LKPD PJOK Kelas 6: Mengidentifikasi Pola Gaya Hidup Sehat dan Sedenter Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 6 dengan topik "Mengidentifikasi Pola Gaya Hidup Sehat dan Sedenter Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD PJOK Kelas 6: Mengidentifikasi Pola Gaya Hidup Sehat dan Sedenter Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan
PJOK - Kelas 6
Bab 4 Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PJOK — Kelas 6 (Fase C) Topik: Mengidentifikasi Pola Gaya Hidup Sehat dan Sedenter Berdasarkan Rekomendasi Otoritas Kesehatan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Kebiasaan: Mengidentifikasi Pola Gaya Hidup Sehat dan SedenterEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Profil A: Rian menghabiskan 4-5 jam sehari bermain game di gawai sambil duduk dan ngemil biskuit manis, jarang berjalan kaki ke sekolah karena selalu diantar motor. Identifikasi jenis gaya hidup Rian dan bukti pendukungnya! 2. Profil B: Siti berjalan kaki santai ke sekolah selama 15 menit, bermain lompat tali saat jam istirahat selama 20 menit, dan bersepeda sore hari selama 30 menit serta tidur tepat waktu 9 jam. Identifikasi jenis gaya hidup Siti dan bukti pendukungnya! 3. Profil C: Doni sering begadang menonton televisi hingga larut malam (hanya tidur 5 jam per hari), sering melewatkan sarapan, dan lebih memilih berbaring di sofa sepanjang akhir pekan. Identifikasi jenis gaya hidup Doni dan bukti pendukungnya! 4. Profil D: Lani rajin membantu menyapu halaman 15 menit, mengikuti latihan bulu tangkis 45 menit, mengonsumsi buah dan sayur setiap makan, serta minum air putih cukup. Identifikasi jenis gaya hidup Lani dan bukti pendukungnya! Format tabel 4 baris: Kolom 1 (Nama Profil), Kolom 2 (Jenis Gaya Hidup: Sehat/Aktif atau Sedenter), Kolom 3 (Bukti Berdasarkan Rekomendasi Kesehatan). Kegiatan 2: Menghubungkan Gaya Hidup dan Risiko Kesehatan Berdasarkan Rekomendasi KesehatanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Perilaku: Duduk terus-menerus lebih dari 6 jam sehari tanpa diselingi berdiri/peregangan. Identifikasi keterkaitan risiko kesehatannya! Ruang tabel jawaban 2. Perilaku: Kurang melakukan aktivitas fisik sedang-berat (<60 menit/hari) disertai sering mengonsumsi makanan ringan berkalori tinggi sambil rebahan. Identifikasi keterkaitan risiko kesehatannya! Ruang tabel jawaban 3. Perilaku: Jarang bergerak aktif dan sangat sering mengonsumsi minuman manis kemasan berpemanis buatan tinggi. Identifikasi keterkaitan risiko kesehatannya! Ruang tabel jawaban 4. Perilaku: Kurang tidur secara kronis (<7 jam per malam) akibat paparan layar gawai hingga larut malam. Identifikasi keterkaitan risiko kesehatannya! Ruang tabel jawaban Format tabel 4 baris: Kolom 1 (Pola Perilaku Gaya Hidup), Kolom 2 (Risiko Kesehatan Terkait), Kolom 3 (Penjelasan Keterkaitan Logis Sesuai Fakta Kesehatan). Kegiatan 3: Analisis Kasus 'Detektif Kesehatan': Mengidentifikasi Risiko dari Peta Aktivitas HarianEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Identifikasi minimal 3 kebiasaan Budi yang tergolong gaya hidup sedenter atau berisiko kesehatan! 2. Berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan (WHO/Kemenkes), identifikasi 2 risiko kesehatan utama yang paling mungkin dialami Budi di masa depan jika pola tersebut dipertahankan! Format uraian terstruktur: Isian nomor 1 berupa poin identifikasi (a, b, c) dan nomor 2 berupa uraian keterkaitan risiko kesehatan. REFLEKSI1. Setelah mengidentifikasi berbagai gaya hidup hari ini, apakah kebiasaan sehari-harimu saat ini lebih condong ke gaya hidup aktif atau sedenter? Sebutkan satu contoh kebiasaanmu! 2. Mengapa mengenali keterkaitan antara perilaku kurang gerak dan risiko penyakit sejak usia sekolah sangat penting bagi masa depan kesehatanmu? 3. Aktivitas atau kebiasaan apa yang ingin kamu ubah agar terhindar dari risiko perilaku sedenter? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.