LKPDPertemuan 3Bab 4Fase BSemester 2

LKPD PJOK Kelas 4: Latihan Meningkatkan Kekuatan Otot

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 4 dengan topik "Latihan Meningkatkan Kekuatan Otot". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 4: Latihan Meningkatkan Kekuatan Otot

PJOK - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Latihan Meningkatkan Kekuatan Otot

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikLatihan Meningkatkan Kekuatan Otot
Alokasi Waktu60 menit (3 x 20 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan aktivitas latihan untuk meningkatkan kekuatan otot (seperti push-up, squat, dan plank sederhana) dengan teknik yang benar.
  2. Murid dapat menerapkan strategi gerak sederhana dalam latihan kekuatan otot untuk memperoleh hasil yang optimal.

PETUNJUK UMUM

  • Sebelum melakukan latihan, lakukan pemanasan ringan selama 5 menit seperti peregangan tangan, kaki, dan punggung.
  • Siapkan matras atau tikar sebagai alas agar aman dan nyaman.
  • Gunakan pakaian olahraga yang longgar dan nyaman.
  • Lakukan setiap latihan dengan perlahan, jangan memaksakan diri jika merasa sakit.
  • Mintalah bantuan teman atau guru jika mengalami kesulitan.
  • Setelah selesai latihan, lakukan pendinginan dengan gerakan peregangan ringan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Yuk, Kenali Otot yang Bekerja!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Gambar atau video gerakan push-up, squat, dan plank
  • Matras atau tikar
  • Buku tugas dan alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amatilah gambar teman-teman yang sedang melakukan push-up, squat, dan plank di buku atau video yang ditunjukkan oleh guru.
  2. Perhatikan bagian tubuh mana yang terasa menahan beban saat gerakan dilakukan.
  3. Cobalah masing-masing gerakan sekali atau dua kali dengan perlahan, lalu rasakan otot mana yang bekerja keras.
  4. Diskusikan dengan teman sebangkumu: bagian tubuh mana yang paling terasa? Catat hasil pengamatanmu.

Pertanyaan:

1. Saat melakukan push-up, bagian tubuh mana yang terasa kuat dan kencang?

2. Saat melakukan squat, bagian tubuh mana yang paling terasa berat?

3. Saat melakukan plank, otot apa saja yang kamu rasakan aktif bekerja? Coba sebutkan dua!

4. Dari tiga gerakan tadi, gerakan mana yang paling mudah dan paling sulit menurutmu? Mengapa?

Tulis jawaban di buku tugas dengan format: nomor soal, lalu jawaban singkat dalam kalimat sendiri.

Kegiatan 2: Ayo Praktikkan dengan Strategi Hebat!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Matras atau tikar
  • Buku tugas dan alat tulis
  • Rekan pengamat (teman sebangku)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok berpasangan dengan teman di sebelahmu.
  2. Pilih satu gerakan dari push-up, squat, atau plank untuk dipraktikkan bersama.
  3. Sebelum mulai, diskusikan strategi kecil agar gerakanmu lebih baik, misalnya: posisi tangan selebar bahu saat push-up, atau jaga punggung tetap lurus saat plank.
  4. Lakukan gerakan tersebut sebanyak 5–8 kali dengan tempo lambat, lalu temanmu mengamati dan memberi saran.
  5. Bergantian peran: satu orang melakukan, satu orang mengamati dan mencatat kualitas gerakan.
  6. Setelah selesai, catat strategi apa yang membuat gerakanmu lebih optimal.

Pertanyaan:

1. Gerakan apa yang kamu pilih?

2. Strategi apa yang kamu gunakan agar gerakanmu benar dan kuat? Tuliskan minimal satu strategi!

3. Setelah mendapat saran dari teman, apa yang kamu perbaiki? Bagaimana hasilnya?

4. Menurutmu, mengapa strategi gerak itu penting dalam latihan kekuatan otot?

Gunakan tabel di buku tugas: kolom 1: gerakan yang dipilih, kolom 2: strategi, kolom 3: perbaikan dan hasil.

Kegiatan 3: Tantangan Kekuatan: Lomba Gerak Sehat!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • 3 kertas/kardus sebagai tanda stasiun
  • Matras atau tikar di setiap stasiun
  • Stopwatch atau jam tangan (untuk stasiun plank)
  • Buku tugas dan alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dilakukan secara individu tetapi dalam suasana gembira.
  2. Buatlah tiga stasiun kecil di halaman/kelas: Stasiun A (push-up 5 kali), Stasiun B (squat 8 kali), Stasiun C (plank 10 detik).
  3. Kunjungi setiap stasiun secara bergiliran dan lakukan latihan sesuai petunjuk.
  4. Setelah selesai di semua stasiun, catat perasaanmu: apakah ada perubahan pada ototmu? Apakah latihan terasa menyenangkan atau berat?
  5. Kumpulkan hasil catatanmu lalu ceritakan pengalaman paling seru selama tantangan.

Pertanyaan:

1. Pada stasiun mana kamu merasa ototmu paling bekerja keras?

2. Skala 1–5, seberapa menyenangkan tantangan ini bagi kamu? (1=tidak menyenangkan, 5=sangat menyenangkan) Beri alasannya!

3. Apa yang akan kamu lakukan agar lompatan ototmu lebih kuat di lain waktu?

4. Gambarlah emotikon yang mewakili perasaanmu setelah menyelesaikan semua stasiun!

Ruang gambar

Tulis atau gambar langsung di buku tugas. Untuk pertanyaan 4, buat lingkaran dan gambar wajah emotikon.

REFLEKSI

1. Setelah melakukan ketiga kegiatan, apa yang paling kamu sukai? Mengapa?

2. Apakah kamu merasa lebih kuat setelah berlatih? Bagian tubuh mana yang paling berubah rasanya?

3. Jika ada teman yang belum bisa melakukan push-up, saran apa yang akan kamu berikan agar dia lebih mudah melakukannya?

4. Sebutkan satu kegiatan sehari-hari yang membutuhkan kekuatan otot! Bagaimana latihan ini membantumu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.