LKPDPertemuan 1Bab 3Fase DSemester 1

LKPD PJOK Kelas 8: Memperagakan Strategi Gerak Penyerangan untuk Meningkatkan Capaian Keterampilan Gerak dalam Situasi Permainan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 8 dengan topik "Memperagakan Strategi Gerak Penyerangan untuk Meningkatkan Capaian Keterampilan Gerak dalam Situasi Permainan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 8: Memperagakan Strategi Gerak Penyerangan untuk Meningkatkan Capaian Keterampilan Gerak dalam Situasi Permainan

PJOK - Kelas 8

Bab 3 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Memperagakan Strategi Gerak Penyerangan untuk Meningkatkan Capaian Keterampilan Gerak dalam Situasi Permainan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMemperagakan Strategi Gerak Penyerangan untuk Meningkatkan Capaian Keterampilan Gerak dalam Situasi Permainan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak dalam situasi permainan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran dan lakukan pemanasan bersama kelompok.
  • Bentuk kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang sesuai arahan guru.
  • Bacalah instruksi dan skenario tugas gerak penyerangan dengan saksama sebelum turun ke lapangan.
  • Peragakan strategi gerak bersama kelompok secara sportif, aman, dan saling mendukung.
  • Gunakan lembar kerja ini untuk mencatat hasil pelaksanaan peragaan strategi gerak penyerangan kelompokmu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Peragaan Strategi Gerak Penyerangan 3 Lawan 1

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Bola sepak / bola basket / bola tangan
  • Kon / pembatas lapangan
  • Peluit
  • Rompi pembeda

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Buat area permainan berukuran 6 x 6 meter menggunakan 4 kon/kerucut.
  2. Tiga murid bertindak sebagai tim penyerang yang menguasai bola dan satu murid bertindak sebagai pemain bertahan.
  3. Peragakan strategi gerak penyerangan: pemain tanpa bola aktif bergerak mencari ruang kosong (menciptakan opsi operan/segitiga dukungan), sementara pembawa bola memperagakan keterampilan mengoper bola dengan cepat dan tepat sasaran.
  4. Lakukan peragaan selama 5 putaran (bergantian peran bertahan).
  5. Amati dan catat peragaan strategi gerak penyerangan yang berhasil dilakukan pada tabel pengamatan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengamatan peragaan strategi gerak penyerangan kelompokmu: tuliskan bentuk peragaan gerak yang dilakukan saat membuka ruang dan jenis keterampilan gerak yang diperagakan saat mengeksekusi operan.

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 kolom: Kolom 1 (Bentuk Peragaan Gerak Membuka Ruang Tanpa Bola), Kolom 2 (Keterampilan Gerak Eksekusi Operan Bola).

Kegiatan 2: Penerapan Strategi Penyerangan Cepat dalam Permainan Modifikasi 3 Lawan 2 Menuju Sasaran

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Bola
  • Gawang mini / sepasang kon sasaran
  • Rompi pembeda
  • Stopwatch

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bermainlah dalam area 10 x 8 meter dengan 2 gawang kecil/target sasaran di garis akhir pertahanan.
  2. Tiga penyerang berusaha mencetak poin ke gawang kecil melawan dua pemain bertahan.
  3. Peragakan strategi gerak penyerangan kombinasi: gerak satu-dua (give and go) atau gerak memancing lawan untuk membebaskan ruang tembak bagi rekan setim.
  4. Setiap anggota tim wajib memperagakan peran aktif menyerang (mengoper, bergerak tanpa bola, atau menembak sasaran).
  5. Diskusikan dan catat hasil peragaan gerak yang paling efektif menghasilkan ruang tembak ke sasaran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan peragaan situasi 3 lawan 2, peragaan strategi gerak penyerangan manakah yang paling efektif membuka celah pertahanan untuk melakukan tembakan ke sasaran? Berikan bukti tindakan gerak yang diperagakan.

Kolom uraian 3-4 baris untuk menjelaskan strategi gerak penyerangan dan rincian aksi gerak yang diperagakan.

Kegiatan 3: Simulasi Permainan Bersyarat dan Penilaian Antarteman

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Bola
  • Kon
  • Rompi tim (2 warna berbeda)
  • Papan jalan dan alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan permainan mini 4 lawan 4 di lapangan berukuran 15 x 10 meter dengan aturan bersyarat: poin penyerangan sah hanya jika diawali minimal 3 kali operan terencana dan pergerakan tanpa bola memanfaatkan ruang kosong.
  2. Satu kelompok bermain memperagakan strategi penyerangan, kelompok pengamat mengamati keberhasilan peragaan gerak penyerangan di lembar ceklis.
  3. Lakukan pergantian giliran bermain dan mengamati.
  4. Selesaikan pencatatan lembar amatan bersama kelompok pengamat.

Pertanyaan:

1. Isilah ceklis ketercapaian peragaan strategi penyerangan tim yang kamu amati:

  1. Memperagakan gerak membuka ruang kosong,
  2. Memperagakan operan tepat waktu ke rekan bebas,
  3. Memperagakan penyelesaian tembakan ke arah sasaran. Berikan tanda centang (V) dan keterangan peragaan geraknya.
Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Indikator Strategi Gerak Penyerangan), Kolom 2 (Keterlaksanaan [Ya/Tidak]), Kolom 3 (Catatan Aksi Gerak yang Teramati).

REFLEKSI

1. Gerakan penyerangan apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu peragakan di lapangan tadi? Mengapa?

2. Bagaimana caramu dan teman satu tim mengatur posisi dan pergerakan agar selalu tersedia ruang kosong saat menyerang?

3. Apa perbaikan gerak yang perlu kamu latih kembali agar strategi penyerangan timmu berjalan lebih lancar pada pertemuan berikutnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.