LKPDPertemuan 1Bab 6Fase ESemester 2

LKPD PJOK Kelas 10: Mengevaluasi Risiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup Kurang Gerak dan Penentuan Tindakan Pencegahan melalui Aktivitas Jasmani

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 10 dengan topik "Mengevaluasi Risiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup Kurang Gerak dan Penentuan Tindakan Pencegahan melalui Aktivitas Jasmani".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 10: Mengevaluasi Risiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup Kurang Gerak dan Penentuan Tindakan Pencegahan melalui Aktivitas Jasmani

PJOK - Kelas 10

Bab 6 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Mengevaluasi Risiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup Kurang Gerak dan Penentuan Tindakan Pencegahan melalui Aktivitas Jasmani

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMengevaluasi Risiko Kesehatan Akibat Gaya Hidup Kurang Gerak dan Penentuan Tindakan Pencegahan melalui Aktivitas Jasmani
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan data profil gaya hidup dengan saksama sebelum menjawab pertanyaan.
  • Bekerjalah secara mandiri pada kegiatan telaah kasus, lalu diskusikan temuanmu bersama teman kelompok pada kegiatan perumusan tindakan pencegahan.
  • Gunakan logika evaluatif untuk mengaitkan kebiasaan kurang gerak (sedenter) dengan potensi penyakit tidak menular (PTM) serta peranan aktivitas jasmani sebagai langkah pencegahannya.
  • Tuliskan jawaban langsung pada format tabel dan ruang uraian yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Evaluasi Risiko Kesehatan dari Profil Kebiasaan Sedenter

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa
  • Alat tulis (pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus profil harian seorang remaja bernama Danu (16 tahun) berikut: Danu duduk di depan komputer/gawai rata-rata 9-10 jam per hari (sekolah, bermain game, media sosial), menggunakan transportasi motor bahkan untuk jarak dekat (<500 meter), tidak pernah berolahraga teratur dalam seminggu, sering merasa cepat lelah, serta mengalami kenaikan berat badan signifikan dalam 6 bulan terakhir.
  2. Evaluasilah risiko kesehatan apa saja yang mengancam Danu akibat kebiasaan kurang gerak tersebut.
  3. Tuliskan hasil evaluasi risikonya ke dalam tabel analisis dampak kesehatan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan profil Danu, evaluasilah minimal 3 risiko kesehatan (fisik maupun fisiologis/penyakit tidak menular) jangka pendek dan jangka panjang yang dapat dialami Danu akibat gaya hidup kurang gerak, sertakan alasan keterkaitannya!

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa seseorang yang berstatus 'tidak sakit' tetapi menerapkan gaya hidup sedenter (kurang gerak) tetap dapat dievaluasi memiliki profil risiko kesehatan yang tinggi?

Tabel 3 kolom: [Risiko Kesehatan], [Kategori Waktu (Jangka Pendek/Panjang)], [Evaluasi Alasan Keterkaitan dengan Gaya Hidup Kurang Gerak], dilanjutkan dengan ruang uraian 4-5 baris untuk pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 2: Mengevaluasi Efektivitas Aktivitas Jasmani sebagai Tindakan Pencegahan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa
  • Buku Catatan/Panduan PJOK Kelas 10

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama kelompok (3-4 orang) mengenai berbagai bentuk aktivitas jasmani yang dapat digunakan untuk mencegah risiko kesehatan akibat perilaku sedenter.
  2. Telaah dua rancangan tindakan pencegahan: (A) Tindakan pencegahan incidental/rutinitas harian (misal: aktif bergerak di sela belajar, memilih jalan kaki), dan (B) Program aktivitas jasmani terstruktur mingguan (olahraga aerobik dan latihan kekuatan sederhana).
  3. Lakukan penilaian kritis terhadap bagaimana masing-masing aktivitas jasmani tersebut memitigasi risiko kesehatan yang telah diidentifikasi pada Kegiatan 1.

Pertanyaan:

1. Evaluasilah bagaimana aktivitas jasmani aerobik berintensitas sedang (seperti jogging, jalan cepat, atau bersepeda selama 30 menit, 3-5 kali seminggu) dapat mencegah risiko penyakit kardiovaskular dan sindrom metabolik!

2. Bandingkan dan evaluasi efektivitas antara 'hanya mengurangi waktu duduk' dengan 'mengurangi waktu duduk disertai pelaksanaan aktivitas jasmani terstruktur' dalam mencegah risiko kesehatan akibat gaya hidup kurang gerak. Manakah tindakan pencegahan yang paling optimal dan apa alasannya?

Ruang uraian terstruktur masing-masing 5-6 baris kalimat analisis evaluatif.

Kegiatan 3: Penyusunan dan Evaluasi Rencana Tindakan Jasmani Personal

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan evaluasi terhadap rutinitas harian dirimu sendiri terkait tingkat aktivitas gerak harian.
  2. Rumuskan 1 matriks tindakan pencegahan konkret melalui aktivitas jasmani untuk 1 minggu ke depan guna mengatasi titik lemah gaya hidup kurang gerakmu.
  3. Ujilah (evaluasi) apakah rencana tindakan jasmani yang kamu susun sudah realistis, terukur, dan mampu menurunkan risiko kesehatan pribadi.
  4. Setelah menyelesaikan tugas, lakukan refleksi diri bersama guru untuk menutup sesi pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Lengkapi matriks tindakan pencegahan aktivitas jasmani mingguan pribadimu (meliputi: hari/waktu, jenis aktivitas jasmani, durasi/intensitas, dan target risiko kesehatan yang dicegah)!

Ruang tabel jawaban

2. Evaluasilah kelayakan rencana tindakan jasmani yang kamu buat: Apa indikator keberhasilan bahwa rencana tersebut benar-benar mampu mencegah risiko kesehatan akibat kurang gerak pada dirimu?

Format tabel rencana 4 kolom: [Hari/Waktu] - [Jenis Aktivitas Jasmani] - [Durasi & Intensitas] - [Risiko Kesehatan yang Dicegah], serta kolom evaluasi kelayakan 4-5 baris di bawah tabel.

REFLEKSI

1. Setelah mengevaluasi profil gaya hidup sedenter dan dampaknya hari ini, bagaimana kamu menilai tingkat keaktifan fisikmu sendiri dalam keseharian?

2. Aktivitas jasmani pencegahan apa yang paling mendesak untuk segera kamu biasakan secara konsisten mulai hari ini, dan apa alasannya?

3. Tantangan apa yang paling sering membuatmu enggan bergerak aktif, dan bagaimana tindakan jasmani konkretmu untuk mengatasinya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.