LKPDPertemuan 4Bab 5Fase BSemester 2

LKPD PJOK Kelas 4: Mengenali Berbagai Aktivitas Jasmani Rekreatif untuk Pencegahan Risiko Kesehatan di Rumah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 4 dengan topik "Mengenali Berbagai Aktivitas Jasmani Rekreatif untuk Pencegahan Risiko Kesehatan di Rumah".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 4: Mengenali Berbagai Aktivitas Jasmani Rekreatif untuk Pencegahan Risiko Kesehatan di Rumah

PJOK - Kelas 4

Bab 5 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenali Berbagai Aktivitas Jasmani Rekreatif untuk Pencegahan Risiko Kesehatan di Rumah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenali Berbagai Aktivitas Jasmani Rekreatif untuk Pencegahan Risiko Kesehatan di Rumah
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengenali berbagai aktivitas jasmani untuk pencegahan risiko kesehatan

PETUNJUK UMUM

  • Tuliskan nama lengkap, nomor absen, dan kelas pada lembar LKPD.
  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara mandiri atau bersama teman sesuai arahan gurumu.
  • Gunakan alat tulis dengan rapi untuk mencatat atau memberi tanda jawaban.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mendeteksi Perilaku Diam dan Aktivitas Jasmani di Rumah

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil atau pulpen
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 4 daftar kebiasaan sehari-hari di rumah yang tertulis pada lembar kerja.
  2. Kenali mana kebiasaan yang termasuk gaya hidup kurang gerak (berisiko buruk bagi kesehatan) dan mana aktivitas jasmani rekreatif (menyehatkan tubuh).
  3. Berikan tanda centang (✓) pada kolom 'Risiko Kurang Gerak' jika kebiasaan tersebut berisiko membuat tubuh tidak bugar/kaku/lemas, atau pada kolom 'Aktivitas Pencegah Risiko' jika kegiatan tersebut berupa gerak aktif yang menyehatkan.

Pertanyaan:

1. Tentukan kelompok yang tepat untuk kebiasaan nomor 1: Duduk menonton televisi sambil bermain gawai selama 4 jam tanpa jeda.

Ruang tabel jawaban

2. Tentukan kelompok yang tepat untuk kebiasaan nomor 2: Bermain lompat tali (skipping) ceria di teras rumah selama 15 menit.

Ruang tabel jawaban

3. Tentukan kelompok yang tepat untuk kebiasaan nomor 3: Berbaring terus di kasur sepanjang siang hari setelah makan kenyang.

Ruang tabel jawaban

4. Tentukan kelompok yang tepat untuk kebiasaan nomor 4: Senam irama gembira bersama anggota keluarga di ruang tamu.

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 baris dengan 3 kolom: Kolom 1 (Daftar Kebiasaan), Kolom 2 (Tanda Centang Risiko Kurang Gerak), Kolom 3 (Tanda Centang Aktivitas Pencegah Risiko).

Kegiatan 2: Menjodohkan Aktivitas Jasmani Rumah dengan Risiko Kesehatan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil atau pulpen
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati daftar risiko kesehatan akibat kurang gerak pada Kotak A.
  2. Cermati pilihan aktivitas jasmani rekreatif di rumah pada Kotak B.
  3. Tarik garis atau tuliskan huruf pasangan yang tepat antara aktivitas jasmani rekreatif dengan risiko kesehatan yang dicegahnya.

Pertanyaan:

1. Risiko Kesehatan: Otot kaki terasa lemah, kaku, dan mudah lelah saat menaiki tangga. Manakah aktivitas jasmani rekreatif di rumah yang dapat mengenali pencegahan risiko ini? Pilihan: A) Senam peregangan santai di pagi hari, B) Bermain engklek atau lompat rintangan kardus di halaman, C) Melakukan gerakan tarik-lepas napas sambil duduk tenang.

2. Risiko Kesehatan: Badan kaku dan pegal-pegal di leher serta punggung karena terlalu lama duduk menunduk. Manakah aktivitas jasmani rekreatif di rumah yang tepat untuk pencegahannya? Pilihan: A) Senam peregangan santai di pagi hari, B) Bermain engklek atau lompat rintangan kardus di halaman, C) Menonton video permainan olahraga.

3. Risiko Kesehatan: Berat badan berlebih dan tubuh terasa cepat lesu/tidak bugar karena kurang membakar tenaga. Manakah aktivitas jasmani rekreatif rumah tangga yang tepat untuk pencegahannya? Pilihan: A) Duduk bersandar di sofa, B) Gerak aktif membersihkan pekarangan sambil menyiram tanaman dan berjalan lincah, C) Mengobrol santai tanpa berpindah tempat.

Format isian huruf dan teks pilihan (misal: 1. B - Bermain engklek; 2. A - Senam peregangan; 3. B - Gerak aktif membersihkan pekarangan).

Kegiatan 3: Menemukan Pilihan Aktivitas Jasmani Pencegah Risiko di Lingkungan Rumah

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis/lembar kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi situasi singkat tentang keadaan keluarga di rumah.
  2. Kenali dan pilih 3 jenis aktivitas jasmani rekreatif yang mudah dilakukan di lingkungan rumah agar anggota keluarga terhindar dari bahaya penyakit/kurang gerak.
  3. Tuliskan nama aktivitas jasmani rekreatif tersebut beserta risiko fisik yang dicegahnya.
  4. Kegiatan ini mencakup penyelesaian tugas, pengisian refleksi bersama guru, serta penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Sebutkan 3 jenis aktivitas jasmani rekreatif yang dapat kamu lakukan di rumah beserta 1 risiko kesehatan (misal: badan kaku, obesitas/kegemukan, otot lemah) yang dicegah oleh masing-masing aktivitas tersebut!

Disediakan daftar berbutir (nomor 1, 2, 3) yang memuat format: Nama Aktivitas Jasmani Rekreatif Rumah — Risiko Kesehatan yang Dicegah.

REFLEKSI

1. Aktivitas jasmani rekreatif apa di rumah yang paling kamu kenali dan paling kamu sukai agar tubuhmu terhindar dari rasa kaku atau lesu?

2. Menurutmu, mengapa kita harus mengenali bahaya terlalu lama diam di rumah dan segera menggantinya dengan gerak aktif yang menyehatkan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.