LKPDPertemuan 3Bab 4Fase BSemester 1

LKPD PJOK Kelas 3: Gerak Tolakan, Melayang, dan Mendarat dalam Senam (Lompat Kangkang)

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 3 dengan topik "Gerak Tolakan, Melayang, dan Mendarat dalam Senam (Lompat Kangkang)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 3: Gerak Tolakan, Melayang, dan Mendarat dalam Senam (Lompat Kangkang)

PJOK - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Gerak Tolakan, Melayang, dan Mendarat dalam Senam (Lompat Kangkang)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikGerak Tolakan, Melayang, dan Mendarat dalam Senam (Lompat Kangkang)
Alokasi Waktu75 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan gerak tolakan dengan kedua kaki, posisi melayang dengan kaki kangkang, dan mendarat dengan kedua kaki secara terkontrol dalam aktivitas lompat kangkang.
  2. Murid dapat menerapkan strategi gerak sederhana untuk menyesuaikan kekuatan tolakan agar dapat melampaui rintangan dengan selamat dalam aktivitas lompat kangkang.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mempraktikkan gerakan.
  • Kerjakan LKPD ini bersama teman kelompokmu dengan semangat dan sportif.
  • Pastikan area latihan aman dan matras sudah terpasang dengan baik.
  • Tanyakan kepada guru jika ada hal yang belum kamu pahami.
  • Tuliskan hasil pengamatan dan jawabanmu dengan jujur sesuai pengalamanmu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo Berlatih Gerakan Dasar Lompat Kangkang

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Matras
  • Rintangan rendah (kardus/bangku rendah/cone setinggi 30-40 cm)
  • Peluit
  • Spidol atau pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok dengan 4-5 teman.
  2. Siapkan area latihan dengan matras dan rintangan rendah (ketinggian 30-40 cm).
  3. Lakukan pemanasan ringan: melompat di tempat 10 kali dengan kaki rapat.
  4. Praktikkan gerakan tolakan: berdiri tegak, tekuk lutut sedikit, lalu lompat dengan kedua kaki bersamaan.
  5. Ulangi gerakan tolakan 5 kali dan rasakan kekuatan kaki saat menolak.
  6. Amati temanmu saat melakukan gerakan tolakan dan beri masukan.

Pertanyaan:

1. Bagian tubuh mana yang paling bekerja saat kamu melakukan tolakan?

2. Tuliskan 3 hal yang harus kamu perhatikan agar tolakan kuat dan seimbang!

3. Gambarkan posisi kakimu saat menolak (tampak dari depan)!

Ruang gambar

Jawaban nomor 1: tulis di kotak yang tersedia (1-2 kata). Jawaban nomor 2: tulis dalam bentuk poin (1), (2), (3). Jawaban nomor 3: gambar di kotak kosong ukuran 10x10 cm.

Kegiatan 2: Jelajahi Gerakan Melayang dan Mendarat

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Matras
  • Rintangan rendah atau peti lompat (jika tersedia)
  • Lembar pengamatan (tabel)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Setelah berlatih tolakan, sekarang praktikkan gerakan lengkap: tolak - melayang - mendarat.
  2. Berdiri di depan rintangan rendah (matras atau bangku rendah).
  3. Lakukan tolakan dengan kedua kaki, saat melayang buka kaki lebar-lebar seperti posisi kangkang.
  4. Saat mendarat, rapatkan kembali kedua kaki dan tekuk lutut untuk meredam benturan.
  5. Lakukan gerakan ini 3 kali, setiap kali coba rasakan perbedaan kekuatan tolakanmu.
  6. Bergantian dengan teman kelompok, amati dan catat hasil pengamatan di tabel.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengamatan berikut berdasarkan hasil praktik kelompokmu!

Ruang tabel jawaban

2. Apa yang kamu rasakan saat posisi melayang dengan kaki kangkang? Apakah mudah atau sulit?

3. Bagaimana cara agar kamu mendarat dengan aman dan tidak terjatuh?

Jawaban nomor 1: isi tabel dengan 3 kolom (Nama Teman, Kekuatan Tolakan, Posisi Kaki Saat Melayang) minimal 4 baris data teman. Jawaban nomor 2 dan 3: tulis dalam 2-3 kalimat lengkap di kotak yang tersedia.

Kegiatan 3: Strategi Gerakku: Menyesuaikan Kekuatan Tolakan

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Matras
  • 2 rintangan dengan ketinggian berbeda (30 cm dan 50 cm)
  • Peti lompat atau tumpukan matras (jika tersedia)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang kita akan mencoba melampaui rintangan dengan ketinggian berbeda.
  2. Guru akan menyiapkan 2 rintangan: rintangan A (rendah ~30 cm) dan rintangan B (lebih tinggi ~50 cm).
  3. Lakukan lompat kangkang pada rintangan A terlebih dahulu, rasakan kekuatan tolakan yang dibutuhkan.
  4. Kemudian coba lompat kangkang pada rintangan B. Apakah kekuatan tolakan yang sama cukup?
  5. Diskusikan dengan kelompokmu: strategi apa yang harus diubah agar bisa melampaui rintangan yang lebih tinggi dengan selamat?
  6. Tuliskan hasil diskusi dan kesimpulanmu.

Pertanyaan:

1. Apa perbedaan kekuatan tolakan yang kamu butuhkan untuk rintangan rendah dan rintangan tinggi?

2. Tuliskan 2 strategi yang bisa kamu lakukan agar berhasil melampaui rintangan tinggi dengan selamat!

3. Menurutmu, mengapa penting menyesuaikan kekuatan tolakan sesuai tinggi rintangan?

Jawaban nomor 1: tulis hasil diskusi kelompok dalam 2-3 kalimat. Jawaban nomor 2: tulis 2 strategi dalam bentuk poin (1) dan (2). Jawaban nomor 3: tulis pendapatmu dalam 2 kalimat lengkap.

REFLEKSI

1. Apa gerakan yang paling sulit bagimu dalam lompat kangkang hari ini? Mengapa?

2. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil melampaui rintangan dengan lompat kangkang?

3. Kapan kamu bisa menggunakan gerakan melompat seperti ini dalam kehidupan sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.