LKPD PJOK Kelas 6: Mengidentifikasi Keterkaitan Pilihan Gaya Hidup Kurang Gerak dengan Risiko Masalah Kesehatan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 6 dengan topik "Mengidentifikasi Keterkaitan Pilihan Gaya Hidup Kurang Gerak dengan Risiko Masalah Kesehatan".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD PJOK Kelas 6: Mengidentifikasi Keterkaitan Pilihan Gaya Hidup Kurang Gerak dengan Risiko Masalah Kesehatan
PJOK - Kelas 6
Bab 4 Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PJOK — Kelas 6 (Fase C) Topik: Mengidentifikasi Keterkaitan Pilihan Gaya Hidup Kurang Gerak dengan Risiko Masalah Kesehatan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Kebiasaan: Memilah Gaya Hidup dan Menandai TandanyaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Kelompokkan 6 kebiasaan berikut ke dalam tabel:
Ruang tabel jawaban 2. Menurut pedoman otoritas kesehatan, anak usia sekolah dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga bugar minimal 60 menit setiap hari serta membatasi waktu layar (screen time) diam. Berdasarkan rekomendasi tersebut, identifikasi apa ciri utama dari gaya hidup kurang gerak yang ada pada kebiasaan nomor (2) dan (4)? Format tabel 3 kolom: Kolom 1 'Nomor Kebiasaan', Kolom 2 'Kategori (Aktif / Kurang Gerak)', Kolom 3 'Alasan Identifikasi Singkat'. Di bawah tabel disediakan 3 baris kosong untuk menjawab pertanyaan nomor 2. Kegiatan 2: Menghubungkan Jalur: Gaya Hidup Kurang Gerak dan Risiko Masalah KesehatanEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pasangkan 4 pilihan gaya hidup kurang gerak di Kolom A dengan risiko masalah kesehatan yang sesuai di Kolom B! Kolom B:
2. Berdasarkan rujukan kesehatan, identifikasi keterkaitan langsung: Mengapa seseorang yang memiliki kebiasaan kurang gerak (sedenter) lebih berisiko mengalami penyakit obesitas dibandingkan orang yang rajin bergerak 60 menit sehari? Format isian penjodohan berupa baris pasangan kode huruf dan angka (contoh: A - ..., B - ..., C - ..., D - ...), diikuti area bergaris 4 baris untuk uraian keterkaitan sebab-akibat. Kegiatan 3: Analisis Kasus Nyata: Mengidentifikasi Peta Risiko Tokoh DoniEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Teks Kasus: 'Doni adalah murid kelas 6. Pulang sekolah pukul 14.00, Doni langsung duduk santai di sofa bermain game di gawai hingga waktu magrib tiba (sekitar 3,5 jam). Saat diajak temannya bersepeda atau bermain bola, Doni selalu menolak karena merasa malas bangun dari tempat duduk. Selepas makan malam, Doni kembali rebahan sambil menonton tayangan video hingga larut malam. Total waktu aktif bergerak Doni dalam sehari kurang dari 15 menit.' Identifikasi 3 bentuk pilihan gaya hidup kurang gerak yang dilakukan oleh Doni! Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan hasil identifikasimu terhadap kebiasaan Doni, sebutkan 3 risiko masalah kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang yang mengancam Doni sesuai peringatan otoritas kesehatan! Format tabel 2 kolom: Kolom 1 'Pilihan Gaya Hidup Kurang Gerak Doni (3 butir)', Kolom 2 'Risiko Masalah Kesehatan yang Mengintai (3 butir)'. Bagian bawah mencakup kolom catatan hasil tukar pikiran kelompok/pasangan. REFLEKSI1. Setelah mengidentifikasi bahaya gaya hidup kurang gerak hari ini, kebiasaan diam/sedenter apa dalam keseharianmu yang paling ingin kamu kurangi? 2. Apa tanda-tanda yang dirasakan tubuhmu ketika kamu terlalu lama duduk atau rebahan tanpa bergerak? 3. Mengapa mengetahui hubungan antara kurang gerak dan risiko kesehatan membuatmu lebih peduli dalam memilih aktivitas sehari-hari? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.