LKPDPertemuan 1Bab 6Fase DSemester 2

LKPD PJOK Kelas 8: Menganalisis Risiko Kesehatan Akibat Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Tinggi Gula, Garam, serta Lemak

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 8 dengan topik "Menganalisis Risiko Kesehatan Akibat Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Tinggi Gula, Garam, serta Lemak".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 8: Menganalisis Risiko Kesehatan Akibat Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Tinggi Gula, Garam, serta Lemak

PJOK - Kelas 8

Bab 6 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menganalisis Risiko Kesehatan Akibat Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Tinggi Gula, Garam, serta Lemak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenganalisis Risiko Kesehatan Akibat Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Tinggi Gula, Garam, serta Lemak
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis risiko kesehatan akibat gaya hidup terkait pola konsumsi makanan tidak sehat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat sebelum menjawab.
  • Bekerjalah secara mandiri untuk analisis awal, kemudian diskusikan temuanmu bersama teman kelompok.
  • Gunakan data kandungan zat gizi (gula, garam, lemak) yang disajikan sebagai dasar analisis risiko kesehatan.
  • Tuliskan hasil analisismu secara runtut pada format lembar kerja yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Investigasi Kandungan Zat Makanan Cepat Saji dan Kudapan Populer

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis
  • Kalkulator (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel profil menu harian 'Rian' (seorang remaja berusia 14 tahun) berikut: Makan Siang: Burger keju ganda dan kentang goreng ukuran besar (mengandung total 42 gram lemak jenuh dan 1.350 mg natrium/garam); Minuman Kudapan: Minuman boba teh susu manis ukuran sedang (mengandung 52 gram gula tambahan); Camilan Sore: 1 kantong keripik kentang gurih (mengandung 680 mg natrium).
  2. Sebagai pembanding, ketahuilah batas anjuran konsumsi harian dari Kementerian Kesehatan RI per orang per hari adalah G4-G1-L5: Gula maksimal 50 gram (4 sendok makan), Garam/Natrium maksimal 2.000 mg (1 sendok teh), dan Lemak maksimal 67 gram (5 sendok makan).
  3. Lakukan analisis perbandingan antara total asupan harian Rian dengan batas anjuran konsumsi.
  4. Tuliskan hasil identifikasi kelebihan zat pada tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data menu Rian, hitung total konsumsi gula dan natrium/garam yang ia dapatkan, lalu analisislah apakah konsumsi tersebut melebihi batas anjuran kesehatan harian!

2. Lengkapilah tabel analisis komponen zat berlebih pada menu Rian berikut: sebutkan jenis zat yang berlebih, menu penyumbang utamanya, dan sifat kelebihan zat tersebut dalam tubuh!

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Zat Gizi Berlebih), Kolom 2 (Menu Makanan/Minuman Penyumbang), Kolom 3 (Hasil Analisis Pembanding Batas Harian).

Kegiatan 2: Analisis Kausalitas Risiko Penyakit Akibat Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Berlebih

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar analisis diskusi kelompok
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bergabunglah dalam kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Diskusikan bagaimana kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji serta makanan tinggi gula, garam, dan lemak secara berulang dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius.
  3. Hubungkan masing-masing zat (gula berlebih, garam berlebih, dan lemak jenuh berlebih) dengan mekanisme timbulnya risiko penyakit degeneratif/kronis.
  4. Tuliskan hasil telaah rantai sebab-akibat kelompokmu pada format yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Jelaskan secara mendalam bagaimana pola konsumsi tinggi gula secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes melitus tipe 2 dan obesitas pada remaja!

2. Analisis keterkaitan antara asupan natrium (garam) dan lemak jenuh yang tinggi dari makanan cepat saji dengan peningkatan risiko hipertensi dan penyakit jantung koroner!

Kolom uraian teks analitis berstruktur: (1) Mekanisme Gula -> Resistensi Insulin/Obesitas, (2) Mekanisme Garam & Lemak -> Hipertensi & Jantung.

Kegiatan 3: Evaluasi dan Matriks Diagnosis Risiko Kesehatan Kasus Nyata

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kasus
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi kasus berikut secara saksama: 'Bima (14 tahun) terbiasa mengonsumsi mi instan ditambah sosis hampir setiap malam, rutin minum minuman bersoda atau teh kemasan manis saat jam istirahat sekolah, dan jarang mengonsumsi sayur maupun air putih. Bima mengeluh sering merasa cepat lelah, sering merasa haus yang berlebihan, dan hasil pengukuran tensi darah berkala di UKS menunjukkan angka 135/85 mmHg (kategori pra-hipertensi untuk usia remaja).'
  2. Lakukan diagnosis analisis risiko kesehatan terhadap kebiasaan gaya hidup konsumsi Bima.
  3. Isilah matriks evaluasi risiko kesehatan yang memuat identifikasi pola tidak sehat, organ tubuh yang terdampak, serta potensi penyakit jangka panjang.
  4. Selesaikan kegiatan dengan mengisi refleksi individu dan penutupan kelas.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah matriks diagnosis risiko kesehatan untuk kasus Bima berdasarkan pola makanan yang dikonsumsinya!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan seluruh hasil analisis kasus Bima, buatlah satu simpulan logis mengenai hubungan sebab-akibat antara gaya hidup konsumsi makanan tidak sehat dengan penurunan derajat kualitas hidup seseorang!

Matriks tabel 3 baris x 3 kolom (Pola Konsumsi, Organ Terdampak, Risiko Penyakit) dilanjutkan dengan 1 kotak simpulan analisis komprehensif.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis kandungan zat makanan cepat saji dan risiko kesehatannya, bagaimana kamu menilai kebiasaan jajan atau konsumsi makananmu sendiri selama seminggu terakhir?

2. Risiko penyakit apa yang menurutmu paling mengkhawatirkan jika seseorang di usiamu tidak menyadari bahaya konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih sejak dini?

3. Bagaimana pemahaman tentang risiko kesehatan ini memengaruhi caramu dalam menentukan pilihan makanan saat berada di kantin atau tempat makan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.