LKPDPertemuan 2Bab 5Fase CSemester 2

LKPD PJOK Kelas 5: Mengidentifikasi Kaitan Antara Kebiasaan Gaya Hidup Tidak Sehat dan Risiko Penyakit Berdasarkan Kasus Keseharian

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 5 dengan topik "Mengidentifikasi Kaitan Antara Kebiasaan Gaya Hidup Tidak Sehat dan Risiko Penyakit Berdasarkan Kasus Keseharian".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 5: Mengidentifikasi Kaitan Antara Kebiasaan Gaya Hidup Tidak Sehat dan Risiko Penyakit Berdasarkan Kasus Keseharian

PJOK - Kelas 5

Bab 5 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengidentifikasi Kaitan Antara Kebiasaan Gaya Hidup Tidak Sehat dan Risiko Penyakit Berdasarkan Kasus Keseharian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengidentifikasi Kaitan Antara Kebiasaan Gaya Hidup Tidak Sehat dan Risiko Penyakit Berdasarkan Kasus Keseharian
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi kaitan antara gaya hidup dan risiko kesehatan sesuai rekomendasi otoritas kesehatan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap teks pengantar dan studi kasus dengan cermat dan saksama.
  • Bekerjalah secara mandiri atau bersama teman sesuai arahan bapak/ibu guru.
  • Fokuslah pada mengidentifikasi bentuk gaya hidup dan menghubungkannya dengan risiko kesehatan yang tepat.
  • Tuliskan jawabanmu dengan rapi pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Kebiasaan: Mengidentifikasi Perilaku Sedenter dan Pola Makan Tidak Sehat

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pulpen/pensil)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi singkat tentang keseharian Doni berikut ini: 'Doni adalah murid kelas 5 yang gemar bermain game di gawai selama 4 hingga 5 jam terus-menerus tanpa beranjak dari kasur. Saat merasa lapar di sela-sela bermain, Doni selalu memilih mi instan goreng, camilan kemasan tinggi garam, serta minuman bersoda manis. Doni juga sangat jarang bergerak atau berolahraga karena merasa malas dan cepat lelah.'
  2. Identifikasi kebiasaan gaya hidup tidak sehat Doni pada narasi tersebut.
  3. Kelompokkan kebiasaan tersebut ke dalam kategori: Perilaku Kurang Gerak (Sedenter) atau Pola Konsumsi Tidak Sehat pada tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi Doni, tuliskan 2 contoh perilaku kurang gerak (sedenter) yang dilakukan oleh Doni!

2. Berdasarkan narasi Doni, tuliskan 2 contoh pola konsumsi tidak sehat yang dilakukan oleh Doni!

3. Lengkapilah tabel pengelompokan kebiasaan gaya hidup tidak sehat Doni beserta cirinya sesuai teks bacaan!

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 kolom: Kolom 1 'Kategori Kebiasaan', Kolom 2 'Tindakan Doni yang Ditemukan dalam Teks'. Baris 1 untuk Perilaku Sedenter, Baris 2 untuk Pola Konsumsi Tidak Sehat.

Kegiatan 2: Menghubungkan Gaya Hidup dengan Risiko Masalah Kesehatan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pulpen/pensil)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati daftar risiko masalah kesehatan menurut otoritas kesehatan berikut: Obesitas (kegemukan berlebih), Diabetes melitus (kencing manis akibat gula berlebih), Hipertensi (tekanan darah tinggi), dan Gangguan kebugaran fisik/otot lemah.
  2. Pasangkan setiap kebiasaan gaya hidup tidak sehat dengan risiko gangguan kesehatan yang paling tepat berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan.
  3. Tuliskan alasan kaitan langsung antara kebiasaan tersebut dengan risiko kesehatan yang terjadi pada format tabel.

Pertanyaan:

1. Identifikasi risiko kesehatan yang timbul bila seseorang terus-menerus mengonsumsi minuman manis kemasan berpemanis buatan secara berlebihan!

2. Identifikasi risiko kesehatan yang timbul akibat kebiasaan mengonsumsi camilan kemasan yang tinggi garam/natrium secara rutin!

3. Identifikasi kaitan antara gaya hidup sedenter (duduk seharian tanpa olahraga minimal 60 menit per hari) dengan penurunan kebugaran jasmani dan risiko obesitas!

Tabel 3 kolom: Kolom 1 'Kebiasaan Gaya Hidup Tidak Sehat', Kolom 2 'Risiko Kesehatan yang Mengintai', Kolom 3 'Kaitan/Penjelasan Hubungan Keduanya'.

Kegiatan 3: Analisis Kasus Keseharian: Memetakan Gaya Hidup dan Dampak Kesehatannya

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah secara berkelompok (3-4 murid) studi kasus anak era digital berikut: 'Rani sering tidur larut malam karena asyik menonton video di ponsel sambil mengunyah makanan cepat saji (junk food) tinggi lemak jenuh. Keesokan harinya di sekolah, Rani merasa pusing, badan pegal-pegal, mengantuk berat saat pelajaran PJOK, dan napasnya terasa sangat berat/ngos-ngosan saat diminta berjalan cepat mengelilingi lapangan.'
  2. Diskusikan dan identifikasi seluruh kaitan gaya hidup tidak sehat Rani dengan risiko kesehatan yang muncul baik jangka pendek maupun jangka panjang.
  3. Kerjakan pula bagian refleksi diri dan kumpulkan lembar kerja tepat waktu.

Pertanyaan:

1. Identifikasi 2 bentuk kebiasaan tidak sehat Rani dari teks di atas!

2. Identifikasi tanda-tanda gangguan kesehatan jangka pendek yang dialami tubuh Rani saat berada di sekolah!

3. Berdasarkan pedoman otoritas kesehatan, identifikasi 2 risiko penyakit tidak menular (kronis) jangka panjang jika Rani tidak mengubah kebiasaan tersebut!

Format isian terstruktur: Bagian A (Daftar Gaya Hidup Tidak Sehat Rani), Bagian B (Gejala/Risiko Kesehatan Jangka Pendek), Bagian C (Risiko Kesehatan Jangka Panjang Menurut Otoritas Kesehatan).

REFLEKSI

1. Dari kegiatan hari ini, kebiasaan hidup tidak sehat apa yang paling sering kamu jumpai pada teman seusiamu atau diri sendiri?

2. Mengapa mengenali risiko penyakit akibat perilaku kurang gerak dan pola makan tidak sehat sangat penting bagi kesehatan tubuhmu saat ini dan di masa depan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.