LKPDPertemuan 3Bab 5Fase CSemester 2

LKPD PJOK Kelas 5: Menghubungkan Gaya Hidup Kurang Gerak dengan Aktivitas Pencegahannya Sesuai Petunjuk Medis

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 5 dengan topik "Menghubungkan Gaya Hidup Kurang Gerak dengan Aktivitas Pencegahannya Sesuai Petunjuk Medis".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 5: Menghubungkan Gaya Hidup Kurang Gerak dengan Aktivitas Pencegahannya Sesuai Petunjuk Medis

PJOK - Kelas 5

Bab 5 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menghubungkan Gaya Hidup Kurang Gerak dengan Aktivitas Pencegahannya Sesuai Petunjuk Medis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenghubungkan Gaya Hidup Kurang Gerak dengan Aktivitas Pencegahannya Sesuai Petunjuk Medis
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menghubungkan gaya hidup dengan aktivitas pencegahannya sesuai rekomendasi otoritas kesehatan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Tuliskan nama lengkap, nomor absen, dan kelompokmu pada lembar LKPD.
  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan saksama.
  • Bekerjasamalah secara aktif dan tertib dalam kelompokmu saat berdiskusi.
  • Tanyakan kepada guru apabila ada instruksi atau materi yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menghubungkan Gaya Hidup Kurang Gerak dengan Aktivitas Pencegahan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa PJOK Kelas 5 Bab 5
  • Alat tulis (pena/pensil)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 4 profil gaya hidup kurang gerak yang disajikan dalam tabel.
  2. Pasangkan setiap profil gaya hidup tersebut dengan pilihan aktivitas pencegahan yang sesuai rekomendasi otoritas kesehatan (Kemenkes/WHO: aktivitas fisik sedang minimal 60 menit per hari atau jeda bergerak).
  3. Pilihan aktivitas pencegahan yang disediakan: (A) Melakukan peregangan dinamis dan berjalan santai setiap 30 menit. (B) Mengganti waktu layar dengan bersepeda santai atau lompat tali selama 60 menit. (C) Mengikuti kegiatan senam ceria, jalan sehat, atau bermain kasti bersama teman di luar ruangan. (D) Membantu orang tua menyapu, mengepel, atau membersihkan halaman rumah secara aktif.
  4. Tuliskan huruf pilihan yang tepat (A, B, C, atau D) pada kolom pasangan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Pasangkan Profil 1: Duduk menonton televisi terus-menerus selama berjam-jam tanpa jeda bergerak.

2. Pasangkan Profil 2: Bermain game di gawai hingga 4 jam berturut-turut sambil rebahan seharian.

3. Pasangkan Profil 3: Menghabiskan seluruh hari libur akhir pekan hanya berdiam diri di dalam kamar tidur.

4. Pasangkan Profil 4: Mengandalkan bantuan orang lain untuk setiap hal kecil dan menolak melakukan pekerjaan gerak fisik di rumah.

Tuliskan jawaban pada tabel 3 kolom: Kolom 1: Nomor Profil (1-4), Kolom 2: Uraian Gaya Hidup Kurang Gerak, Kolom 3: Kode Huruf dan Uraian Aktivitas Pencegahan.

Kegiatan 2: Analisis Hubungan Kasus Gaya Hidup dan Solusi Aktivitas Fisik Medis

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Diskusi Kelompok
  • Buku Catatan
  • Pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok beranggotakan 4-5 murid.
  2. Diskusikan 2 studi kasus berikut mengenai gaya hidup murid sekolah dasar.
  3. Kasus 1: Dedi sering mengeluh badannya kaku dan mudah lelah karena setiap pulang sekolah menghabiskan waktu 3 jam duduk bermain komputer tanpa jeda. Kasus 2: Siti selalu diantar-jemput kendaraan bermotor sampai depan pintu kelas, saat jam istirahat hanya duduk di bangku mengobrol, dan menolak berjalan kaki atau bermain di halaman.
  4. Hubungkan masing-masing kasus tersebut dengan aktivitas pencegahan jasmani yang dianjurkan otoritas kesehatan (pedoman aktivitas fisik minimal 60 menit per hari akumulatif dan membatasi perilaku sedenter).

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Kasus 1, hubungkan gaya hidup duduk bermain komputer selama 3 jam dengan rekomendasi aktivitas pencegahan jasmani yang tepat!

2. Berdasarkan Kasus 2, hubungkan gaya hidup serba menggunakan kendaraan dan pasif saat istirahat dengan rekomendasi aktivitas pencegahan jasmani yang tepat!

Tuliskan hasil diskusi pada lembar bergaris format uraian: sebutkan bentuk gaya hidup pasif pada kasus dan hubungkan langsung dengan minimal 2 rincian aktivitas pencegahan fisik sesuai rekomendasi medis.

Kegiatan 3: Peta Hubungan Rencana Gerak Sehat Mandiri

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Pena/Pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah secara mandiri.
  2. Identifikasi 3 kebiasaan gaya hidup kurang gerak yang sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Hubungkan masing-masing gaya hidup kurang gerak tersebut dengan aktivitas fisik pencegahan yang sesuai dengan panduan kesehatan (durasi minimal total 60 menit per hari atau selingan jeda aktif).
  4. Setelah menyelesaikan tabel, kerjakan bagian refleksi dan ikuti arahan penutup dari guru.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel peta hubungan gaya hidup kurang gerak dengan aktivitas fisik pencegahannya untuk 3 situasi harian (Pagi/Sekolah, Siang/Sore, Malam)!

Ruang tabel jawaban

Tuliskan jawaban pada tabel 3 baris dengan 3 kolom: Kolom 1: Situasi Waktu (Pagi/Siang/Malam), Kolom 2: Bentuk Gaya Hidup Kurang Gerak, Kolom 3: Hubungan Aktivitas Fisik Pencegahan Medis.

REFLEKSI

1. Dari gaya hidup kurang gerak yang kamu pelajari hari ini, mana yang masih sering kamu lakukan tanpa sadar?

2. Aktivitas pencegahan fisik apa yang paling mudah dan menyenangkan untuk segera kamu terapkan mulai hari ini agar tubuhmu tetap aktif minimal 60 menit sehari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.