LKPDPertemuan 2Bab 2Fase FSemester 1

LKPD PJOK Kelas 11: Evaluasi Strategi Gerak Taktis Bertahan dalam Menjaga Area dan Lawan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 11 dengan topik "Evaluasi Strategi Gerak Taktis Bertahan dalam Menjaga Area dan Lawan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 11: Evaluasi Strategi Gerak Taktis Bertahan dalam Menjaga Area dan Lawan

PJOK - Kelas 11

Bab 2 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Evaluasi Strategi Gerak Taktis Bertahan dalam Menjaga Area dan Lawan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikEvaluasi Strategi Gerak Taktis Bertahan dalam Menjaga Area dan Lawan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak dalam situasi bertahan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Bentuklah kelompok kecil beranggotakan 4–5 orang sesuai arahan guru.
  • Pahami setiap skenario taktis bertahan dan lakukan simulasi gerak bertahan secara sungguh-sungguh.
  • Gunakan LKPD ini untuk mencatat analisis evaluasi efektivitas strategi gerak bertahan yang diterapkan kelompokmu.
  • Jaga keselamatan diri dan teman saat melakukan simulasi gerak di lapangan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Evaluasi Skenario Taktis: Menjaga Lawan (Man-to-Man) vs Menjaga Area (Zone Marking)

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis
  • Papan strategi/taktik mini (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua skenario situasi bertahan berikut ini bersama kelompokmu.
  2. Skenario A: Tim bertahan menerapkan penjagaan satu lawan satu secara ketat (man-to-man), namun lawan melakukan pergerakan silang (cross-run) cepat sehingga tercipta ruang kosong di area tengah pertahanan.
  3. Skenario B: Tim bertahan menerapkan penjagaan area (zone defense), namun terjadi kelebihan jumlah penyerang (overload) di sisi sayap kiri karena perpindahan bola yang sangat cepat.
  4. Evaluasi kelebihan, kelemahan, serta efektivitas strategi gerak bertahan pada masing-masing skenario untuk menggagalkan serangan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Skenario A, evaluasilah mengapa strategi gerak man-to-man mengalami kegagalan saat lawan melakukan pergerakan silang, dan bagaimana penilaianmu terhadap efektivitas penyesuaian posisi gerak pemain bertahan?

2. Berdasarkan Skenario B, evaluasilah efektivitas keputusan gerak pemain dalam strategi zone marking saat menghadapi overload di area sayap. Apa indikator keberhasilan yang belum tercapai?

Tuliskan hasil telaah evaluasi pada lembar uraian berformat: (1) Evaluasi Skenario A [Analisis Titik Lemah & Penilaian Penyesuaian Gerak]; (2) Evaluasi Skenario B [Penilaian Efektivitas Pergeseran & Indikator Capaian yang Belum Terpenuhi].

Kegiatan 2: Simulasi Lapangan dan Evaluasi Pelaksanaan Strategi Gerak Bertahan

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Bola (sepak bola/futsal/basket)
  • Rompi pembeda (bibs)
  • Cone/kerucut pembatas area
  • Peluit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan simulasi situasi bertahan mini (misal 3 lawan 3 atau 4 lawan 4) di lapangan dengan dua putaran:
  2. Putaran 1: Menguji strategi gerak bertahan menjaga lawan secara ketat.
  3. Putaran 2: Menguji strategi gerak bertahan menutup ruang/area (zonal compact).
  4. Salah satu anggota tim bertindak sebagai pengamat (evaluator) menggunakan format tabel evaluasi untuk mencatat keberhasilan capaian gerak bertahan (misalnya: intercept bola, menutup jalur operan, membatasi ruang tembak).

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel evaluasi efektivitas strategi gerak bertahan berikut berdasarkan hasil amatan langsung selama simulasi:

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan data simulasi pada tabel, strategi gerak bertahan manakah yang memiliki tingkat keberhasilan tertinggi dalam mematahkan alur serangan? Berikan alasan evaluatif berdasarkan data simulasi lapanganmu!

Isi tabel 4 kolom: [Strategi Gerak Bertahan | Capaian Keberhasilan Gerak | Kendala/Kelemahan Taktis | Skor Efektivitas (1-5)], diikuti paragraf kesimpulan evaluasi efektivitas gerak.

Kegiatan 3: Rekomendasi Evaluatif Penyempurnaan Gerak Taktis Bertahan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama kelompok hasil simulasi dan evaluasi pada Kegiatan 2.
  2. Rumuskan rekomendasi penyesuaian strategi gerak bertahan agar tingkat keberhasilan pertahanan meningkat saat menghadapi situasi serangan serupa di masa mendatang.
  3. Presentasikan secara ringkas temuan evaluasi kelompokmu di depan kelas.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kelemahan taktis bertahan yang ditemukan saat simulasi, rumuskan rekomendasi perbaikan gerak taktis spesifik yang harus dilakukan oleh pemain bertahan untuk meningkatkan persentase keberhasilan menjaga area dan lawan!

Tuliskan rekomendasi evaluatif berupa poin-poin perbaikan gerak spesifik (minimal mencakup posisi tubuh/footwork, jarak kerapatan antarpemain, dan keputusan gerak antisipasi).

REFLEKSI

1. Bagaimana kemampuanmu dalam menilai dan membaca posisi lawan saat bertahan memengaruhi keputusan gerak yang kamu ambil di lapangan?

2. Kesulitan terbesar apa yang kamu hadapi saat mengevaluasi efektivitas strategi bertahan kelompokmu, dan bagaimana cara kamu mengatasinya?

3. Perubahan gerak bertahan apa yang paling nyata akan kamu terapkan pada pertandingan atau permainan berikutnya setelah melakukan evaluasi hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.