LKPDPertemuan 4Bab 5Fase FSemester 2

LKPD PJOK Kelas 11: Mengevaluasi Dampak Partisipasi Aktivitas Kebugaran secara Teratur terhadap Kesehatan Tubuh

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 11 dengan topik "Mengevaluasi Dampak Partisipasi Aktivitas Kebugaran secara Teratur terhadap Kesehatan Tubuh".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 11: Mengevaluasi Dampak Partisipasi Aktivitas Kebugaran secara Teratur terhadap Kesehatan Tubuh

PJOK - Kelas 11

Bab 5 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengevaluasi Dampak Partisipasi Aktivitas Kebugaran secara Teratur terhadap Kesehatan Tubuh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengevaluasi Dampak Partisipasi Aktivitas Kebugaran secara Teratur terhadap Kesehatan Tubuh
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi dampak partisipasi yang teratur dalam aktivitas kebugaran terhadap kesehatan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat dan saksama.
  • Bekerjasamalah secara aktif dalam kelompok untuk mendiskusikan dan mengevaluasi data yang disajikan.
  • Gunakan argumen berbasis data logis dan bukti dampak fisiologis/kesehatan dalam menyusun evaluasi.
  • Tanyakan kepada guru apabila terdapat instruksi yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Investigasi Komparatif: Membedah Dampak Partisipasi Kebugaran Teratur vs Tidak Teratur

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa
  • Alat tulis
  • Buku referensi PJOK Kelas 11

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati narasi profil dua murid berikut ini:
  2. Profil Murid A: Berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran (kombinasi jalan cepat, push-up, squat) secara teratur 3-4 kali seminggu selama 8 minggu berturut-turut. Murid A mencatatkan detak jantung istirahat (resting heart rate) turun dari 82 bpm menjadi 68 bpm, tidak mudah lelah saat menaiki tangga sekolah, dan kualitas tidur membaik.
  3. Profil Murid B: Melakukan aktivitas kebugaran secara sporadis/kadang-kadang (hanya 1 kali setiap dua atau tiga minggu dengan intensitas sangat tinggi secara mendadak). Murid B sering mengalami nyeri otot berkepanjangan (DOMS parah), detak jantung istirahat tetap berada di angka 84 bpm, dan sering merasa lesu di siang hari.
  4. Lakukan evaluasi terhadap data kedua profil tersebut dengan mengisi tabel komparasi dampak kesehatan.
  5. Diskusikan mengapa keteraturan (konsistensi) menghasilkan respon adaptasi tubuh yang berbeda secara nyata dibandingkan aktivitas sporadis.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data profil A dan B, evaluasilah dampak partisipasi aktivitas kebugaran terhadap indikator kesehatan berikut: (a) Efisiensi kerja jantung (resting heart rate), (b) Pemulihan dan adaptasi otot, serta (c) Tingkat kebugaran energi harian.

Ruang tabel jawaban

2. Evaluasilah keabsahan pernyataan berikut berdasarkan prinsip keteraturan latihan: 'Melakukan olahraga berat sekali sebulan selama 4 jam berturut-turut memberikan dampak kesehatan yang setara dengan berolahraga 30 menit sebanyak 3-4 kali seminggu secara konsisten.' Berikan evaluasi kritis Anda terhadap dampak kesehatannya!

Tuliskan hasil evaluasi pada tabel 4 kolom: [Indikator Kesehatan | Dampak pada Murid A (Teratur) | Dampak pada Murid B (Sporadis) | Kesimpulan Evaluasi Fisiologis] untuk nomor 1, dan uraian paragraf argumentatif minimal 4 kalimat untuk nomor 2.

Kegiatan 2: Audit Klinis dan Evaluasi Kasus: Dampak Partisipasi Kebugaran terhadap Risiko Penyakit Hipokinetik

