LKPDPertemuan 3Bab 5Fase FSemester 2

LKPD PJOK Kelas 11: Mengevaluasi Dampak Partisipasi Aktivitas Kebugaran terhadap Fungsi Fisik Jantung dan Paru

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 11 dengan topik "Mengevaluasi Dampak Partisipasi Aktivitas Kebugaran terhadap Fungsi Fisik Jantung dan Paru".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 11: Mengevaluasi Dampak Partisipasi Aktivitas Kebugaran terhadap Fungsi Fisik Jantung dan Paru

PJOK - Kelas 11

Bab 5 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengevaluasi Dampak Partisipasi Aktivitas Kebugaran terhadap Fungsi Fisik Jantung dan Paru

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengevaluasi Dampak Partisipasi Aktivitas Kebugaran terhadap Fungsi Fisik Jantung dan Paru
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi dampak partisipasi yang teratur dalam aktivitas kebugaran terhadap kesehatan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Bacalah instruksi pada setiap bagian LKPD dengan saksama dan teliti.
  • Bekerjasamalah secara aktif dan bertanggung jawab dalam kelompok diskusi masing-masing.
  • Gunakan data klinis/kebugaran yang disajikan sebagai acuan utama dalam memberikan evaluasi dan penilaian kritis.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Investigasi Komparasi: Evaluasi Dampak Partisipasi Kebugaran terhadap Denyut Jantung dan Pernapasan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Peserta Didik
  • Alat tulis
  • Teks lembar data profil komparasi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati data profil komparasi dua remaja usia 17 tahun berikut: Remaja A (berpartisipasi teratur dalam latihan kardio aerobik 3-4 kali seminggu selama 6 bulan) dan Remaja B (gaya hidup sedenter, tidak berpartisipasi dalam latihan kebugaran).
  2. Data Remaja A: Denyut Jantung Istirahat (Resting Heart Rate/RHR) = 60 bpm; Denyut nadi 1 menit pasca-naik turun bangku = 105 bpm; Frekuensi napas istirahat = 14 napas/menit; Waktu pemulihan ke kondisi awal = 2 menit.
  3. Data Remaja B: Denyut Jantung Istirahat (RHR) = 82 bpm; Denyut nadi 1 menit pasca-naik turun bangku = 148 bpm; Frekuensi napas istirahat = 22 napas/menit; Waktu pemulihan ke kondisi awal = 7 menit.
  4. Lakukan evaluasi perbandingan data fungsi jantung dan paru tersebut bersama teman kelompokmu, lalu jawab pertanyaan pada format yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data komparasi Remaja A dan Remaja B, evaluasilah bagaimana partisipasi teratur dalam latihan kebugaran berdampak pada efisiensi kerja otot jantung dan kapasitas kerja paru-paru saat istirahat maupun saat pemulihan beban fisik!

Tuliskan uraian evaluasi dalam 1-2 paragraf yang mencakup analisis data RHR, respons beban fisik, dan kecepatan pemulihan.

Kegiatan 2: Matriks Evaluasi Klinis: Menilai Dampak Kebugaran Teratur terhadap Risiko Kesehatan Jantung dan Paru

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Peserta Didik
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari tabel yang memuat 3 indikator fisiologis kardiorespirasi.
  2. Evaluasilah masing-masing indikator tersebut: jelaskan bagaimana kondisi dampak pada individu yang berpartisipasi teratur versus yang tidak berpartisipasi, serta simpulkan dampak jangka panjangnya terhadap status kesehatan kardiovaskular dan pernapasan.
  3. Isikan hasil evaluasi ke dalam matriks yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah matriks evaluasi dampak partisipasi aktivitas kebugaran teratur terhadap 3 indikator kesehatan kardiopulmonal:

  1. Tekanan Darah dan Elastisitas Pembuluh Darah,
  2. Kapasitas Vital Paru dan Difusi Alveolus, serta
  3. Waktu Pemulihan Denyut Nadi (Heart Rate Recovery)!
Ruang tabel jawaban

Isi tabel 4 kolom: Kolom 1 (Indikator Fisiologis: Tekanan Darah, Kapasitas Vital Paru, HR Recovery), Kolom 2 (Dampak Partisipasi Teratur), Kolom 3 (Dampak Tanpa Partisipasi/Sedenter), Kolom 4 (Evaluasi Dampak Jangka Panjang terhadap Kesehatan).

Kegiatan 3: Evaluasi Kritis Kasus Nyata dan Rekomendasi Modifikasi Gaya Hidup

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Peserta Didik
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi kasus: 'Siswa C (17 tahun) mengalami kelelahan ekstrem, sesak napas cepat, dan pusing setiap kali berjalan menaiki tangga sekolah lantai 3. Pola hidupnya pasif, tidur larut, dan tidak pernah melakukan latihan aerobik teratur. Hasil cek denyut nadi istirahatnya 90 bpm dan tensi 135/85 mmHg.'
  2. Diskusikan bersama kelompok dan berikan penilaian kritis atas kasus Siswa C berdasarkan dampak partisipasi kebugaran terhadap kesehatan jantung dan paru.
  3. Rumuskan evaluasi terstruktur untuk mengukur sejauh mana intervensi aktivitas fisik teratur dapat memulihkan efisiensi fungsi fisik organ vitalnya.

Pertanyaan:

1. Evaluasilah kondisi kesehatan organ jantung-paru Siswa C berdasarkan gejalanya, dan jelaskan penilaianmu mengapa partisipasi latihan fisik teratur dapat memperbaiki fungsi fisik serta menghindarkannya dari ancaman sindrom kardiometabolik!

Format laporan diskusi kelompok berupa resume evaluasi kasus: Diagnosis Awal Fungsi Jantung-Paru, Analisis Dampak Dekondisi Fisik, dan Evaluasi Manfaat Adaptasi Latihan Teratur.

REFLEKSI

1. Setelah mengevaluasi data fungsi jantung dan paru pada LKPD ini, bagaimana kamu menilai tingkat kebugaran kardiorespirasi tubuhmu saat ini dalam menjalankan rutinitas harian?

2. Bukti nyata apa yang pernah kamu rasakan pada kerja jantung dan paru-parumu ketika kamu aktif bergerak secara teratur dibandingkan saat pasif berdiam diri?

3. Mengapa evaluasi terhadap kesehatan jantung dan paru penting dijadikan pertimbangan utama dalam memilih pola aktivitas fisik sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.