LKPDPertemuan 5Bab 5Fase ASemester 2

LKPD PJOK Kelas 2: Mengenali Potensi Bahaya dan Situasi Berisiko terhadap Keselamatan saat Bermain di Taman Terbuka

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 2 dengan topik "Mengenali Potensi Bahaya dan Situasi Berisiko terhadap Keselamatan saat Bermain di Taman Terbuka".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 2: Mengenali Potensi Bahaya dan Situasi Berisiko terhadap Keselamatan saat Bermain di Taman Terbuka

PJOK - Kelas 2

Bab 5 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Mengenali Potensi Bahaya dan Situasi Berisiko terhadap Keselamatan saat Bermain di Taman Terbuka

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Fase / KelasFase Fase A / Kelas Kelas 2
TopikMengenali Potensi Bahaya dan Situasi Berisiko terhadap Keselamatan saat Bermain di Taman Terbuka
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe AktivitasCampuran (Pengamatan Gambar, Pemilahan Situasi Aman/Berisiko, dan Diskusi Detektif Keselamatan)
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap keselamatan saat melakukan aktivitas jasmani di luar sekolah

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Tuliskan nama lengkap dan nomor presensimu pada kolom identitas LKPD.
  • Perhatikan gambar cerita dan situasi bermain di taman terbuka dengan cermat.
  • Ikuti setiap petunjuk kegiatan dengan teliti dan tanyakan kepada guru jika ada hal yang belum kamu pahami.
  • Kerjakan secara jujur dan bekerjasamalah dengan baik saat kegiatan berpasangan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Cilik: Mengamati Situasi Bermain di Taman

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus
  • Gambar ilustrasi aktivitas taman terbuka pada LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 4 gambar situasi anak yang sedang beraktivitas di taman terbuka pada lembar kegiatanmu.
  2. Kenali apakah cara bermain pada gambar merupakan situasi 'Aman' atau situasi 'Berisiko' terhadap keselamatan.
  3. Berikan tanda centang (✔) pada salah satu kolom pilihan (Aman atau Berisiko) di tabel yang tersedia.
  4. Tuliskan satu kata/frasa bahaya yang bisa terjadi jika situasi itu berisiko.

Pertanyaan:

1. Gambar 1: Budi berdiri di atas ayunan yang sedang berayun kencang tanpa berpegangan erat. Situasi ini aman atau berisiko?

Ruang tabel jawaban

2. Gambar 2: Siti duduk tenang di kursi ayunan sambil memegang tali ayunan erat dengan kedua tangan. Situasi ini aman atau berisiko?

Ruang tabel jawaban

3. Gambar 3: Edo melompat turun secara tiba-tiba dari papan jungkat-jungkit saat temannya masih terangkat di atas. Situasi ini aman atau berisiko?

Ruang tabel jawaban

4. Gambar 4: Lani bermain perosotan dengan posisi kaki di bawah dan meluncur satu per satu bergantian. Situasi ini aman atau berisiko?

Ruang tabel jawaban

Format tabel 4 baris dengan 4 kolom: Kolom 1 (Nomor Gambar 1-4), Kolom 2 (Pilihan centang: Aman), Kolom 3 (Pilihan centang: Berisiko), Kolom 4 (Isian singkat: Potensi bahaya yang dikenali).

Kegiatan 2: Menemukan Potensi Bahaya di Area Taman Terbuka

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil tulis
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cerita bergambar tentang 3 sudut taman bermain yang dikunjungi Dito.
  2. Kenali benda atau kondisi lingkungan di luar sekolah yang berisiko melukai anak saat berlari atau bermain jasmani.
  3. Tuliskan nama benda/situasi berbahaya tersebut dan risiko cidera yang ditimbulkan pada tempat yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Di dekat lapangan rumput tempat bermain bola, Dito melihat ada pecahan botol kaca dan batu-batu tajam berserakan. Apa potensi bahaya yang berisiko terhadap keselamatan Dito jika berlari di sana?

2. Di dekat tangga panjatan, tanah terlihat sangat becek, licin, dan tergenang air hujan. Mengapa situasi ini berisiko bagi keselamatan anak yang sedang bermain?

3. Pada rantai ayunan besi, Dito melihat besi rantai sudah sangat berkarat dan hampir putus. Mengapa situasi alat ini berisiko bagi keselamatan?

Tersedia 3 kotak isian bergaris (masing-masing 2 baris garis bantu menulis untuk murid kelas 2 SD) di bawah setiap butir pertanyaan situasi.

Kegiatan 3: Tukar Pikiran: Membedakan Bermain Aman vs Bermain Bahaya

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Lembar Kerja Diskusi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah berpasangan bersama teman sebangkumu.
  2. Diskusikan 2 kejadian yang sering terjadi saat bermain di taman terbuka.
  3. Tentukan tindakan mana yang mengenali bahaya dengan tepat sehingga keselamatan tetap terjaga.
  4. Tuliskan jawaban hasil kesepakatan diskusimu, lalu selesaikan bagian refleksi bersama guru.

Pertanyaan:

1. Doni ingin memanjat tiang gawang yang tidak ditanam kuat ke tanah dan tampak goyang. Apakah tindakan Doni tersebut mengenali potensi bahaya dengan benar? Mengapa situasi itu berisiko?

2. Saat bermain kejar-kejaran di taman, Maya memilih berlari di lintasan rumput yang rata dan bersih, bukan di dekat selokan terbuka yang dalam. Kenapa pilihan Maya adalah mengenali situasi berisiko dengan tepat?

Format kotak diskusi berpasangan dengan kolom 'Nama Anggota Kelompok' dan ruang uraian bergaris untuk menuliskan alasan risiko dari masing-masing kasus.

REFLEKSI

1. Apakah kamu sekarang bisa menyebutkan contoh situasi yang berbahaya saat bermain di taman terbuka?

2. Benda atau tempat apa saja di sekitar taman bermain luar sekolah yang harus kamu hindari agar tidak terluka?

3. Bagaimana perasaanmu setelah belajar mengenali bahaya bermain hari ini (senang / bersemangat / lebih waspada)?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.