LKPDPertemuan 3Bab 7Fase DSemester 2

LKPD PJOK Kelas 9: Peran Aktivitas Jasmani dalam Pencegahan Penyakit dan Perancangan Pola Hidup Aktif

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 9 dengan topik "Peran Aktivitas Jasmani dalam Pencegahan Penyakit dan Perancangan Pola Hidup Aktif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 9: Peran Aktivitas Jasmani dalam Pencegahan Penyakit dan Perancangan Pola Hidup Aktif

PJOK - Kelas 9

Bab 7 - Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Peran Aktivitas Jasmani dalam Pencegahan Penyakit dan Perancangan Pola Hidup Aktif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPeran Aktivitas Jasmani dalam Pencegahan Penyakit dan Perancangan Pola Hidup Aktif
Alokasi Waktu90 menit (3 JP x 30 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis manfaat aktivitas jasmani terhadap pencegahan penyakit serta dampak negatif perilaku sedenter bagi kesehatan tubuh.
  2. Murid dapat merancang strategi peningkatan aktivitas jasmani harian yang sesuai kebutuhan tubuh sebagai upaya pengembangan budaya hidup sehat secara berkelanjutan.
  3. Murid dapat merancang pola makan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas jasmani remaja.

PETUNJUK UMUM

  • Kerjakan LKPD ini secara berkelompok (3-4 orang) kecuali bagian refleksi yang dikerjakan individu.
  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Gunakan sumber informasi yang tersedia: buku paket, infografis yang disediakan guru, atau catatan materi sebelumnya.
  • Diskusikan jawaban dengan teman kelompok sebelum menuliskan jawaban akhir.
  • Tuliskan jawaban dengan rapi dan lengkap pada ruang yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Tubuh: Mengungkap Dampak Gerak vs. Diam

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja cetak/buku tulis
  • Alat tulis
  • Infografis perbandingan gaya hidup aktif vs. sedenter (disediakan guru)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati dua ilustrasi/skenario berikut: (A) Rafi, remaja 15 tahun yang rutin bersepeda ke sekolah, bermain futsal 2x seminggu, dan berjalan kaki saat istirahat; (B) Dimas, remaja 15 tahun yang diantar mobil ke sekolah, menghabiskan waktu luang bermain game, dan jarang bergerak di luar jam pelajaran.
  2. Diskusikan bersama kelompokmu: apa yang kemungkinan terjadi pada tubuh masing-masing remaja tersebut dalam jangka pendek (1 bulan) dan jangka panjang (5 tahun)?
  3. Isi tabel analisis yang disediakan.
  4. Tuliskan kesimpulan kelompokmu tentang hubungan aktivitas jasmani dengan pencegahan penyakit.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut dengan membandingkan kondisi Rafi (aktif) dan Dimas (sedenter) berdasarkan aspek: daya tahan jantung-paru, risiko obesitas, kekuatan otot dan tulang, kesehatan mental, serta risiko penyakit degeneratif.

Ruang tabel jawaban

2. Sebutkan minimal 4 manfaat aktivitas jasmani terhadap pencegahan penyakit yang dapat kalian simpulkan dari analisis di atas!

3. Apa yang dimaksud dengan perilaku sedenter? Berikan 3 contoh perilaku sedenter yang sering dilakukan remaja seusiamu dan jelaskan dampak negatifnya!

Buat tabel 6 kolom: Aspek | Kondisi Rafi (Aktif) | Kondisi Dimas (Sedenter) | Dampak Jangka Pendek Rafi | Dampak Jangka Pendek Dimas | Dampak Jangka Panjang Dimas. Untuk soal uraian, tulis jawaban dalam paragraf minimal 3 kalimat.

Kegiatan 2: Arsitek Gerak: Merancang Jadwal Aktivitas Jasmani Harianku

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja cetak/buku tulis
  • Alat tulis
  • Kalkulator (opsional, untuk menghitung total menit)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Setiap anggota kelompok menuliskan kegiatan harian masing-masing selama satu hari biasa (dari bangun tidur sampai tidur lagi) pada kolom yang tersedia.
  2. Identifikasi berapa total waktu yang dihabiskan untuk aktivitas jasmani (bergerak aktif) dan berapa waktu yang dihabiskan untuk perilaku sedenter.
  3. Berdasarkan rekomendasi WHO (remaja minimal 60 menit aktivitas jasmani intensitas sedang-berat per hari), evaluasi apakah jadwal harianmu sudah memenuhi standar atau belum.
  4. Rancang strategi perbaikan jadwal harian yang realistis agar memenuhi kebutuhan aktivitas jasmani. Strategi harus bisa diterapkan dalam kehidupan nyata kalian.
  5. Presentasikan rancangan salah satu anggota kelompok di depan kelas (jika diminta guru).

