LKPDPertemuan 6Bab 4Fase CSemester 2

LKPD PJOK Kelas 5: Manfaat Komunitas Olahraga terhadap Kesehatan Mental

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 5 dengan topik "Manfaat Komunitas Olahraga terhadap Kesehatan Mental". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 5: Manfaat Komunitas Olahraga terhadap Kesehatan Mental

PJOK - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Manfaat Komunitas Olahraga terhadap Kesehatan Mental

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikManfaat Komunitas Olahraga terhadap Kesehatan Mental
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi dan menjelaskan manfaat berpartisipasi dalam komunitas olahraga terhadap kesehatan mental, seperti mengurangi stres, meningkatkan rasa percaya diri, dan mempererat hubungan sosial.
  2. Murid dapat menghubungkan antara gaya hidup aktif dalam komunitas dengan pencegahan risiko gangguan kesehatan mental berdasarkan informasi dari otoritas kesehatan.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dan pertanyaan dengan teliti sebelum menjawab.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1 hingga Kegiatan 3.
  • Pada kegiatan diskusi, dengarkan pendapat temanmu dan hargai perbedaan pandangan.
  • Tulis jawabanmu dengan rapi di ruang yang sudah disediakan.
  • Jika ada kata atau kalimat yang belum kamu pahami, tanyakan kepada gurumu.
  • Berikan yang terbaik — tidak ada jawaban yang salah selama kamu berpikir dengan sungguh-sungguh!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Mental: Memburu Manfaat Komunitas Olahraga

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil/pulpen
  • Teks bacaan (tercetak dalam LKPD)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks pendek di bawah ini dengan saksama.
  2. Setelah membaca, bayangkan kamu adalah 'Detektif Mental' yang sedang mencari bukti manfaat komunitas olahraga bagi kesehatan mental.
  3. Isi tabel detektif berdasarkan apa yang kamu temukan dari teks dan pengalaman pribadimu.
  4. Untuk kolom 'Bukti dari Teks', tuliskan kalimat atau frasa dari teks yang mendukung jawabanmu.
  5. Untuk kolom 'Contoh Nyata', tuliskan satu contoh yang pernah kamu alami atau lihat sendiri.

Pertanyaan:

1. Teks Bacaan untuk Kegiatan 1:

"Ahmad bergabung dengan komunitas lari pagi di dekat rumahnya. Setiap Sabtu pagi, ia dan teman-temannya berlari bersama di taman kota. Sebelum bergabung, Ahmad sering merasa cemas dan kurang semangat menghadapi hari. Namun, setelah rutin berlari bersama komunitas selama dua bulan, Ahmad merasa lebih tenang. Ia tidak lagi mudah panik saat menghadapi ulangan. Teman-teman di komunitasnya selalu menyemangatinya ketika ia merasa lelah. Kini Ahmad lebih percaya diri dan punya banyak teman baru. Ia bahkan tidak sabar menunggu hari Sabtu tiba!"

Berdasarkan cerita Ahmad, isilah Tabel Detektif Mental berikut. Temukan minimal 3 manfaat kesehatan mental dari komunitas olahraga!

Ruang tabel jawaban

2. Menurutmu, mengapa berlari bersama komunitas bisa membuat Ahmad tidak lagi mudah panik saat ulangan? Jelaskan dengan kalimatmu sendiri!

3. Di antara tiga manfaat yang kamu temukan (mengurangi stres, meningkatkan percaya diri, mempererat hubungan sosial), mana yang paling terasa dampaknya bagi kehidupanmu sehari-hari? Beri tanda (✓) dan tuliskan alasannya.

□ Mengurangi stres
□ Meningkatkan percaya diri
□ Mempererat hubungan sosial

Alasanku:

Tabel 3 kolom dengan judul: 'Manfaat Kesehatan Mental' | 'Bukti dari Teks' | 'Contoh Nyata dari Pengalamanku'. Sediakan 3 baris untuk 3 manfaat. Di bawah tabel, sediakan kotak uraian untuk pertanyaan 2 dan 3.

Kegiatan 2: Peta Koneksi: Gaya Hidup Aktif vs. Gangguan Kesehatan Mental

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil/pulpen berwarna (opsional untuk peta koneksi)
  • Penggaris (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu akan bekerja dalam kelompok kecil (3–4 orang).
  2. Bacalah kartu informasi yang diberikan gurumu (atau informasi di bawah ini).
  3. Diskusikan bersama kelompokmu: bagaimana gaya hidup aktif dalam komunitas bisa mencegah gangguan kesehatan mental?
  4. Gambar 'Peta Koneksi' di ruang yang disediakan: tuliskan 'Gaya Hidup Aktif dalam Komunitas' di tengah, lalu hubungkan dengan manfaat-manfaat pencegahan yang kamu temukan menggunakan garis dan panah.
  5. Setelah selesai, satu perwakilan kelompok mempresentasikan peta koneksinya kepada kelas.

Pertanyaan:

1. Informasi dari Otoritas Kesehatan (WHO & Kemenkes RI):

  • WHO menyatakan bahwa aktivitas fisik teratur dapat menurunkan risiko depresi dan kecemasan hingga 30%.
  • Kemenkes RI merekomendasikan anak usia sekolah untuk aktif bergerak minimal 60 menit setiap hari.
  • Bergabung dalam komunitas olahraga terbukti meningkatkan rasa memiliki (sense of belonging) yang melindungi seseorang dari perasaan kesepian.
  • Aktivitas fisik merangsang pelepasan endorfin — zat alami di otak yang membuat perasaan lebih bahagia dan tenang.

