LKPDPertemuan 2Bab 2Fase CSemester 1

LKPD PJOK Kelas 5: Menginvestigasi Konsep Ruang Arah dan Ketinggian Operan untuk Peningkatan Gerak Bola Keranjang

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 5 dengan topik "Menginvestigasi Konsep Ruang Arah dan Ketinggian Operan untuk Peningkatan Gerak Bola Keranjang".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 5: Menginvestigasi Konsep Ruang Arah dan Ketinggian Operan untuk Peningkatan Gerak Bola Keranjang

PJOK - Kelas 5

Bab 2 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menginvestigasi Konsep Ruang Arah dan Ketinggian Operan untuk Peningkatan Gerak Bola Keranjang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenginvestigasi Konsep Ruang Arah dan Ketinggian Operan untuk Peningkatan Gerak Bola Keranjang
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menginvestigasi berbagai konsep gerak untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak pada permainan bola keranjang

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran dan lakukan pemanasan bersama kelompok.
  • Bekerjasamalah secara aktif dalam kelompok penyelidikan gerak yang telah dibagi oleh guru.
  • Lakukan setiap uji coba gerak secara sungguh-sungguh, aman, dan perhatikan ruang gerak teman di sekitarmu.
  • Catat hasil pengamatan dan investigasi pada lembar kerja ini secara jujur dan cermat.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Investigasi 1: Uji Konsep Ketinggian Operan (Tinggi, Sedang, Rendah)

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Bola keranjang / bola basket / bola modifikasi
  • Peluit dan stopwatch
  • Cone penanda jarak

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 3 orang: Murid A (pengoper), Murid B (penjaga di tengah dengan tangan direntangkan), dan Murid C (penerima operan berjarak 4 meter).
  2. Lakukan operan bola keranjang dari Murid A ke Murid C sebanyak 3 kali untuk tiap tingkatan ketinggian: Operan Tinggi (melambung di atas kepala penjaga), Operan Sedang (setinggi dada/bahu sejajar jangkauan tangan penjaga), dan Operan Rendah (memantul ke lantai di bawah rentangan tangan penjaga).
  3. Amati keberhasilan operan (apakah bola berhasil sampai ke tangan penerima tanpa tertepis penjaga).
  4. Catat hasil investigasi kalian pada tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel hasil investigasi operan bola keranjang berdasarkan tingkat ketinggian saat dihalangi oleh penjaga:

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan investigasi di atas, ketinggian operan manakah yang paling efektif menembus hadangan penjaga yang merentangkan tangan ke samping? Jelaskan alasan konsep geraknya!

Tabel 3 baris berisi kolom: [Tingkat Ketinggian Operan], [Jumlah Operan Berhasil (dari 3 percobaan)], [Hasil Pengamatan Ruang Gerak]. Di bawahnya disediakan area garis untuk uraian penjelasan alasan konsep gerak.

Kegiatan 2: Investigasi 2: Uji Konsep Arah Gerak Operan (Lurus vs Diagonal/Sudut)

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Bola keranjang
  • Cone penanda posisi diagonal

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tetap bersama kelompokmu dengan peran: Pengoper, Penjaga di tengah, dan Penerima.
  2. Percobaan A: Penerima berdiri diam lurus di belakang penjaga, pengoper mencoba mengoper langsung secara lurus.
  3. Percobaan B: Penerima bergerak berpindah membuka ruang ke arah samping/diagonal (sudut serong kanan atau kiri), pengoper mengoper bola ke arah ruang kosong tersebut.
  4. Uji masing-masing arah gerak sebanyak 3 kali percobaan.
  5. Diskusikan bagaimana perubahan arah membuka ruang operan yang lebih aman.

Pertanyaan:

1. Bandingkan kemudahan operan antara arah lurus dan arah diagonal saat menghadapi penjaga pada tabel berikut:

Ruang tabel jawaban

2. Bagaimana hubungan antara mengubah arah operan ke ruang kosong dengan peningkatan keberhasilan keterampilan mengoper bola keranjang?

Tabel perbandingan 2 baris (Arah Lurus vs Arah Diagonal) dengan kolom: [Arah Operan], [Kemudahan Mengoper], [Analisis Ruang Gerak]. Diikuti 3 baris kosong untuk uraian jawaban nomor 2.

Kegiatan 3: Investigasi 3: Penerapan Kombinasi Ruang Arah dan Ketinggian dalam Situasi Bermain Nyata

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Bola keranjang
  • Keranjang / ring bola basket
  • Rompi tim (2 warna berbeda)
  • Peluit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bermain simulasi bola keranjang 3 lawan 3 di area setengah lapangan.
  2. Terapkan temuan konsep gerak dari Investigasi 1 dan 2 (memilih ketinggian dan arah operan yang tepat sesuai ruang yang terbuka).
  3. Setiap regu mengamati dan mencatat keputusan konsep ruang dan ketinggian yang paling sering menghasilkan poin atau operan sukses selama 10 menit permainan.
  4. Selesaikan pencatatan, jawab pertanyaan evaluasi, lalu ikuti kegiatan pendinginan dan refleksi bersama guru.

Pertanyaan:

1. Sebutkan 2 situasi nyata dalam permainan tadi ketika kelompokmu memilih kombinasi konsep arah dan ketinggian operan tertentu untuk meloloskan bola!

2. Simpulkan bagaimana pemahaman konsep ruang (arah dan ketinggian) dapat meningkatkan keterampilan bermain bola keranjang kelompokmu!

Format isian terstruktur: [Situasi 1: Kondisi Lawan & Pilihan Kombinasi Gerak], [Situasi 2: Kondisi Lawan & Pilihan Kombinasi Gerak], dan kotak kesimpulan akhir investigasi.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari konsep ruang (ketinggian atau arah operan) yang paling menantang untuk kamu terapkan saat dijaga lawan? Mengapa?

2. Bagaimana perasaanmu saat berhasil mengoper bola melewati penjaga dengan memanfaatkan ruang kosong bersama teman sekelompokmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.