LKPD PJOK Kelas 11: Mengevaluasi Keterampilan Gerak Spesifik Berbasis Konsep Ruang dan Tenaga dalam Senam Lantai
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 11 dengan topik "Mengevaluasi Keterampilan Gerak Spesifik Berbasis Konsep Ruang dan Tenaga dalam Senam Lantai".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD PJOK Kelas 11: Mengevaluasi Keterampilan Gerak Spesifik Berbasis Konsep Ruang dan Tenaga dalam Senam Lantai
PJOK - Kelas 11
Bab 3 Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PJOK — Kelas 11 (Fase F) Topik: Mengevaluasi Keterampilan Gerak Spesifik Berbasis Konsep Ruang dan Tenaga dalam Senam Lantai INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Evaluasi Keterampilan Gerak Guling Depan pada Situasi MenantangEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan pengamatanmu terhadap guling depan pada lintasan terbatas, bagaimana ketepatan pemanfaatan konsep ruang tubuh (kelengkungan badan dan arah lintasan) dan konsep tenaga (dorongan kaki) yang ditunjukkan rekanmu? Jelaskan kekurangan atau keberhasilan kinerja geraknya! 2. Jika seorang pesenam mengalami kendala putaran terhenti saat punggung menyentuh matras sehingga tidak mampu bangkit berdiri, lakukan evaluasi: penyesuaian konsep ruang atau konsep tenaga apa yang harus diperbaiki agar kinerja gerak berhasil sempurna? Tuliskan jawaban pada lembar kerja uraian terstruktur (masing-masing analisis minimal memuat penilaian aspek ruang, aspek tenaga, serta rekomendasi perbaikan kinerja gerak). Kegiatan 2: Matriks Evaluasi Kinerja Gerak Komparatif (Guling Lenting / Handstand)Estimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel evaluasi kinerja gerak spesifik berbasis konsep ruang dan tenaga berikut untuk menilai performa rekan kelompokmu! Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan data tabel di atas, simpulkan mengapa kesalahan pengaturan arah tenaga lecutan (konsep tenaga) dan keterlambatan membuka sudut panggul (konsep ruang) pada guling lenting dapat menyebabkan pendaratan gagal atau terjatuh? Gunakan format tabel 4 kolom: [Nama Keterampilan & Situasi Menantang | Evaluasi Konsep Ruang | Evaluasi Konsep Tenaga | Catatan Kinerja & Rekomendasi] diikuti kolom uraian simpulan di bawahnya. Kegiatan 3: Sidang Evaluasi Klinis Performa Gerak Kelompok dan Umpan Balik KinerjaEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pilihlah satu studi kasus gerak rekan kelompokmu yang belum berhasil optimal. Evaluasi secara terperinci: letak ketidaksesuaian ruang (posisi tubuh, arah, level ketinggian) dan tenaga (waktu ledakan tenaga, besar daya) yang menjadi akar masalah kegagalan gerak tersebut! 2. Berdasarkan evaluasi kelompokmu, formulasikan 2 langkah penyesuaian taktis gerak (1 berbasis ruang, 1 berbasis tenaga) yang wajib diterapkan pelaku gerak pada percobaan berikutnya agar kinerja gerak berhasil! Tuliskan hasil diskusi kelompok dalam lembar analisis kasus terstruktur: [Deskripsi Kasus Gerak | Analisis Evaluasi Ruang & Tenaga | Solusi Penyesuaian Kinerja Gerak]. REFLEKSI1. Bagaimana pemahamanmu mengenai konsep ruang (arah lintasan, bentuk tubuh) membantumu mendeteksi letak kesalahan teknik saat rekanmu melakukan gerak senam lantai? 2. Setelah mengevaluasi aspek tenaga (kapan harus mendorong kuat, kapan harus meredam), strategi apa yang akan kamu ubah saat kamu sendiri mempraktikkan keterampilan gerak spesifik yang menantang? 3. Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi ketika harus memberikan penilaian obyektif berbasis konsep gerak kepada rekan sejawatmu? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.