiatan 3: Merancang Rencana Aksi Pencegahan Berdasarkan Studi Profil Gaya Hidup

Estimasi: 30 menit (termasuk presentasi singkat, refleksi, dan penutup)

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja siswa
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah profil kasus fiktif remaja berikut: 'Riko (15 tahun) memiliki kebiasaan duduk di depan komputer selama 6–8 jam per hari untuk bermain gim tanpa berolahraga, sering merasa cepat lelah, dan memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung serta diabetes.'
  2. Rancanglah sebuah rencana tindakan pencegahan terstruktur bagi profil Riko dengan menerapkan prinsip FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) yang disesuaikan dengan rekomendasi otoritas kesehatan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kasus profil di atas, susunlah rancangan tindakan pencegahan bertahap melalui aktivitas jasmani untuk Riko selama 1 bulan pertama menggunakan format FITT (Frekuensi per minggu, Intensitas, Waktu/Durasi harian, dan Tipe aktivitas jasmani) agar risiko penyakitnya berkurang!

2. Rancanglah 2 aturan tindakan darurat modifikasi gerak apabila Riko mengalami kelelahan ekstrem saat memulai program tersebut, dengan tetap mengacu pada keselamatan pencegahan penyakit!

Nomor 1: Uraian terstruktur dengan 4 poin [Frequency, Intensity, Time, Type]. Nomor 2: Dua poin isian aturan modifikasi gerak terukur.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari rancangan tindakan aktivitas jasmani yang Anda buat hari ini yang paling memungkinkan untuk langsung Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari?

2. Mengapa rancangan aktivitas jasmani pencegah penyakit harus disesuaikan dengan rekomendasi otoritas kesehatan resmi, bukan sekadar berolahraga tanpa aturan?

3. Tantangan apa yang mungkin muncul saat menjalankan rancangan aktivitas jasmani ini dan bagaimana langkah Anda mengatasinya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.