LKPDPertemuan 2Bab 1Fase CSemester 1

LKPD PJOK Kelas 5: Menyesuaikan Keterampilan Gerak Lokomotor Lompat dan Loncat Melintasi Rintangan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 5 dengan topik "Menyesuaikan Keterampilan Gerak Lokomotor Lompat dan Loncat Melintasi Rintangan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 5: Menyesuaikan Keterampilan Gerak Lokomotor Lompat dan Loncat Melintasi Rintangan

PJOK - Kelas 5

Bab 1 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menyesuaikan Keterampilan Gerak Lokomotor Lompat dan Loncat Melintasi Rintangan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenyesuaikan Keterampilan Gerak Lokomotor Lompat dan Loncat Melintasi Rintangan
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyesuaikan keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak lokomotor jalan, lari, lompat, dan loncat

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran PJOK.
  • Pastikan kamu memakai seragam olahraga lengkap dan sepatu yang nyaman.
  • Lakukan pemanasan bersama teman dan gurumu sebelum melakukan gerak melintasi rintangan.
  • Ikuti setiap petunjuk rintangan dengan tertib dan utamakan keselamatan saat melompat maupun meloncat.
  • Bekerjasamalah secara sportif dan saling mengamati gerak teman saat giliran berganti.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Penyesuaian Gerak Lompat dan Loncat pada Rintangan Bertingkat

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kardus bekas datar / penanda lantai (cones)
  • Gawang aman dari pipa busa/kardus sedang
  • Peluit dan stopwatch

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati dua jenis rintangan di lintasan: rintangan jarak datar (kardus pipih/lingkaran lantai) dan rintangan tinggi (gawang busa/kardus berdiri).
  2. Praktikkan gerak melintas: gunakan gerak melompat (tolakan satu kaki) saat membutuhkan jangkauan maju, dan meloncat (tolakan dua kaki) saat membutuhkan tolakan ke atas.
  3. Cobalah menyesuaikan awalan gerak (berjalan atau berlari pelan/cepat) sebelum melintasi masing-masing rintangan.
  4. Diskusikan dengan teman pasanganmu bagaimana kamu menyesuaikan tumpuan kaki saat rintangan berubah bentuk.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan praktik yang kamu lakukan, bagaimana kamu menyesuaikan penggunaan tumpuan kaki ketika berganti dari melompati rintangan mendatar ke meloncat melewati rintangan yang lebih tinggi?

2. Lengkapilah tabel pengamatan penyesuaian gerak lokomotor melintasi rintangan berikut sesuai hasil praktikmu!

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: [Situasi Rintangan | Bentuk Penyesuaian Gerak Tumpuan (Lompat/Loncat) | Penyesuaian Posisi Mendarat]. Baris 1: Rintangan Kardus Datar Lebar; Baris 2: Rintangan Gawang Busa Tinggi.

Kegiatan 2: Tantangan Penyesuaian Gerak di Lintasan Sirkuit Kombinasi

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Cones kerucut untuk jalur zig-zag
  • Matras atau tali pembatas untuk parit rintangan
  • Gawang busa aman berjarak rapat
  • Lembar catatan kelompok

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Buat kelompok beranggotakan 4-5 anak untuk mencoba lintasan sirkuit kombinasi (Jalan zig-zag -> Lari percepatan -> Lompat parit rintangan -> Loncat gawang berturut-turut).
  2. Setiap anggota mencoba lintasan secara bergiliran dan menyesuaikan pergantian gerak lokomotor secara berurutan tanpa berhenti.
  3. Anggota yang sedang menunggu giliran mengamati dan mencatat apakah rekannya berhasil menyesuaikan ritme gerak saat menghadapi perubahan rintangan.
  4. Lakukan pengulangan sebanyak 2 putaran per anak untuk memantapkan penyesuaian gerak tubuh.

Pertanyaan:

1. Saat berpindah dari lari kencang menuju rintangan loncat yang berjarak rapat, penyesuaian gerak apa yang harus kamu lakukan pada kecepatan langkah dan lututmu agar tidak menabrak rintangan?

2. Beri tanda centang (V) pada pernyataan yang menunjukkan penyesuaian gerak lokomotor yang tepat ketika melintasi rintangan, dan tanda silang (X) jika tidak tepat: (a) Mempercepat lari tanpa mengubah tumpuan saat gawang rintangan makin tinggi; (b) Mengubah gerak dari lari ke lompat tolakan satu kaki saat jarak rintangan cukup panjang mendatar; (c) Langsung meluruskan lutut secara kaku saat mendarat setelah meloncat tinggi.

Format isian uraian 3-4 baris untuk nomor 1, serta format pilihan centang (V) / silang (X) disertai alasan singkat untuk butir a, b, dan c pada nomor 2.

Kegiatan 3: Uji Penyesuaian Gerak Zona Petualangan Dinamis

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Rintangan kardus fleksibel berbagai ukuran
  • Simpai / hula hoop penanda zona pijakan
  • Stopwatch dan peluit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan permainan 'Zona Petualangan Dinamis' di mana rintangan diubah posisinya secara acak oleh guru (jarak antar rintangan bervariasi: dekat, jauh, rendah, tinggi).
  2. Secara bergiliran, sesuaikan pilihan gerak lokomotor (jalan, lari, lompat, atau loncat) secara spontan dan tepat saat melihat jenis rintangan di depanmu.
  3. Setelah melintasi rintangan, catat penyesuaian gerak apa yang paling berhasil membuatmu melintas dengan lancar dan aman.
  4. Bersama guru dan teman sekelas, lakukan pendinginan, transisi pengumpulan lembar kerja, dan penutup kegiatan.

Pertanyaan:

1. Ketika guru tiba-tiba memindahkan posisi rintangan menjadi sangat dekat satu sama lain, bagaimana kamu menyesuaikan gerak lokomotormu agar tetap berhasil melompat/meloncat tanpa terjatuh?

Uraian terbuka berupa paragraf penjelasan singkat (3-5 kalimat) yang menjelaskan keputusan penyesuaian gerak langkah kaki dan tolakan tubuh.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari rintangan tadi yang paling menuntutmu berpikir cepat dalam menyesuaikan gerak kaki?

2. Bagaimana perasaanmu ketika berhasil menyesuaikan gerak lompat atau loncat tanpa menyentuh rintangan?

3. Apa yang akan kamu perbaiki pada posisi kaki atau tubuhmu jika menghadapi lintasan rintangan yang baru di pertemuan berikutnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.