Berdasarkan informasi di atas, lengkapi tabel berikut dengan cara menghubungkan aktivitas komunitas olahraga dengan risiko gangguan kesehatan mental yang dicegah!

Ruang tabel jawaban

2. Gambarlah Peta Koneksi kelompokmu! Tulis 'Gaya Hidup Aktif dalam Komunitas' di kotak tengah. Kemudian hubungkan dengan minimal 4 manfaat pencegahan yang berbeda menggunakan panah. Beri label setiap panah dengan kata kunci singkat.

Ruang gambar

3. Berdasarkan informasi dari WHO dan Kemenkes, berapa menit minimal anak seusiamu sebaiknya aktif bergerak setiap hari? Jika kamu bergabung dalam komunitas olahraga yang berlatih 3 kali seminggu selama 45 menit, apakah sudah cukup memenuhi rekomendasi tersebut? Jelaskan hitunganmu!

4. Diskusikan bersama kelompokmu: Apa yang bisa terjadi pada kesehatan mental seseorang jika ia memilih gaya hidup sedenter (banyak duduk, jarang bergerak, sering bermain gadget seharian)? Tuliskan minimal 2 risiko dan cara mencegahnya!

Tabel 3 kolom ('Aktivitas Komunitas' | 'Risiko Gangguan Mental yang Dicegah' | 'Cara Pencegahannya') untuk pertanyaan 1 — sediakan 3 baris. Kotak besar kosong bergaris pinggir untuk menggambar Peta Koneksi (pertanyaan 2). Kotak uraian untuk pertanyaan 3 dan 4.

Kegiatan 3: Rancang Komunitasku: Proyek Mini Komunitas Olahraga Sehat Mental

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil/pulpen
  • Pensil warna atau spidol (untuk menghias kartu komunitas)
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan kamu adalah ketua komunitas olahraga baru di sekolahmu yang bertujuan menjaga kesehatan mental anggotanya.
  2. Kamu bertugas merancang sebuah 'Kartu Identitas Komunitas' untuk komunitasmu.
  3. Isi semua bagian kartu identitas dengan kreatif dan penuh semangat!
  4. Pastikan programmu benar-benar bisa membantu anggota mengurangi stres, meningkatkan percaya diri, dan mempererat pertemanan.
  5. Setelah selesai, tempelkan kartu identitasmu di papan kelas dan lakukan 'kunjungan galeri' — jalan-jalan melihat karya temanmu dan berikan bintang pada ide yang paling menarik!

Pertanyaan:

1. Tuliskan nama komunitas olahragamu dan jenis olahraga yang akan dilakukan bersama. Berikan alasan mengapa kamu memilih olahraga tersebut untuk menjaga kesehatan mental anggota!

2. Rancang jadwal mingguan komunitasmu! Isi tabel jadwal berikut dengan minimal 3 sesi dalam seminggu. Pastikan total aktivitas minimal 60 menit per hari di hari aktif.

Ruang tabel jawaban

3. Rancanglah 2 program spesial komunitasmu yang langsung menargetkan manfaat kesehatan mental berikut:

  • Program 1: Untuk mengurangi stres anggota
  • Program 2: Untuk meningkatkan rasa percaya diri anggota

Untuk setiap program, jelaskan: nama program, kegiatannya, dan mengapa itu bisa membantu kesehatan mental.

4. Tuliskan 1 slogan atau jargon menarik untuk komunitasmu yang mencerminkan semangat hidup aktif dan sehat mental! (Contoh format: 'Gerak Bersama, Bahagia Bersama!')

5. Setelah merancang komunitasmu, jelaskan: bagaimana komunitasmu ini bisa mencegah risiko gangguan kesehatan mental bagi anggotanya? Hubungkan jawabanmu dengan informasi dari WHO atau Kemenkes yang sudah kamu pelajari!

Kotak 'Kartu Identitas Komunitas' berisi: (1) Nama komunitas & jenis olahraga + alasan (kotak isian + uraian singkat); (2) Tabel jadwal 4 kolom: Hari | Waktu | Kegiatan | Durasi — sediakan 5 baris; (3) Dua kotak terpisah untuk Program 1 dan Program 2 masing-masing berisi: Nama Program, Kegiatan, Alasan; (4) Kotak slogan bergaris pinggir tebal; (5) Kotak uraian untuk pertanyaan 5. Seluruh 'kartu' bisa dihias dan diberi nama serta gambar komunitas.

REFLEKSI

1. Setelah kegiatan hari ini, apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang hubungan antara komunitas olahraga dan kesehatan mentalmu? Bagaimana perasaanmu saat mengetahui hal tersebut?

2. Apakah kamu saat ini sudah memiliki komunitas olahraga atau aktivitas fisik rutin bersama teman? Jika sudah, manfaat apa yang kamu rasakan? Jika belum, komunitas seperti apa yang ingin kamu ikuti dan mengapa?

3. Setelah merancang komunitas olahragamu sendiri, satu langkah kecil apa yang bisa kamu mulai lakukan mulai besok untuk hidup lebih aktif dan menjaga kesehatan mentalmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.