LKPD PJOK Kelas 6: Menguji Efektivitas Penerapan Strategi Gerak Pertahanan dan Transisi Operan dalam Permainan Tim
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 6 dengan topik "Menguji Efektivitas Penerapan Strategi Gerak Pertahanan dan Transisi Operan dalam Permainan Tim".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD PJOK Kelas 6: Menguji Efektivitas Penerapan Strategi Gerak Pertahanan dan Transisi Operan dalam Permainan Tim
PJOK - Kelas 6
Bab 2 Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PJOK — Kelas 6 (Fase C) Topik: Menguji Efektivitas Penerapan Strategi Gerak Pertahanan dan Transisi Operan dalam Permainan Tim INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Uji Coba 1: Menguji Efektivitas Strategi Gerak Pertahanan (Satu Lawan Satu vs Menjaga Area)Estimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Isilah tabel pencatatan uji coba berikut berdasarkan hasil praktik 5 kali bertahan timmu: kolom (a) Nama Strategi, (b) Jumlah Serangan Lawan Digagalkan (dari 5 percobaan), (c) Kendala yang Ditemukan di Lapangan. Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan data uji coba pada tabel di atas, bandingkan efektivitas kedua strategi pertahanan tersebut! Strategi mana yang lebih efektif menggagalkan serangan lawan dalam situasi permainan lapangan kecil, dan apa bukti keberhasilannya? Format tabel 3 kolom x 3 baris: Kolom 1 (Strategi Pertahanan), Kolom 2 (Keberhasilan Menggagalkan Serangan [skor /5]), Kolom 3 (Kendala Situasi di Lapangan). Di bawah tabel disediakan ruang 4 baris untuk menuliskan paragraf perbandingan efektivitas. Kegiatan 2: Uji Coba 2: Menguji Efektivitas Strategi Transisi Operan Cepat dan Membuka RuangEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah data hasil pengujian efektivitas transisi gerak timmu pada tabel: (a) Strategi Transisi, (b) Jumlah Berhasil Menembus Garis Tengah (dari 5 kesempatan), (c) Situasi Penyebab Bola Hilang/Tertahan! Ruang tabel jawaban 2. Ujilah efektivitas strategi transisi: Mengapa strategi operan cepat ke ruang kosong lebih atau kurang efektif dibandingkan menggiring bola sendiri saat tim beralih dari bertahan ke menyerang? Format tabel 3 kolom x 3 baris: Kolom 1 (Strategi Transisi Operan), Kolom 2 (Keberhasilan Menembus Tengah [skor /5]), Kolom 3 (Penyebab Bola Tertahan). Di bawah tabel disediakan ruang uraian analisis 4 baris. Kegiatan 3: Uji Strategi Gabungan dalam Permainan Tim Nyata dan Evaluasi EfektivitasEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan pertandingan mini yang telah dimainkan, buatlah kesimpulan uji efektivitas: Gabungan strategi mana (Strategi A atau Strategi B) yang paling efektif menghasilkan kerja sama tim yang solid dalam situasi bertahan maupun menyerang? Berikan 2 alasan pendukung berdasarkan kejadian nyata di lapangan! 2. Dalam situasi gerak ketika tim lawan melakukan serangan balik kilat yang sangat cepat, strategi pertahanan manakah yang terbukti paling efektif diterapkan oleh timmu agar gawang/area tetap aman? Jelaskan alasannya! Tersedia 2 kotak jawaban uraian terstruktur (masing-masing 4-5 baris) untuk menuliskan kesimpulan efektivitas gabungan strategi dan analisis situasi gerak khusus. REFLEKSI1. Bagaimana perasaanmu saat menguji strategi gerak bersama kelompok di lapangan: apakah strategi yang direncanakan selalu berhasil dalam situasi permainan nyata? 2. Pengalaman gerak apa yang paling membuktikan kepadamu bahwa strategi operan cepat lebih efektif daripada bergerak membawa bola sendirian? 3. Apa hal terpenting yang kamu pelajari tentang pentingnya komunikasi antarteman saat menguji strategi pertahanan di lapangan? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.