LKPDPertemuan 2Bab 7Fase DSemester 2

LKPD PJOK Kelas 9: Menganalisis Risiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 9 dengan topik "Menganalisis Risiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 9: Menganalisis Risiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan

PJOK - Kelas 9

Bab 7 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menganalisis Risiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenganalisis Risiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis risiko kesehatan akibat gaya hidup berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah instruksi pada setiap aktivitas dengan cermat dan teliti.
  • Gunakan data rekomendasi otoritas kesehatan (Kemenkes RI dan WHO) yang disajikan sebagai dasar analisis.
  • Kerjakan tugas secara mandiri dan berkolaborasi secara aktif saat sesi diskusi kelompok.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Kesenjangan Gaya Hidup terhadap Rekomendasi Kesehatan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja/buku catatan
  • Alat tulis
  • Teks ringkasan standar WHO/Kemenkes pada lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati ringkasan rekomendasi otoritas kesehatan (Kemenkes RI/WHO): (1) Aktivitas fisik aerobik intensitas sedang minimal 60 menit per hari untuk remaja usia 5-17 tahun; (2) Batasan paparan layar/sedenter non-belajar maksimal 2 jam per hari; (3) Konsumsi gula maksimal 4 sendok makan (50 gram) per hari.
  2. Baca profil gaya hidup fiktif berikut: 'Rian (15 tahun) menghabiskan rata-rata 5 jam sehari untuk bermain gim di gawai dalam posisi duduk. Rian hanya berjalan kaki sekitar 10 menit saat pulang-pergi sekolah dan jarang berolahraga. Setiap hari ia mengonsumsi 2 botol minuman berpemanis dalam kemasan (setara 60 gram gula)'.
  3. Analisis kesenjangan antara gaya hidup Rian dengan rekomendasi resmi, lalu tentukan kategori risikonya ke dalam tabel.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel perbandingan antara kondisi aktual gaya hidup Rian, standar rekomendasi otoritas kesehatan, serta analisis risiko kesehatan langsung yang berpotensi muncul.

Ruang tabel jawaban

Tuliskan jawaban dalam format tabel 4 kolom: (Kolom 1: Aspek Gaya Hidup [Aktivitas Fisik, Perilaku Sedenter, Konsumsi Gula]; Kolom 2: Kondisi Aktual Rian; Kolom 3: Rekomendasi Otoritas Kesehatan; Kolom 4: Analisis Kesenjangan dan Risiko Kesehatan).

Kegiatan 2: Analisis Hubungan Sebab-Akibat Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan / lembar diskusi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok diskusi kecil beranggotakan 3-4 orang.
  2. Diskusikan bagaimana akumulasi perilaku gaya hidup tidak sehat (kurang gerak fisik dan perilaku sedenter tinggi) dapat berkembang menjadi penyakit tidak menular (PTM) jangka panjang.
  3. Jawab pertanyaan analisis di bawah ini berdasarkan mekanisme risiko biologis/kesehatan yang direkomendasikan otoritas kesehatan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kajian otoritas kesehatan, bagaimana gaya hidup kurang gerak (hipokinetik) yang dikombinasikan dengan perilaku sedenter berlebih memicu penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) dan obesitas? Uraikan alur keterhubungannya secara logis!

2. Otoritas kesehatan menyatakan bahwa diabetes melitus tipe 2 kini semakin banyak mengancam usia remaja akibat gaya hidup. Analisis bagaimana kebiasaan duduk berjam-jam (sedenter) dan konsumsi gula berlebih berkontribusi meningkatkan risiko penyakit tersebut!

Tuliskan hasil analisis kelompok pada bidang esai terstruktur nomor 1 dan 2 dengan alur hubungan sebab-akibat yang runtut.

Kegiatan 3: Studi Komparasi Kasus dan Pemetaan Dampak Risiko

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja siswa
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Analisis komparatif dua kasus berikut: Kasus A: Seseorang aktif bergerak 60 menit sehari tetapi juga duduk selama 9 jam tanpa jeda. Kasus B: Seseorang bekerja duduk 7 jam namun menerapkan jeda aktif bergerak ringan (berdiri/jalan) setiap 30 menit serta berolahraga teratur.
  2. Berdasarkan literatur pedoman Kemenkes RI/WHO mengenai bahaya perilaku menetap (sedentary behavior), analisis komparasi tingkat risiko kesehatan dari kedua kasus tersebut.
  3. Selesaikan pertanyaan analisis, lalu ikuti panduan refleksi dan penutup pembelajaran bersama guru.

Pertanyaan:

1. Bandingkan tingkat risiko gangguan metabolisme dan vaskular antara Kasus A dan Kasus B berdasarkan prinsip jeda gerak aktif rekomendasi kesehatan!

Tuliskan paragraf komparasi pada kolom perbandingan yang memuat: (1) evaluasi dampak Kasus A, (2) evaluasi dampak Kasus B, (3) kesimpulan perbandingan risiko.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis berbagai data risiko kesehatan tadi, kebiasaan sehari-hari apa dari dirimu sendiri yang paling berisiko jika diuji dengan rekomendasi otoritas kesehatan?

2. Hal baru apa mengenai bahaya perilaku sedenter (banyak duduk/diam) yang paling menyadarkanmu hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.