LKPDPertemuan 1Bab 5Fase BSemester 2

LKPD PJOK Kelas 4: Mengenali Risiko Kesehatan Akibat Kurang Gerak dan Perilaku Sedenter

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 4 dengan topik "Mengenali Risiko Kesehatan Akibat Kurang Gerak dan Perilaku Sedenter".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 4: Mengenali Risiko Kesehatan Akibat Kurang Gerak dan Perilaku Sedenter

PJOK - Kelas 4

Bab 5 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenali Risiko Kesehatan Akibat Kurang Gerak dan Perilaku Sedenter

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenali Risiko Kesehatan Akibat Kurang Gerak dan Perilaku Sedenter
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup yang tidak sehat

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap petunjuk dan cerita ilustrasi dengan saksama.
  • Bekerjasamalah dengan tertib saat berdiskusi bersama teman sekelompokmu.
  • Tuliskan jawaban langsung pada ruang dan tabel yang telah disediakan di lembar kerja ini.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Kebiasaan: Menemukan Risiko Kurang Gerak

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil atau pulpen
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cerita singkat tentang kebiasaan tokoh Dodi berikut: 'Setiap hari sepulang sekolah, Dodi menghabiskan waktu 5 hingga 6 jam duduk diam di depan televisi sambil bermain gawai dan terus memakan camilan manis tanpa beranjak bergerak atau berolahraga.'
  2. Amati kebiasaan Dodi tersebut bersama teman sebangkumu.
  3. Kenali dan tuliskan risiko kesehatan yang dapat terjadi pada tubuh Dodi akibat kebiasaan gaya hidup tidak sehat tersebut ke dalam tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan cerita Dodi, sebutkan 3 tanda perilaku gaya hidup tidak sehat (kurang gerak) yang ia lakukan setiap hari!

2. Lengkapilah tabel pengenalan risiko kesehatan akibat gaya hidup tidak sehat berikut dengan menuliskan apa yang akan dirasakan tubuh dan risiko penyakit yang mengintai!

Ruang tabel jawaban

Format jawaban nomor 1: Tulislah dalam 3 butir kalimat singkat. Format jawaban nomor 2: Isilah tabel 3 baris dengan kolom: (1) Bagian Tubuh/Kondisi, (2) Risiko Kesehatan yang Terjadi (Baris 1: Berat badan/bentuk tubuh, Baris 2: Kondisi otot dan stamina tubuh, Baris 3: Organ dalam tubuh).

Kegiatan 2: Menghubungkan Gaya Hidup dan Risiko Kesehatannya

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan daftar pilihan kebiasaan tidak sehat di Kolom A dan daftar risiko gangguan kesehatan di Kolom B.
  2. Pasangkan setiap kebiasaan gaya hidup tidak sehat di Kolom A dengan risiko kesehatan yang tepat di Kolom B dengan menuliskan huruf pasangannya.
  3. Diskusikan alasan mengapa kebiasaan tersebut dapat menimbulkan risiko tersebut bersama kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Pasangkan 4 kebiasaan gaya hidup tidak sehat berikut dengan risiko kesehatannya secara tepat!
Kolom A (Kebiasaan):

  1. Duduk bersandar seharian tanpa berpindah tempat
  2. Gemar mengonsumsi makanan cepat saji tinggi gula dan lemak sambil rebahan
  3. Menatap layar ponsel hingga larut malam dan kurang tidur
  4. Menolak berjalan kaki atau naik tangga dan selalu minta diantar kendaraan jarak sangat dekat

Kolom B (Risiko Kesehatan):

  1. Daya tahan tubuh menurun, kepala pusing, dan mata lelah
    1. Kekuatan otot kaki menyusut dan sendi kaku karena jarang difungsikan
    2. Sirkulasi darah menjadi lambat dan tubuh cepat merasa pegal-pegal
    3. Penumpukan kalori berlebih yang memicu kegemukan (obesitas)

2. Dari keempat pasangan di atas, jelaskan secara singkat risiko kesehatan utama yang paling cepat terjadi pada tubuh seseorang jika sama sekali tidak aktif bergerak dalam aktivitas hariannya!

Format jawaban nomor 1: Tuliskan nomor kebiasaan dan huruf pasangannya, misalnya (1)-C, (2)-D, (3)-A, (4)-B. Format jawaban nomor 2: Tuliskan uraian penjelasan dalam 2-3 kalimat pada garis berbaris yang disediakan.

Kegiatan 3: Diskusi Kelompok: Analisis Kasus Risiko Sedenter

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kelompok
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 orang.
  2. Cermati studi kasus berikut: 'Rani adalah murid kelas 4 yang lebih suka menghabiskan jam istirahat sekolah dengan duduk melamun atau membaca gawai di sudut kelas. Rani sering mengeluh punggungnya pegal, badannya terasa berat, dan napasnya cepat terengah-engah saat harus berjalan menaiki tangga sekolah.'
  3. Diskusikan bersama kelompok untuk mengenali apa saja risiko kesehatan jangka pendek dan jangka panjang yang dihadapi Rani jika gaya hidup sedenter (kurang gerak) ini terus berlanjut.
  4. Tuliskan kesimpulan hasil diskusi kelompok pada bagan klasifikasi risiko kesehatan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kasus Rani, kelompokkan keluhan yang sudah dirasakan Rani dan potensi risiko kesehatan jangka panjang yang dapat muncul jika kebiasaan tersebut terus dibiarkan!

Format bagan klasifikasi 2 kolom: Kolom Kiri berjudul 'Tanda Keluhan Risiko yang Sudah Terjadi' (minimal 2 poin keluhan Rani), Kolom Kanan berjudul 'Risiko Kesehatan Jangka Panjang di Masa Depan' (minimal 2 risiko penyakit/gangguan kesehatan). Bagian bawah mencakup alokasi waktu refleksi dan kesimpulan kelas.

REFLEKSI

1. Dari kegiatan hari ini, apakah kamu pernah melakukan kebiasaan kurang gerak seperti duduk terlalu lama? Bagaimana rasanya tubuhmu saat itu?

2. Apa risiko kesehatan yang paling membuatmu sadar bahwa tubuh manusia harus aktif bergerak setiap hari?

3. Sebutkan satu risiko kesehatan akibat perilaku sedenter yang paling kamu ingat dan ingin kamu hindari!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.