LKPDPertemuan 7Bab 5Fase CSemester 2

LKPD PJOK Kelas 6: Mempraktikkan Langkah Awal Pemeriksaan dan Posisi Pertolongan Pertama pada Korban Pingsan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 6 dengan topik "Mempraktikkan Langkah Awal Pemeriksaan dan Posisi Pertolongan Pertama pada Korban Pingsan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 6: Mempraktikkan Langkah Awal Pemeriksaan dan Posisi Pertolongan Pertama pada Korban Pingsan

PJOK - Kelas 6

Bab 5 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mempraktikkan Langkah Awal Pemeriksaan dan Posisi Pertolongan Pertama pada Korban Pingsan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMempraktikkan Langkah Awal Pemeriksaan dan Posisi Pertolongan Pertama pada Korban Pingsan
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mempraktikkan penanganan cedera sedang berupa pingsan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai pembelajaran dan aktivitas praktik.
  • Bentuklah kelompok berpasangan atau bertiga untuk melakukan simulasi bersama teman.
  • Gunakan matras senam yang bersih agar aman dan nyaman saat bergantian peran menjadi penolong dan korban.
  • Lakukan setiap tahapan penanganan cedera pingsan secara tertib, hati-hati, dan sungguh-sungguh tanpa bercanda.
  • Isilah lembar checklist dan lembar kerja yang tersedia sesuai hasil pengamatan dan praktik yang telah kamu lakukan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Praktik Langkah Awal Pemeriksaan Korban Pingsan (Cek Respons dan Napas)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Matras senam
  • Peluit
  • Lembar pengamatan checklist

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Carilah pasangan latihan di atas matras senam yang telah disiapkan.
  2. Tentukan peran: satu orang menjadi korban yang berbaring telentang, satu orang menjadi penolong pertama.
  3. Praktikkan 3 tindakan awal pemeriksaan: (1) Periksa respon dengan menepuk lembut pundak dan memanggil korban, (2) Buka jalan napas dengan posisi tengadah kepala topang dagu secara perlahan, (3) Dekatkan pipi ke hidung korban sambil melihat gerakan dada untuk memastikan ada hembusan napas.
  4. Tandai hasil praktikmu pada tabel ceklis yang disediakan bersama teman pasanganmu.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan simulasi pemeriksaan awal yang kamu lakukan, beri tanda centang (✓) pada kolom 'Terlaksana' bila tindakan berhasil dipraktikkan dengan benar, dan tuliskan tindakan yang kamu lakukan pada kolom keterangan.

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 baris: (1) Tindakan Memeriksa Respons (Panggil & Tepuk Bahu) [Kolom: Terlaksana / Belum, Keterangan Tindakan], (2) Tindakan Membuka Jalan Napas (Tengadah Kepala Topang Dagu) [Kolom: Terlaksana / Belum, Keterangan Tindakan], (3) Tindakan Memeriksa Napas (Lihat & Rasakan) [Kolom: Terlaksana / Belum, Keterangan Tindakan].

Kegiatan 2: Praktik Posisi Kaki Lebih Tinggi (Syok/Pingsan) dan Melonggarkan Pakaian

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Matras senam
  • Matras lipat/bantalan penyangga kaki
  • Stopwatch guru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tetap bersama pasangan praktik di matras senam. Korban berbaring telentang lurus.
  2. Praktikkan tindakan pertolongan pertama pada korban yang bernapas: tinggikan tungkai kaki korban setinggi 20-30 cm menggunakan bantalan/matras lipat agar aliran darah menuju otak lancar.
  3. Praktikkan tindakan melonggarkan pakaian yang mengikat pernapasan (mensimulasikan membuka kancing kerah baju, mengendurkan dasi, dan mengendurkan ikat pinggang).
  4. Pastikan area sekitar korban memiliki sirkulasi udara yang baik (mengkondisikan teman-teman tidak berkerumun).
  5. Tuliskan dan laporkan langkah penanganan fisik yang telah kalian lakukan sesuai urutan.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 3 urutan tindakan fisik pertolongan pertama yang kamu praktikkan secara berurutan setelah memastikan korban pingsan masih bernapas normal!

Kolom bergaris berisi 3 nomor isian langkah tindakan pertolongan pertama pada korban pingsan.

Kegiatan 3: Praktik Penanganan Posisi Pemulihan (Recovery Position) dan Alur Bantuan

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Matras senam
  • Lembar penilaian unjuk kerja antarteman

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan pertukaran peran: murid yang sebelumnya menjadi korban kini mempraktikkan penanganan, dan penolong sebelumnya berganti menjadi korban.
  2. Simulasikan kondisi korban mulai sadar atau perlu dimiringkan untuk menjaga jalan napas tetap aman.
  3. Praktikkan gerakan Posisi Pemulihan: (1) Luruskan tangan dekat penolong ke atas, (2) Tarik tangan sisi luar menyilang dada menempel pipi, (3) Tekuk lutut kaki sisi luar, (4) Gulingkan tubuh korban ke arah penolong secara perlahan dan pastikan posisi kepala tetap menengadah agar napas lancar.
  4. Lakukan latihan hingga posisi mantap, dilanjutkan dengan pengisian lembar evaluasi praktik, refleksi diri, serta pendinginan dan penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Beri tanda centang (✓) pada setiap tahapan gerak penanganan posisi pemulihan yang telah berhasil dipraktikkan oleh penolong kedua!

Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan mengapa posisi pemulihan (memiringkan tubuh korban) penting dipraktikkan saat menangani orang yang belum pulih kesadarannya sepenuhnya!

Tabel checklist 4 baris langkah gerak posisi pemulihan dan 1 bidang kotak uraian bergaris untuk penjelasan fungsi posisi pemulihan.

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu saat berhasil mempraktikkan posisi pertolongan pertama pada teman yang berperan pingsan?

2. Langkah pemeriksaan atau penanganan mana yang menurutmu paling membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian saat dipraktikkan?

3. Apa yang akan kamu lakukan jika di lingkungan sekolah atau saat upacara menemukan teman yang mendadak pingsan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.