LKPDPertemuan 7Bab 4Fase ASemester 2

LKPD PJOK Kelas 2: Mengenali Situasi dan Potensi Berisiko terhadap Kesehatan dari Makanan yang Tidak Sehat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 2 dengan topik "Mengenali Situasi dan Potensi Berisiko terhadap Kesehatan dari Makanan yang Tidak Sehat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 2: Mengenali Situasi dan Potensi Berisiko terhadap Kesehatan dari Makanan yang Tidak Sehat

PJOK - Kelas 2

Bab 4 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Mengenali Situasi dan Potensi Berisiko terhadap Kesehatan dari Makanan yang Tidak Sehat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMengenali Situasi dan Potensi Berisiko terhadap Kesehatan dari Makanan yang Tidak Sehat
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengenali situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan dari makanan dan minuman yang tidak sehat

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Tulis nama dan nomor presensimu pada lembar kerja.
  • Bacalah setiap petunjuk dan cerita bergambar dengan saksama.
  • Kerjakan kegiatan dengan gembira dan teliti.
  • Tanyakan kepada guru jika ada petunjuk yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Cilik: Mengenali Ciri Makanan dan Minuman Berisiko

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus
  • Kartu/gambar ilustrasi jajanan pada lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 4 gambar kartu jajanan yang ada di lembar kerja:
  2. 1. Gambar A: Makanan terbuka yang dihinggapi banyak lalat di pinggir jalan berdebu.
  3. 2. Gambar B: Roti kemasan yang berbercak jamur kehijauan dan berbau asam.
  4. 3. Gambar C: Minuman es sirop yang warnanya sangat mencolok terang dan diberi banyak gula tambahan.
  5. 4. Gambar D: Buah apel segar yang sudah dicuci bersih dan dikupas rapi.
  6. Beri tanda centang (V) pada kotak 'Berisiko' jika jajanan tersebut tidak sehat, atau pada kotak 'Aman' jika sehat.
  7. Tuliskan ciri bahaya yang kamu kenali dari jajanan tersebut pada kolom alasan.

Pertanyaan:

1. Apakah Gambar A (makanan terbuka dihinggapi lalat di pinggir jalan berdebu) merupakan situasi makanan yang berisiko terhadap kesehatan? Sebutkan ciri risikonya!

Ruang tabel jawaban

2. Apakah Gambar B (roti berjamur kehijauan dan berbau asam) berisiko bagi tubuhmu? Sebutkan ciri risikonya!

Ruang tabel jawaban

3. Apakah Gambar C (minuman warna mencolok dengan gula berlebih) berisiko terhadap kesehatan jika sering diminum? Sebutkan ciri risikonya!

Ruang tabel jawaban

4. Apakah Gambar D (buah apel segar yang sudah dicuci bersih) berisiko bagi tubuhmu? Sebutkan alasannya!

Ruang tabel jawaban

Format tabel 4 baris: Kolom 1 (Gambar Jajanan), Kolom 2 (Pilihan: Berisiko / Aman [centang salah satu]), Kolom 3 (Ciri Risiko yang Dikenali).

Kegiatan 2: Menghubungkan Situasi Jajan dan Akibat Buruk bagi Tubuh

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 3 situasi cerita pendek tentang kebiasaan jajan anak di bawah ini.
  2. Kenali potensi bahaya sakit apa yang bisa muncul akibat kebiasaan tersebut.
  3. Tarik garis lurus untuk memasangkan situasi pada Kotak Kiri dengan potensi risiko sakit pada Kotak Kanan yang tepat.

Pertanyaan:

1. Pasangkan Situasi 1: 'Didi makan gorengan terbuka yang dihinggapi lalat dengan tangan yang masih kotor setelah main kelereng' dengan akibat kesehatan yang tepat: [Pilihan Akibat: (A) Sakit gigi dan batuk, (B) Sakit perut dan muntah-muntah/diare, (C) Tersedak].

2. Pasangkan Situasi 2: 'Sita setiap hari minum minuman bersoda manis dan makan permen warna-warni secara berlebihan' dengan akibat kesehatan yang tepat: [Pilihan Akibat: (A) Sakit gigi dan batuk/gula darah naik, (B) Kaki terkilir, (C) Flu].

3. Pasangkan Situasi 3: 'Budi memakan roti yang bungkusnya sobek dan tanggal kedaluwarsanya sudah lewat 1 bulan lalu' dengan akibat kesehatan yang tepat: [Pilihan Akibat: (A) Tulang menjadi kuat, (B) Keracunan makanan/mual dan perut mulas, (C) Mata perih].

Format lembar mencocokkan garis: Tiga kotak situasi di sebelah kiri dan tiga kotak potensi akibat sakit di sebelah kanan.

Kegiatan 3: Cek Label: Mengenali Tanda Berisiko pada Makanan Kemasan

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Contoh gambar kemasan makanan pada LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 2 gambar contoh kemasan makanan ringan berikut:
  2. - Kemasan 1: Kemasan biskuit utuh, tanggal kedaluwarsa tertulis 'Desember 2026', bungkus rapat dan bersih.
  3. - Kemasan 2: Kemasan susu kotak yang sudah menggelembung kembung, segelnya bocor, dan tanggal kedaluwarsa tertulis 'Januari 2023'.
  4. Jawablah pertanyaan pengamatan untuk mengenali tanda bahaya pada kemasan tersebut.
  5. Kerjakan bersama teman sebangkumu lalu laporkan hasil pengamatanmu kepada guru.
  6. Waktu kegiatan ini sudah mencakup pengisian lembar refleksi dan penutup pelajaran.

Pertanyaan:

1. Pada Kemasan 2, sebutkan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa susu kotak tersebut berada dalam situasi berisiko dan berbahaya untuk diminum!

2. Jika seseorang tetap meminum susu dari Kemasan 2, potensi bahaya apa yang akan terjadi pada tubuhnya?

Format isian titik-titik bergaris 2-3 baris untuk setiap nomor pertanyaan.

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah belajar mengenali makanan dan minuman yang berisiko hari ini? (Beri tanda lingkaran pada emotikon senang/biasa/sedih)

2. Tanda bahaya apa pada jajanan yang paling kamu ingat agar tidak kamu beli saat istirahat sekolah?

3. Apa yang akan kamu lakukan jika melihat makanan yang sudah basi atau dihinggapi lalat?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.