LKPDPertemuan 4Bab 6Fase DSemester 2

LKPD PJOK Kelas 9: Menjelaskan Reaksi Tubuh terhadap Berbagai Tingkat Intensitas serta Strategi Pencegahan Perilaku Sedenter

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 9 dengan topik "Menjelaskan Reaksi Tubuh terhadap Berbagai Tingkat Intensitas serta Strategi Pencegahan Perilaku Sedenter".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 9: Menjelaskan Reaksi Tubuh terhadap Berbagai Tingkat Intensitas serta Strategi Pencegahan Perilaku Sedenter

PJOK - Kelas 9

Bab 6 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menjelaskan Reaksi Tubuh terhadap Berbagai Tingkat Intensitas serta Strategi Pencegahan Perilaku Sedenter

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenjelaskan Reaksi Tubuh terhadap Berbagai Tingkat Intensitas serta Strategi Pencegahan Perilaku Sedenter
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan reaksi tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas yang berbeda saat melakukan aktivitas jasmani kebugaran
  2. Menjelaskan strategi peningkatan aktivitas jasmani dan pencegahan perilaku sedenter melalui pembiasaan kebugaran jasmani

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Bacalah setiap instruksi kerja dan pertanyaan dengan saksama.
  • Gunakan pengalaman gerak saat pemanasan/latihan kebugaran untuk mengamati reaksi fisik tubuhmu secara mandiri dan cermat.
  • Bekerjasamalah secara aktif dan tertib dalam diskusi kelompok.
  • Tuliskan penjelasan dan hasil analisismu pada format ruang jawaban yang disediakan secara lengkap.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi dan Penjelasan Reaksi Tubuh pada Berbagai Tingkat Intensitas

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Stopwatch/pengukur waktu
  • Alat tulis
  • Lembar kerja peserta didik

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan pengamatan terhadap perubahan kondisi fisik tubuh pada tiga kondisi intensitas aktivitas kebugaran: Ringan (berjalan santai), Sedang (joging pelan), dan Berat (sprint/jumping jacks cepat).
  2. Amati minimal 3 indikator fisiologis: detak jantung/nadi, frekuensi napas, dan pengeluaran keringat/suhu tubuh.
  3. Lengkapi tabel reaksi tubuh pada lembar kerja dan jelaskan hubungan antara tingkat intensitas dengan perubahan reaksi tubuh tersebut.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel pengamatan reaksi tubuh berikut dengan menjelaskan kondisi detak jantung, laju napas, dan kondisi keringat pada intensitas ringan, sedang, dan berat!

Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan mengapa tubuh memberikan reaksi yang berbeda (misalnya napas menjadi jauh lebih cepat dan jantung berdegup kencang) saat intensitas aktivitas jasmani meningkat dari ringan ke berat!

Tabel 4 kolom (Tingkat Intensitas, Detak Jantung/Nadi, Laju Napas, Kondisi Keringat) diikuti kotak uraian bergaris 5 baris untuk penjelasan fisiologis.

Kegiatan 2: Analisis Perilaku Sedenter dan Dampaknya terhadap Kebugaran

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus rutinitas harian Dodi
  • Buku catatan / LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus tentang rutinitas harian seorang remaja bernama Dodi yang menghabiskan 8-10 jam sehari duduk di depan layar gawai tanpa aktivitas fisik terstruktur.
  2. Diskusikan bersama rekan sebangkumu mengenai batasan perilaku sedenter.
  3. Jelaskan karakteristik perilaku sedenter dan dampaknya terhadap penurunan status kebugaran jasmani.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus rutinitas harian di atas, jelaskan apa yang dimaksud dengan perilaku sedenter dan sebutkan minimal 3 contoh aktivitas sehari-hari yang tergolong perilaku tersebut!

2. Jelaskan dampak buruk jangka pendek maupun jangka panjang dari kebiasaan perilaku sedenter yang tinggi terhadap kebugaran jasmani dan fungsi organ tubuh manusia!

Kotak isian terstruktur untuk definisi dan daftar 3 contoh perilaku sedenter, serta kotak uraian bergaris 6 baris untuk penjelasan dampak pada kebugaran.

Kegiatan 3: Merumuskan dan Menjelaskan Strategi Pencegahan Perilaku Sedenter

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja diskusi kelompok
  • Papan tulis kecil / kertas plano (opsional)
  • Spidol / alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah dalam kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Diskusikan langkah konkret untuk memutus siklus perilaku pasif di lingkungan sekolah dan rumah.
  3. Jelaskan strategi peningkatan aktivitas jasmani dan pembiasaan kebugaran jasmani melalui metode 'Active Break' serta penjadwalan aktivitas harian.
  4. Selesaikan kegiatan termasuk refleksi dan penutup pembelajaran tepat waktu.

Pertanyaan:

1. Jelaskan strategi penerapan 'Active Break' (jeda aktif) yang dapat dilakukan oleh murid saat harus duduk belajar selama berjam-jam di kelas maupun di rumah!

2. Jelaskan rancangan strategi pembiasaan aktivitas jasmani harian yang dapat diterapkan seorang remaja agar mampu memenuhi anjuran gerak harian (minimal 60 menit aktivitas sedang-berat setiap hari) untuk mencegah perilaku sedenter!

Format uraian tematik 2 bagian: Bagian A untuk penjelasan strategi Active Break dan Bagian B untuk skema strategi pembiasaan aktivitas jasmani terstruktur.

REFLEKSI

1. Setelah mengamati reaksi fisik tubuhmu pada berbagai tingkat intensitas, tanda tubuh apa yang paling cepat kamu rasakan saat intensitas bergerak dinaikkan?

2. Berapa rata-rata durasi waktu yang kamu habiskan untuk perilaku sedenter (seperti duduk/rebahan di depan layar gawai) dalam sehari, dan strategi praktis apa yang paling realistis kamu terapkan mulai besok untuk menguranginya?

3. Bagaimana pembiasaan aktivitas jasmani yang teratur dapat mengubah caramu menjalani rutinitas harian agar tetap bugar dan berenergi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.