LKPDPertemuan 4Bab 4Fase CSemester 2

LKPD PJOK Kelas 6: Menghubungkan Pemilihan Pola Istirahat dan Hidup Bersih dengan Upaya Pencegahan Risiko Kesehatan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 6 dengan topik "Menghubungkan Pemilihan Pola Istirahat dan Hidup Bersih dengan Upaya Pencegahan Risiko Kesehatan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 6: Menghubungkan Pemilihan Pola Istirahat dan Hidup Bersih dengan Upaya Pencegahan Risiko Kesehatan

PJOK - Kelas 6

Bab 4 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menghubungkan Pemilihan Pola Istirahat dan Hidup Bersih dengan Upaya Pencegahan Risiko Kesehatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenghubungkan Pemilihan Pola Istirahat dan Hidup Bersih dengan Upaya Pencegahan Risiko Kesehatan
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menghubungkan gaya hidup dengan aktivitas pencegahan risiko kesehatan sesuai rekomendasi otoritas kesehatan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Tuliskan identitas nama dan kelompokmu pada lembar kerja yang disediakan.
  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat dan teliti.
  • Diskusikan dengan teman kelompokmu dan gunakan pedoman rekomendasi kesehatan untuk menghubungkan gaya hidup dengan aktivitas pencegahan risiko kesehatan.
  • Tanyakan kepada guru apabila ada instruksi yang kurang dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Kebiasaan: Menghubungkan Gaya Hidup Istirahat dan Kebersihan dengan Risikonya

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku catatan/lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 4 contoh profil gaya hidup yang disajikan.
  2. Cermati potensi risiko kesehatan yang dapat timbul dari gaya hidup tersebut.
  3. Hubungkan masing-masing profil gaya hidup dengan potensi risiko kesehatan yang tepat pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Hubungkan profil gaya hidup berikut dengan risiko kesehatan yang paling sesuai dengan melengkapi tabel: Profil A (Tidur larut malam hanya 4-5 jam karena bermain gawai), Profil B (Jarang mencuci tangan dengan sabun sebelum makan), Profil C (Membiarkan kamar tidur lembap, berdebu, dan ventilasi tertutup), Profil D (Mengenakan pakaian olahraga yang basah oleh keringat seharian tanpa mandi/berganti pakaian).

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 kolom dengan 4 baris: Kolom 1 memuat 'Profil Gaya Hidup (A, B, C, D)' dan Kolom 2 memuat 'Potensi Risiko Kesehatan yang Terhubung'.

Kegiatan 2: Matriks Hubungan: Rekomendasi Pencegahan Otoritas Kesehatan

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kelompok
  • Brosur/infografis panduan istirahat dan kebersihan dari otoritas kesehatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah rangkuman rujukan otoritas kesehatan (Kemenkes/WHO) tentang pola istirahat anak usia 6-12 tahun (9-11 jam tidur malam per hari) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (cuci tangan pakai sabun di air mengalir, mandi teratur 2 kali sehari, menjaga kebersihan kamar tidur).
  2. Diskusikan dalam kelompok untuk menghubungkan setiap gaya hidup dan risiko kesehatan tersebut dengan aktivitas pencegahan konkret yang dianjurkan otoritas kesehatan.
  3. Lengkapi bagan alur hubungan 3 jalur: [Gaya Hidup Buruk] -> [Risiko Kesehatan] -> [Aktivitas Pencegahan Sesuai Rekomendasi Otoritas Kesehatan].

Pertanyaan:

1. Berdasarkan rujukan otoritas kesehatan, hubungkan gaya hidup tidur kurang dari 6 jam setiap malam dengan aktivitas pencegahan yang direkomendasikan!

2. Berdasarkan rujukan otoritas kesehatan, hubungkan gaya hidup kebiasaan tidak mencuci tangan pakai sabun sebelum menyentuh makanan dengan aktivitas pencegahan yang tepat!

3. Hubungkan gaya hidup jarang mengganti pakaian basah/keringat dan malas mandi setelah berolahraga dengan aktivitas pencegahan yang tepat!

Format isian terstruktur berupa 3 kartu hubungan: masing-masing kartu memuat kotak Gaya Hidup -> Kotak Risiko -> Kotak Aktivitas Pencegahan Rekomendasi Otoritas Kesehatan.

Kegiatan 3: Analisis Solutif: Menghubungkan Studi Kasus Nyata dengan Tindakan Pencegahan Terencana

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar tugas analisis kasus
  • Spidol dan kertas plano (atau lembar LKPD individu)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi studi kasus: 'Rian sering tidur larut malam pukul 23.30 karena menonton video di ponsel, melewatkan cuci tangan saat membeli jajanan di luar sekolah, dan sering menunda mandi sore setelah bermain sepak bola hingga menjelang tidur malam. Akibatnya, Rian sering mengeluh pusing di kelas, perutnya sering melilit, dan kulit punggungnya mulai timbul bercak gatal.'
  2. Secara berpasangan/berkelompok, hubungkan seluruh gaya hidup tidak sehat Rian dengan tindakan pencegahan risiko kesehatan harian yang sesuai anjuran otoritas kesehatan.
  3. Sajikan hasil telaah hubungan tersebut di depan kelas secara bergantian, diikuti dengan transisi ke tahap kesimpulan dan refleksi penutup.

Pertanyaan:

1. Lakukan pemetaan hubungan dari kasus Rian: sebutkan 3 gaya hidup tidak sehat Rian, hubungkan masing-masing dengan risiko kesehatan yang dideritanya, serta tentukan aktivitas pencegahannya sesuai rekomendasi otoritas kesehatan!

Tabel analisis 4 kolom: 'Gaya Hidup Kasus Rian', 'Risiko Kesehatan Terkait', 'Aktivitas Pencegahan Sesuai Otoritas Kesehatan', dan 'Jadwal Penerapan Harian'.

REFLEKSI

1. Dari gaya hidup istirahat dan kebersihan yang kamu lakukan setiap hari, gaya hidup mana yang paling perlu kamu hubungkan dengan tindakan pencegahan risiko kesehatan mulai hari ini?

2. Mengapa menghubungkan kebiasaan sehari-hari dengan rekomendasi resmi otoritas kesehatan penting agar tubuhmu tetap bugar dan terhindar dari penyakit?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.