LKPDPertemuan 1Bab 6Fase DSemester 2

LKPD PJOK Kelas 7: Menganalisis Risiko Penyakit dan Gangguan Kesehatan akibat Pola Hidup Sedenter Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 7 dengan topik "Menganalisis Risiko Penyakit dan Gangguan Kesehatan akibat Pola Hidup Sedenter Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 7: Menganalisis Risiko Penyakit dan Gangguan Kesehatan akibat Pola Hidup Sedenter Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan

PJOK - Kelas 7

Bab 6 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menganalisis Risiko Penyakit dan Gangguan Kesehatan akibat Pola Hidup Sedenter Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenganalisis Risiko Penyakit dan Gangguan Kesehatan akibat Pola Hidup Sedenter Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis risiko kesehatan akibat gaya hidup berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah instruksi dan studi kasus pada setiap bagian LKPD dengan cermat.
  • Bekerjalah secara mandiri maupun berdiskusi aktif bersama kelompok sesuai instruksi guru.
  • Gunakan data rekomendasi otoritas kesehatan (Kemenkes/WHO) yang disajikan dalam lembar kerja untuk menganalisis setiap masalah.
  • Tanyakan kepada guru apabila terdapat istilah atau instruksi yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Investigasi Kasus: Pola Hidup Sedenter dan Bahayanya

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus pada LKPD
  • Alat tulis (pena/pensil)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks profil studi kasus 'Keseharian Rian (Siswa Kelas 7)' berikut: Rian menghabiskan waktu 7 jam duduk di sekolah, 4 jam bermain game online sambil berbaring/duduk, dan 2 jam menonton video di gawai. Rian jarang berjalan kaki dan tidak melakukan aktivitas jasmani intensitas sedang minimal 60 menit per hari sebagaimana disarankan Kemenkes/WHO.
  2. Cermati rujukan otoritas kesehatan: Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) dan WHO, gaya hidup sedenter (kurang gerak/perilaku santai menetap) membakar sangat sedikit energi (<1,5 METs) dan meningkatkan penumpukan lemak serta resistensi insulin.
  3. Jawablah pertanyaan analisis pada format yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data studi kasus Rian dan panduan otoritas kesehatan, sebutkan 2 perilaku spesifik Rian yang tergolong gaya hidup sedenter serta jelaskan mengapa perilaku tersebut digolongkan sedenter!

2. Analisis dampak jangka pendek yang terjadi pada sistem metabolisme dan sirkulasi darah di dalam tubuh Rian apabila kebiasaan duduk terus-menerus tersebut berlanjut setiap hari!

Tuliskan jawaban pada lembar LKPD bergaris (tersedia 4-5 baris per nomor jawaban uraian).

Kegiatan 2: Tabel Analisis Risiko Penyakit Berdasarkan Otoritas Kesehatan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Tabel analisis LKPD
  • Buku Siswa PJOK Kelas 7 Bab 6
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 3-4 orang murid.
  2. Pelajari pedoman Kemenkes mengenai Penyakit Tidak Menular (PTM) akibat perilaku hidup tidak sehat.
  3. Diskusikan dan analisis hubungan sebab-akibat antara faktor gaya hidup sedenter dengan risiko penyakit tertentu pada tabel yang disediakan.
  4. Lengkapi tabel analisis berikut secara kritis.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel analisis risiko kesehatan akibat gaya hidup sedenter berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan (Kemenkes/WHO) berikut:

  • Baris 1: Obesitas (Analisis mekanisme terjadinya akibat perilaku sedenter)
  • Baris 2: Diabetes Melitus Tipe 2 (Analisis mekanisme terjadinya akibat perilaku sedenter)
  • Baris 3: Penyakit Jantung / Hipertensi (Analisis mekanisme terjadinya akibat perilaku sedenter)
Ruang tabel jawaban

Isi pada format tabel 3 kolom: [Kolom 1: Jenis Risiko Penyakit], [Kolom 2: Faktor Perilaku Sedenter Terkait], [Kolom 3: Analisis Mekanisme Terjadinya Penyakit Menurut Medis/Otoritas Kesehatan].

Kegiatan 3: Komparasi Kritis: Rekomendasi Otoritas Kesehatan vs Realitas Gaya Hidup

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kemenkes dan WHO menetapkan standar aktivitas untuk remaja usia 5-17 tahun: akumulasi aktivitas fisik sedang hingga berat minimal 60 menit setiap hari, serta membatasi waktu layar (screen time) non-akademik maksimal 2 jam per hari.
  2. Bandingkan standar otoritas kesehatan tersebut dengan pola hidup sedenter di kalangan remaja zaman sekarang.
  3. Kerjakan analisis perbandingan dan kesimpulan kritis secara mandiri, dilanjutkan dengan kegiatan refleksi dan penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Lakukan analisis kritis: Apa perbedaan mendasar antara kondisi tubuh seseorang yang memenuhi rekomendasi 60 menit aktivitas fisik harian Kemenkes dibandingkan dengan seseorang yang menjalani pola hidup sedenter sepanjang hari?

2. Buatlah satu kesimpulan tertulis yang menganalisis mengapa otoritas kesehatan di seluruh dunia sangat tegas memperingatkan bahaya gaya hidup sedenter bagi remaja!

Tuliskan analisis perbandingan dan kesimpulan pada kolom uraian kesimpulan LKPD (minimal masing-masing 1 paragraf terstruktur).

REFLEKSI

1. Dari skala 1 sampai 5, seberapa sering kamu menghabiskan waktu duduk tanpa beraktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari, dan risiko kesehatan apa yang paling kamu waspadai?

2. Bagian mana dari analisis rekomendasi otoritas kesehatan hari ini yang paling membuka kesadaranmu tentang pentingnya menjaga tubuh tetap aktif?

3. Langkah awal apa yang bisa kamu evaluasi dari gaya hidupmu setelah mengetahui mekanisme terjadinya penyakit akibat perilaku sedenter?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.