LKPDPertemuan 7Bab 5Fase ASemester 2

LKPD PJOK Kelas 2: Mengenali Situasi dan Potensi Penyebab Cedera Terkilir atau Luka Sederhana saat Beraktivitas Jasmani

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 2 dengan topik "Mengenali Situasi dan Potensi Penyebab Cedera Terkilir atau Luka Sederhana saat Beraktivitas Jasmani".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 2: Mengenali Situasi dan Potensi Penyebab Cedera Terkilir atau Luka Sederhana saat Beraktivitas Jasmani

PJOK - Kelas 2

Bab 5 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Mengenali Situasi dan Potensi Penyebab Cedera Terkilir atau Luka Sederhana saat Beraktivitas Jasmani

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMengenali Situasi dan Potensi Penyebab Cedera Terkilir atau Luka Sederhana saat Beraktivitas Jasmani
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan akibat cedera sederhana dalam aktivitas jasmani

PETUNJUK UMUM

  • Tuliskan nama lengkap dan nomor presensimu pada bagian atas lembar kerja.
  • Dengarkan arahan dan petunjuk yang dibacakan oleh guru dengan saksama.
  • Perhatikan gambar atau cerita situasi aktivitas jasmani pada setiap nomor secara cermat.
  • Kerjakan tugas dengan memberi tanda centang, melingkari, atau menuliskan kata pilihan secara jujur dan mandiri.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo Amati: Menemukan Situasi Berisiko Cedera

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu bergambar/bercerita situasi aktivitas jasmani
  • Pensil dan penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amatilah 3 kartu situasi yang dibagikan guru (Situasi A: Tali sepatu lepas saat berlari kencang; Situasi B: Lapangan becek penuh genangan air saat bermain lempar tangkap; Situasi C: Melompat dari bangku tinggi tanpa alas mendarat).
  2. Tentukan apakah situasi tersebut tergolong 'Aman' atau 'Berisiko Cedera'.
  3. Berikan tanda centang (✓) pada salah satu kolom pilihan di lembar jawabanmu.

Pertanyaan:

1. Beni berlari kencang di lapangan, tetapi tali sepatunya lepas dan terinjak kakinya sendiri. Apakah situasi ini aman atau berisiko cedera?

Ruang tabel jawaban

2. Siti dan Lani bermain kejar-kejaran di halaman sekolah yang lantainya basah dan licin setelah hujan deras. Apakah situasi ini aman atau berisiko cedera?

Ruang tabel jawaban

3. Edo dan Udin bermain oper bola di lapangan rumput yang rata, bersih dari kerikil, serta memakai sepatu olahraga yang terikat rapi. Apakah situasi ini aman atau berisiko cedera?

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 baris dengan 3 kolom: Kolom 1 (Nomor Situasi), Kolom 2 (Pilihan: Aman [ ]), Kolom 3 (Pilihan: Berisiko Cedera [ ]). Murid memberi tanda centang (✓) pada salah satu kotak per baris.

Kegiatan 2: Detektif Cedera: Mengenali Potensi Akibat yang Terjadi

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar soal bergambar/teks singkat
  • Pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah setiap kejadian saat beraktivitas jasmani pada soal nomor 1, 2, dan 3.
  2. Kenalilah potensi risiko cedera sederhana yang paling mungkin terjadi (Terkilir atau Luka Lecet/Gores).
  3. Lingkarilah salah satu pilihan kata risiko yang tepat pada lembar kerjamu.

Pertanyaan:

1. Dayu berlari kencang di lintasan semen yang kasar, lalu kakinya tersandung batu kecil sehingga ia tersungkur dan lututnya bergesekan langsung dengan semen kasar. Risiko cedera apa yang paling mungkin terjadi pada lutut Dayu? Pilihlah: [Luka lecet di lutut / Terkilir pergelangan tangan]

2. Saat bermain engklek, Udin mendarat dengan posisi telapak kaki miring dan terlipat di tepi lubang tanah yang tidak rata. Risiko cedera apa yang paling mungkin terjadi pada kaki Udin? Pilihlah: [Luka gores / Kaki terkilir/keseleo]

3. Budi melompati pagar tanaman berduri di tepi lapangan saat mengejar bola yang terlempar ke semak-semak. Risiko cedera apa yang paling mungkin terjadi pada kulit lengan atau kakinya? Pilihlah: [Luka gores/tusuk duri / Jari tangan terkilir]

Kolom pilihan kata untuk setiap nomor. Murid melingkari salah satu kata dalam kurung siku di lembar kerja cetak.

Kegiatan 3: Pilah Kartu: Mengelompokkan Potensi Bahaya di Sekitar Kita

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja bagan 2 kotak
  • Pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah bersama teman sebangkumu secara berpasangan.
  2. Perhatikan 4 kata potensi bahaya berikut: (1) Pecahan kaca di rumput, (2) Pemanasan sebelum lari, (3) Lantai lapangan berlumut licin, (4) Sepatu bertali kencang.
  3. Tuliskan nomor situasi tersebut ke dalam kotak yang sesuai: 'Situasi Berisiko' atau 'Situasi Aman'.
  4. Setelah selesai mengelompokkan, lakukan refleksi pembelajaran bersama guru.

Pertanyaan:

1. Tuliskan nomor-nomor yang merupakan 'Situasi Berisiko Menyebabkan Cedera'!

Ruang tabel jawaban

2. Tuliskan nomor-nomor yang merupakan 'Situasi Aman Saat Beraktivitas'!

Ruang tabel jawaban

Bagan 2 kotak: Kotak Kiri bertuliskan 'Situasi Berisiko Menyebabkan Cedera' (disediakan 2 garis untuk menulis nomor dan nama situasi) dan Kotak Kanan bertuliskan 'Situasi Aman Saat Beraktivitas' (disediakan 2 garis untuk menulis nomor dan nama situasi).

REFLEKSI

1. Situasi berisiko cedera apa saja yang pernah kamu lihat sendiri di lapangan sekolah atau di sekitar rumahmu saat bermain?

2. Bagaimana perasaanmu setelah belajar mengenali tempat dan benda yang berisiko membuat kita terkilir atau luka lecet?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.