LKPDPertemuan 5Bab 1Fase DSemester 1

LKPD PJOK Kelas 8: Membuktikan Strategi Gerak Penjagaan Daerah Dibandingkan Penjagaan Satu Lawan Satu yang Paling Efektif dalam Situasi Gerak Berbeda

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 8 dengan topik "Membuktikan Strategi Gerak Penjagaan Daerah Dibandingkan Penjagaan Satu Lawan Satu yang Paling Efektif dalam Situasi Gerak Berbeda".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 8: Membuktikan Strategi Gerak Penjagaan Daerah Dibandingkan Penjagaan Satu Lawan Satu yang Paling Efektif dalam Situasi Gerak Berbeda

PJOK - Kelas 8

Bab 1 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Membuktikan Strategi Gerak Penjagaan Daerah Dibandingkan Penjagaan Satu Lawan Satu yang Paling Efektif dalam Situasi Gerak Berbeda

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMembuktikan Strategi Gerak Penjagaan Daerah Dibandingkan Penjagaan Satu Lawan Satu yang Paling Efektif dalam Situasi Gerak Berbeda
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang berbeda

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran dan lakukan pemanasan bersama kelompokmu.
  • Bekerjasamalah secara suportif dalam kelompok untuk melakukan uji coba strategi gerak.
  • Lakukan pengamatan secara jujur dan catat data hasil simulasi gerak pada ruang yang telah disediakan.
  • Buktikan strategi gerak pertahanan mana yang paling efektif berdasarkan data simulasi pada situasi gerak yang dihadapi.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Uji Coba Lapangan: Simulasi Penjagaan Daerah vs Satu Lawan Satu

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Bola (bola basket/sepak bola/bola tangan)
  • Cone/penanda batas lapangan (4 buah)
  • Rompi pembeda tim (2 warna berbeda)
  • Peluit dan stopwatch

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah tim bertahan yang terdiri dari 3 murid untuk menghadapi 3 murid tim penyerang dalam area permainan 10 x 10 meter.
  2. Lakukan Simulasi A (Situasi 1: Tim lawan mengandalkan operan cepat dan pergerakan bola lebar). Uji coba dua kali: Babak 1 menggunakan strategi Penjagaan Satu Lawan Satu (Man-to-Man Marking) selama 3 menit, lalu Babak 2 menggunakan strategi Penjagaan Daerah (Zone Defense) selama 3 menit.
  3. Lakukan Simulasi B (Situasi 2: Tim lawan memiliki 1 pemain penyerang dominan yang sangat lincah menggiring bola). Uji coba dua kali: Babak 1 menggunakan strategi Penjagaan Satu Lawan Satu selama 3 menit, lalu Babak 2 menggunakan strategi Penjagaan Daerah selama 3 menit.
  4. Catat data jumlah tembakan/poin yang berhasil dibendung atau digagalkan oleh tim bertahan pada lembar pengamatan.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel pembuktian hasil simulasi gerak pertahanan di bawah ini berdasarkan hasil praktik yang telah kalian lakukan!

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 kolom dan 3 baris:
Kolom 1: Situasi Gerak Lawan
Kolom 2: Jumlah Serangan Digagalkan dengan Penjagaan Satu Lawan Satu (Man-to-Man)
Kolom 3: Jumlah Serangan Digagalkan dengan Penjagaan Daerah (Zone Defense)
Kolom 4: Strategi Gerak yang Terbukti Paling Efektif (Tulis pilihan strategi)
Baris 1: Situasi 1 (Lawan mengandalkan operan cepat dan lebar)
Baris 2: Situasi 2 (Lawan mengandalkan 1 pemain dominan/lincah)

Kegiatan 2: Membuktikan Efektivitas Strategi Gerak Berdasarkan Data Lapangan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Data hasil pengamatan Kegiatan 1
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bandingkan data keberhasilan menggagalkan serangan yang tercatat pada Kegiatan 1 bersama kelompokmu.
  2. Buktikan strategi pertahanan mana yang paling efektif untuk masing-masing situasi gerak berbeda dengan menyertakan bukti hasil gerak di lapangan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data uji coba pada Situasi 1 (lawan mengalirkan bola dengan operan cepat dan menyebar luas), strategi gerak manakah yang terbukti paling efektif? Sertakan bukti gerak nyata yang terjadi di lapangan!

2. Berdasarkan data uji coba pada Situasi 2 (lawan memiliki satu pemain penyerang kunci yang sangat lincah dan dominan), strategi gerak manakah yang terbukti paling efektif? Sertakan bukti gerak nyata yang terjadi di lapangan!

Tuliskan jawaban uraian berupa pernyataan kesimpulan strategi terpilih dan 2 poin bukti nyata dari hasil uji gerak pada kotak jawaban yang disediakan.

Kegiatan 3: Penyusunan Keputusan Strategi Gerak dalam Situasi Baru

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Papan strategi/sketsa lapangan (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan studi kasus gerak berikut bersama kelompokmu.
  2. Kasus: Tim kalian tertinggal 1 poin dan sisa waktu permainan tinggal 1 menit. Tim penyerang lawan berencana memperlambat tempo dengan hanya mengoper bola santai di daerah pertahanan mereka sendiri untuk membuang waktu.
  3. Tentukan dan buktikan alasan pemilihan strategi gerak yang paling efektif untuk situasi tersebut.

Pertanyaan:

1. Dalam situasi lawan mengulur waktu dengan operan santai di area mereka sendiri, buktikan apakah strategi Penjagaan Satu Lawan Satu atau Penjagaan Daerah yang paling efektif untuk segera merebut bola!

Tuliskan hasil diskusi kelompok berupa pilihan strategi gerak dan 2 argumen pembuktian gerak pada lembar diskusi.

REFLEKSI

1. Bagaimana caramu dan kelompokmu membuktikan secara objektif bahwa suatu strategi gerak benar-benar bekerja lebih efektif di lapangan?

2. Pelajaran apa yang kamu peroleh tentang pentingnya menyesuaikan strategi gerak dengan situasi gerak lawan yang berbeda?

3. Tindakan gerak apa yang akan kamu ubah di pertandingan berikutnya jika strategi pertahanan yang diterapkan timmu tidak berjalan efektif?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.