LKPD PJOK Kelas 5: Manfaat Komunitas Olahraga terhadap Kesehatan Mental
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 5 dengan topik "Manfaat Komunitas Olahraga terhadap Kesehatan Mental". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD PJOK Kelas 5: Manfaat Komunitas Olahraga terhadap Kesehatan Mental
PJOK - Kelas 5
Bab 4 - Pertemuan 6
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PJOK — Kelas 5 (Fase C) Topik: Manfaat Komunitas Olahraga terhadap Kesehatan Mental INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Mental: Memburu Manfaat Komunitas OlahragaEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Teks Bacaan untuk Kegiatan 1: "Ahmad bergabung dengan komunitas lari pagi di dekat rumahnya. Setiap Sabtu pagi, ia dan teman-temannya berlari bersama di taman kota. Sebelum bergabung, Ahmad sering merasa cemas dan kurang semangat menghadapi hari. Namun, setelah rutin berlari bersama komunitas selama dua bulan, Ahmad merasa lebih tenang. Ia tidak lagi mudah panik saat menghadapi ulangan. Teman-teman di komunitasnya selalu menyemangatinya ketika ia merasa lelah. Kini Ahmad lebih percaya diri dan punya banyak teman baru. Ia bahkan tidak sabar menunggu hari Sabtu tiba!" Berdasarkan cerita Ahmad, isilah Tabel Detektif Mental berikut. Temukan minimal 3 manfaat kesehatan mental dari komunitas olahraga! Ruang tabel jawaban 2. Menurutmu, mengapa berlari bersama komunitas bisa membuat Ahmad tidak lagi mudah panik saat ulangan? Jelaskan dengan kalimatmu sendiri! 3. Di antara tiga manfaat yang kamu temukan (mengurangi stres, meningkatkan percaya diri, mempererat hubungan sosial), mana yang paling terasa dampaknya bagi kehidupanmu sehari-hari? Beri tanda (✓) dan tuliskan alasannya. □ Mengurangi stres Alasanku: Tabel 3 kolom dengan judul: 'Manfaat Kesehatan Mental' | 'Bukti dari Teks' | 'Contoh Nyata dari Pengalamanku'. Sediakan 3 baris untuk 3 manfaat. Di bawah tabel, sediakan kotak uraian untuk pertanyaan 2 dan 3. Kegiatan 2: Peta Koneksi: Gaya Hidup Aktif vs. Gangguan Kesehatan MentalEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Informasi dari Otoritas Kesehatan (WHO & Kemenkes RI):
Berdasarkan informasi di atas, lengkapi tabel berikut dengan cara menghubungkan aktivitas komunitas olahraga dengan risiko gangguan kesehatan mental yang dicegah! Ruang tabel jawaban 2. Gambarlah Peta Koneksi kelompokmu! Tulis 'Gaya Hidup Aktif dalam Komunitas' di kotak tengah. Kemudian hubungkan dengan minimal 4 manfaat pencegahan yang berbeda menggunakan panah. Beri label setiap panah dengan kata kunci singkat. Ruang gambar 3. Berdasarkan informasi dari WHO dan Kemenkes, berapa menit minimal anak seusiamu sebaiknya aktif bergerak setiap hari? Jika kamu bergabung dalam komunitas olahraga yang berlatih 3 kali seminggu selama 45 menit, apakah sudah cukup memenuhi rekomendasi tersebut? Jelaskan hitunganmu! 4. Diskusikan bersama kelompokmu: Apa yang bisa terjadi pada kesehatan mental seseorang jika ia memilih gaya hidup sedenter (banyak duduk, jarang bergerak, sering bermain gadget seharian)? Tuliskan minimal 2 risiko dan cara mencegahnya! Tabel 3 kolom ('Aktivitas Komunitas' | 'Risiko Gangguan Mental yang Dicegah' | 'Cara Pencegahannya') untuk pertanyaan 1 — sediakan 3 baris. Kotak besar kosong bergaris pinggir untuk menggambar Peta Koneksi (pertanyaan 2). Kotak uraian untuk pertanyaan 3 dan 4. Kegiatan 3: Rancang Komunitasku: Proyek Mini Komunitas Olahraga Sehat MentalEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan nama komunitas olahragamu dan jenis olahraga yang akan dilakukan bersama. Berikan alasan mengapa kamu memilih olahraga tersebut untuk menjaga kesehatan mental anggota! 2. Rancang jadwal mingguan komunitasmu! Isi tabel jadwal berikut dengan minimal 3 sesi dalam seminggu. Pastikan total aktivitas minimal 60 menit per hari di hari aktif. Ruang tabel jawaban 3. Rancanglah 2 program spesial komunitasmu yang langsung menargetkan manfaat kesehatan mental berikut:
Untuk setiap program, jelaskan: nama program, kegiatannya, dan mengapa itu bisa membantu kesehatan mental. 4. Tuliskan 1 slogan atau jargon menarik untuk komunitasmu yang mencerminkan semangat hidup aktif dan sehat mental! (Contoh format: 'Gerak Bersama, Bahagia Bersama!') 5. Setelah merancang komunitasmu, jelaskan: bagaimana komunitasmu ini bisa mencegah risiko gangguan kesehatan mental bagi anggotanya? Hubungkan jawabanmu dengan informasi dari WHO atau Kemenkes yang sudah kamu pelajari! Kotak 'Kartu Identitas Komunitas' berisi: (1) Nama komunitas & jenis olahraga + alasan (kotak isian + uraian singkat); (2) Tabel jadwal 4 kolom: Hari | Waktu | Kegiatan | Durasi — sediakan 5 baris; (3) Dua kotak terpisah untuk Program 1 dan Program 2 masing-masing berisi: Nama Program, Kegiatan, Alasan; (4) Kotak slogan bergaris pinggir tebal; (5) Kotak uraian untuk pertanyaan 5. Seluruh 'kartu' bisa dihias dan diberi nama serta gambar komunitas. REFLEKSI1. Setelah kegiatan hari ini, apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang hubungan antara komunitas olahraga dan kesehatan mentalmu? Bagaimana perasaanmu saat mengetahui hal tersebut? 2. Apakah kamu saat ini sudah memiliki komunitas olahraga atau aktivitas fisik rutin bersama teman? Jika sudah, manfaat apa yang kamu rasakan? Jika belum, komunitas seperti apa yang ingin kamu ikuti dan mengapa? 3. Setelah merancang komunitas olahragamu sendiri, satu langkah kecil apa yang bisa kamu mulai lakukan mulai besok untuk hidup lebih aktif dan menjaga kesehatan mentalmu? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.