Pertanyaan:

1. Isi tabel jadwal harianmu, lalu hitung: (a) total menit aktivitas jasmani per hari, dan (b) total menit perilaku sedenter per hari. Apakah sudah memenuhi rekomendasi WHO?

Ruang tabel jawaban

2. Rancang minimal 5 strategi konkret untuk meningkatkan aktivitas jasmani harianmu. Strategi harus realistis, menyenangkan, dan bisa kamu lakukan tanpa biaya besar. Tuliskan dalam format: strategi — waktu pelaksanaan — durasi — intensitas (ringan/sedang/berat).

Ruang tabel jawaban

3. Mengapa strategi peningkatan aktivitas jasmani perlu dirancang secara berkelanjutan, bukan hanya sesekali? Hubungkan jawabanmu dengan konsep budaya hidup sehat.

Tabel jadwal harian: Waktu | Kegiatan | Kategori (Aktif/Sedenter) | Durasi. Tabel strategi: No | Strategi | Waktu Pelaksanaan | Durasi | Intensitas. Untuk soal diskusi, tulis jawaban dalam paragraf minimal 4 kalimat.

Kegiatan 3: Chef Sehat: Merancang Menu Makanan Bergizi untuk Remaja Aktif

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja cetak/buku tulis
  • Alat tulis
  • Tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) remaja (disediakan guru)
  • Panduan Isi Piringku dari Kemenkes (infografis)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan tabel kebutuhan gizi harian remaja usia 13-15 tahun yang disediakan guru (energi ± 2400-2600 kkal untuk laki-laki, ± 2000-2200 kkal untuk perempuan).
  2. Diskusikan bersama kelompok: zat gizi apa saja yang sangat dibutuhkan remaja yang aktif berolahraga? Mengapa?
  3. Rancang menu makan sehari (sarapan, makan siang, makan malam, dan 2 snack) yang sesuai kebutuhan gizi remaja aktif. Perhatikan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.
  4. Analisis apakah menu yang kalian rancang sudah memenuhi prinsip gizi seimbang dengan mengisi tabel analisis kandungan gizi.
  5. Bandingkan menu rancangan kelompokmu dengan kebiasaan makan sehari-hari anggota kelompok. Apa yang perlu diperbaiki?

Pertanyaan:

1. Jelaskan mengapa remaja yang aktif berolahraga membutuhkan asupan gizi yang berbeda (lebih tinggi) dibanding remaja yang jarang bergerak! Sebutkan minimal 3 zat gizi penting beserta fungsinya untuk mendukung aktivitas jasmani.

2. Rancang menu makan sehari untuk remaja aktif dalam format tabel: Waktu Makan | Menu | Bahan Utama | Kandungan Gizi Dominan | Porsi. Pastikan menu memenuhi prinsip gizi seimbang (isi piringku: 1/3 karbohidrat, 1/3 sayur, 1/6 protein hewani, 1/6 protein nabati + buah).

Ruang tabel jawaban

3. Bandingkan menu rancangan kelompokmu dengan kebiasaan makan sehari-hari salah satu anggota kelompok. Identifikasi minimal 3 hal yang perlu diperbaiki dan berikan saran perbaikan yang realistis!

Tabel menu: Waktu Makan | Menu | Bahan Utama | Kandungan Gizi Dominan | Porsi. Tabel perbandingan: Aspek | Kebiasaan Saat Ini | Menu Ideal | Saran Perbaikan. Untuk soal uraian, tulis minimal 5 kalimat.

REFLEKSI

1. Setelah mengerjakan LKPD ini, apa satu kebiasaan baru terkait aktivitas jasmani yang ingin kamu mulai lakukan besok? Mengapa kebiasaan itu penting bagimu?

2. Perhatikan pola makanmu selama seminggu terakhir. Apakah sudah mendukung kebutuhan tubuhmu sebagai remaja yang sedang bertumbuh? Apa satu perubahan kecil yang bisa kamu lakukan mulai hari ini?

3. Menurutmu, apa tantangan terbesar yang dihadapi remaja seusiamu untuk menjalani gaya hidup aktif dan makan sehat? Bagaimana kamu bisa mengatasi tantangan tersebut?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.