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa
  • Kalkulator/grafik data kesehatan sederhana (bila ada)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah data riwayat kesehatan seorang individu berusia 17 tahun berikut:
  2. Data Awal: Aktivitas fisik harian kurang dari 2.000 langkah, waktu duduk (sedentari) 9 jam sehari, tekanan darah 135/85 mmHg, kadar glukosa darah puasa 110 mg/dL (pra-diabetes), mengeluh sering sesak napas saat berjalan cepat.
  3. Data Setelah 12 Minggu Berpartisipasi Teratur: Mengikuti program jalan cepat dan senam kebugaran 4 kali seminggu (durasi 30-40 menit per sesi). Hasil evaluasi medis menunjukkan tekanan darah menjadi 118/75 mmHg, glukosa darah puasa turun menjadi 88 mg/dL, serta keluhan sesak napas hilang saat berjalan cepat.
  4. Evaluasilah bagaimana keteraturan aktivitas kebugaran tersebut berdampak nyata dalam mencegah komplikasi penyakit tidak menular (hipokinetik).
  5. Tuliskan penilaian kritis kelompok mengenai korelasi antara konsistensi gerak dengan regulasi fungsi organ dalam.

Pertanyaan:

1. Evaluasilah perubahan parameter kesehatan individu tersebut (tekanan darah, glukosa darah, dan kapasitas pernapasan). Mengapa keteraturan partisipasi mampu membalikkan indikator pra-diabetes dan hipertensi derajat awal menuju batas normal?

2. Jika individu tersebut tiba-tiba menghentikan total partisipasi aktivitas kebugarannya selama 8 minggu ke depan, evaluasilah dampak fisiologis apa yang diprediksi akan terjadi pada kondisi kesehatannya berdasarkan konsep reversibilitas (penurunan adaptasi tubuh)?

Tuliskan hasil evaluasi mendalam pada lembar kerja berformat analisis kasus: Bagian 1 berisi evaluasi mekanisme perbaikan 3 parameter kesehatan; Bagian 2 berisi evaluasi dampak penghentian latihan (reversibilitas) terhadap kesehatan tubuh.

Kegiatan 3: Evaluasi Multidimensi: Menyusun Matriks Dampak Kesehatan Holistik dan Panel Diskusi

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa / Format Matriks
  • Papan tulis / Flipchart presentasi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjasamalah dalam kelompok untuk mengevaluasi dampak menyeluruh dari partisipasi aktivitas kebugaran yang teratur terhadap 3 dimensi kesehatan: Fisik (Organik), Mental-Emosional (Psikologis), dan Stamina Sosial/Fungsional.
  2. Gunakan bukti-bukti empiris dan konsep biologis yang telah dipelajari untuk memvalidasi setiap dampak.
  3. Paparkan dan pertahankan hasil evaluasi kelompok Anda dalam sesi panel diskusi mini di hadapan kelas.
  4. Selesaikan kegiatan dengan menyimpulkan evaluasi kolektif bersama guru (sudah mencakup waktu diskusi pleno, umpan balik, dan refleksi akhir).

Pertanyaan:

1. Lengkapilah 'Matriks Evaluasi Dampak Holistik' berikut dengan mengevaluasi dampak positif partisipasi teratur beserta konsekuensi negatif jika tidak melakukan secara teratur pada 3 dimensi kesehatan:

  1. Fisik,
  2. Mental/Psikologis, dan
  3. Ketahanan Fungsional Tubuh!
Ruang tabel jawaban

2. Dari hasil panel evaluasi kelompok, rumuskanlah 1 simpulan evaluatif paling esensial mengenai hubungan kausalitas (sebab-akibat) antara 'partisipasi kebugaran yang teratur' dengan 'kualitas derajat kesehatan tubuh seumur hidup'!

Gunakan tabel matriks 3 baris x 3 kolom untuk butir 1: [Dimensi Kesehatan | Evaluasi Dampak Partisipasi Teratur | Evaluasi Dampak Ketiadaan/Ketidakteraturan Partisipasi]. Gunakan kotak simpulan sintesis berbingkai untuk butir 2.

REFLEKSI

1. Setelah mengevaluasi dampak keteraturan aktivitas kebugaran pada tubuh orang lain, bagaimana Anda mengevaluasi tingkat keteraturan partisipasi aktivitas kebugaran Anda sendiri selama sebulan terakhir?

2. Dampak kesehatan fisik dan kebugaran apa yang secara nyata Anda rasakan di tubuh Anda saat Anda beraktivitas secara teratur dibandingkan saat Anda berhenti berolahraga beberapa minggu?

3. Berdasarkan evaluasi pembelajaran hari ini, komitmen konkret apa yang paling mendesak untuk Anda ubah dalam jadwal gerak harian Anda demi menjaga kesehatan jangka panjang?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.