LKPDPertemuan 4Bab 2Fase DSemester 1

LKPD PJOK Kelas 8: Memperagakan Pengaturan Ketinggian Pusat Gravitasi Tubuh untuk Menjaga Keseimbangan dan Stabilitas Dinamis saat Mengubah Arah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 8 dengan topik "Memperagakan Pengaturan Ketinggian Pusat Gravitasi Tubuh untuk Menjaga Keseimbangan dan Stabilitas Dinamis saat Mengubah Arah".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 8: Memperagakan Pengaturan Ketinggian Pusat Gravitasi Tubuh untuk Menjaga Keseimbangan dan Stabilitas Dinamis saat Mengubah Arah

PJOK - Kelas 8

Bab 2 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Memperagakan Pengaturan Ketinggian Pusat Gravitasi Tubuh untuk Menjaga Keseimbangan dan Stabilitas Dinamis saat Mengubah Arah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMemperagakan Pengaturan Ketinggian Pusat Gravitasi Tubuh untuk Menjaga Keseimbangan dan Stabilitas Dinamis saat Mengubah Arah
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Memperagakan strategi gerak berbasis pengaturan keseimbangan dan stabilitas untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak

PETUNJUK UMUM

  • Gunakan pakaian olahraga lengkap dan sepatu olahraga yang nyaman.
  • Lakukan pemanasan statis dan dinamis bersama guru sebelum memulai peragaan gerak.
  • Bekerjalah secara berpasangan: satu murid bertindak sebagai peraga gerak, satu murid bertindak sebagai pengamat ketercapaian peragaan.
  • Ikuti rute lintasan dan aba-aba guru demi menjaga keselamatan dan ketertiban selama bergerak.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Peragaan Gerak Berhenti dan Mengubah Arah dengan Pengaturan Pusat Gravitasi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Cone/kerucut penanda
  • Peluit
  • Stopwatch/alat pencatat waktu
  • Area lapangan olahraga yang rata

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Buatlah lintasan lari lurus sejauh 10 meter dengan tanda cone di ujungnya.
  2. Lakukan Peragaan A: Berlari cepat 10 meter, lalu lakukan deselerasi dan berhenti mendadak dengan posisi lutut tetap lurus (posisi pusat gravitasi tinggi).
  3. Lakukan Peragaan B: Berlari cepat 10 meter, lalu lakukan deselerasi dan berhenti mendadak dengan menekuk lutut, merendahkan pinggul, serta melebarkan sedikit tumpuan kaki (posisi pusat gravitasi rendah).
  4. Amati dan rasakan kestabilan tubuh pada kedua peragaan tersebut, lalu catat hasil peragaan pada tabel pengamatan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan peragaan yang dilakukan, bandingkan stabilitas tubuhmu saat melakukan pengereman/berhenti antara Peragaan A (posisi tegak/pusat gravitasi tinggi) dan Peragaan B (posisi merendah/pusat gravitasi rendah).

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 baris: Baris 1 [Peragaan A (Pusat Gravitasi Tinggi): Keterangan stabilitas tubuh saat berhenti], Baris 2 [Peragaan B (Pusat Gravitasi Rendah): Keterangan stabilitas tubuh saat berhenti].

Kegiatan 2: Peragaan Strategi Keseimbangan Dinamis pada Lintasan Zig-Zag (Agility Cut)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Cone penanda (4 buah)
  • Peluit
  • Lembar observasi dan alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Susun 4 cone secara zig-zag dengan jarak antartitik masing-masing 3 meter.
  2. Lakukan peragaan lari zig-zag dengan menerapkan strategi gerak: tekuk lutut saat mendekati titik belok (menurunkan pusat gravitasi), geser tumpuan kaki ke arah luar tikungan, lalu dorong tubuh ke arah baru tanpa terjatuh atau kehilangan kendali langkah.
  3. Minta teman pasanganmu mengamati dan mencentang keterlaksanaan 3 indikator gerak pada lembar penilaian peragaan sejawat.
  4. Lakukan pergantian peran agar setiap murid memperagakan strategi gerak tersebut sebanyak 3 kali pengulangan.

Pertanyaan:

1. Berikan tanda centang (✓) pada lembar observasi pasangan untuk setiap indikator peragaan strategi gerak yang berhasil ditunjukkan oleh temanmu saat mengubah arah pada lintasan zig-zag: (a) Menurunkan pusat gravitasi (lutut ditekuk) saat mendekati cone, (b) Mempertahankan posisi kaki sebagai alas tumpuan yang kokoh saat beralih arah, (c) Menjaga keseimbangan dinamis tubuh tanpa terhuyung atau menyentuh cone.

Ruang tabel jawaban

Tabel observasi pasangan 3 kolom: [No, Indikator Peragaan Strategi Gerak, Keterlaksanaan (Ya/Tidak)]. Baris 1: Menurunkan pusat gravitasi (lutut ditekuk); Baris 2: Menjaga tumpuan kaki tetap kokoh; Baris 3: Berpindah arah tanpa kehilangan keseimbangan.

Kegiatan 3: Peragaan Gerak Mengubah Arah Responsif dengan Rintangan dan Reaksi Cepat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Cone penanda lintasan T (4 buah)
  • Peluit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Buat formasi lintasan reaksi berbentuk huruf 'T' (lari maju 5 meter, lalu memilih belok ke kiri 3 meter atau ke kanan 3 meter sesuai isyarat tangan/peluit guru/teman).
  2. Peragakan strategi gerak pengaturan keseimbangan dinamis: saat sinyal arah diberikan, lakukan rem langkah pendek, turunkan ketinggian pinggul dan tekuk lutut untuk stabilitas tumpuan, lalu ubah arah seketika menuju cone target.
  3. Lakukan sebanyak 2 kali repetisi ke arah kanan dan 2 kali repetisi ke arah kiri.
  4. Pengamat pasangan mencatat keberhasilan peragaan strategi gerak dan transisi keseimbangan pada lembar ceklis peragaan.

Pertanyaan:

1. Tuliskan hasil evaluasi peragaan temanmu: Apakah peragaan penurunan pusat gravitasi berhasil menjaga stabilitas geraknya saat melakukan perubahan arah secara mendadak sesuai isyarat?

Isian uraian singkat 2-3 kalimat evaluasi ketercapaian peragaan penurunan pusat gravitasi dan stabilitas tubuh saat merespons isyarat arah.

REFLEKSI

1. Bagaimana perbedaan kestabilan tubuhmu saat berbelok mendadak dengan posisi lutut lurus dibandingkan dengan posisi lutut ditekuk/badan direndahkan?

2. Pada situasi permainan olahraga apa (seperti sepak bola, basket, atau bulu tangkis) strategi merendahkan pusat gravitasi ini paling sering kamu peragakan saat menggiring bola atau mengejar lawan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.