LKPDPertemuan 3Bab 5Fase ESemester 2

LKPD PJOK Kelas 10: Mengevaluasi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Aktivitas Jasmani Individu pada Aspek Motivasi dan Sportivitas Mandiri

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan PJOK kelas 10 dengan topik "Mengevaluasi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Aktivitas Jasmani Individu pada Aspek Motivasi dan Sportivitas Mandiri".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 10: Mengevaluasi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Aktivitas Jasmani Individu pada Aspek Motivasi dan Sportivitas Mandiri

PJOK - Kelas 10

Bab 5 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Mengevaluasi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Aktivitas Jasmani Individu pada Aspek Motivasi dan Sportivitas Mandiri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMengevaluasi Pengaruh Perilaku Etis terhadap Capaian Aktivitas Jasmani Individu pada Aspek Motivasi dan Sportivitas Mandiri
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap pengantar kasus dan instruksi kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjalah secara mandiri atau bersama rekan kelompok sesuai arahan pada setiap aktivitas.
  • Gunakan kemampuan bernalar kritis untuk mengevaluasi dampak tindakan etis maupun tidak etis terhadap capaian aktivitas jasmani individu.
  • Tuliskan hasil evaluasi dan refleksi kalian secara langsung pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Evaluasi Komparatif: Tindakan Etis vs Tidak Etis terhadap Capaian Jasmani

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati dua skenario aktivitas jasmani individu berikut: Skenario A (Atlet lari mandiri yang selalu mencatat waktu tempuh secara jujur tanpa memotong lintasan latihan) dan Skenario B (Seorang murid yang memanipulasi repetisi push-up dan melanggar rute demi terlihat berprestasi cepat).
  2. Evaluasilah pengaruh perilaku etis dari Skenario A dan perilaku tidak etis dari Skenario B terhadap capaian aktivitas jasmani individu yang bersangkutan.
  3. Isilah tabel perbandingan evaluasi berdasarkan aspek pengaruhnya.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Skenario A dan Skenario B, lakukan evaluasi mengenai pengaruh perilaku masing-masing terhadap capaian kebugaran fisik riil, motivasi latihan jangka panjang, serta kepuasan personal individu.

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom dan 4 baris: Kolom 1 (Aspek Pengaruh), Kolom 2 (Evaluasi Skenario A: Perilaku Etis/Jujur), Kolom 3 (Evaluasi Skenario B: Perilaku Tidak Etis/Manipulatif). Baris 1: Capaian Kebugaran Fisik Riil; Baris 2: Motivasi Latihan Jangka Panjang; Baris 3: Kepuasan Personal Individu.

Kegiatan 2: Studi Kasus Kritis: Menilai Dampak Sportivitas Mandiri terhadap Perkembangan Individu

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi studi kasus: 'Rian mengikuti program latihan lari 12 menit mandiri. Di menit ke-8, ketika tubuhnya sangat lelah dan tidak ada guru/teman yang mengawasi, ia tergoda untuk berhenti dan mencatat jarak lebih jauh dari fakta. Namun, Rian memilih tetap berlari sesuai batas kemampuannya secara sportif dan mengakui bahwa ia hanya mencapai jarak 1.800 meter.'
  2. Diskusikan bersama rekan sebangkumu untuk mengevaluasi keputusan etis Rian.
  3. Jawablah pertanyaan evaluasi analitis berikut pada lembar jawaban.

Pertanyaan:

1. Evaluasilah bagaimana keputusan Rian menjunjung sportivitas mandiri memengaruhi akurasi evaluasi diri dan capaian target kebugaran jasmaninya pada sesi latihan berikutnya!

2. Jika Rian memilih berbuat curang pada saat itu, evaluasilah dampak psikologis perilaku tidak etis tersebut terhadap motivasi intrinsik dan efikasi dirinya dalam aktivitas jasmani!

Area uraian terstruktur: Ruang nomor 1 untuk analisis akurasi capaian latihan jasmani (minimal 3 kalimat elaborasi), Ruang nomor 2 untuk evaluasi dampak psikologis/motivasi individu (minimal 3 kalimat elaborasi).

Kegiatan 3: Penilaian Matriks Solutif: Menimbang Nilai Etis dalam Kinerja Jasmani Mandiri

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tinjau kembali aktivitas jasmani mandiri yang biasa kamu lakukan (misalnya jogging, latihan kekuatan di rumah, atau senam).
  2. Identifikasi 1 bentuk perilaku etis (seperti: disiplin waktu istirahat antar-set, tidak memotong rute, mengakui kesalahan teknik) dan 1 bentuk godaan perilaku tidak etis yang sering muncul.
  3. Lakukan penilaian evaluatif mendalam mengenai sejauh mana perilaku etis tersebut secara langsung menentukan keberhasilan capaian jasmani pribadimu.

Pertanyaan:

1. Sajikan evaluasi personalmu dalam bentuk matriks keputusan: Uraikan bentuk perilaku etis yang dipilih, konsekuensi langsungnya terhadap perkembangan fisik tubuhmu, serta bagaimana sportivitas mandiri tersebut membentuk konsistensi capaian jasmanimu!

Format isian terstruktur: Form Matriks Evaluasi Diri (Bagian A: Identifikasi Tindakan Etis Latihan; Bagian B: Evaluasi Pengaruh terhadap Kapasitas Fisik; Bagian C: Evaluasi Dampak terhadap Konsistensi Mental Jasmani).

REFLEKSI

1. Setelah mengevaluasi berbagai skenario hari ini, seberapa besar menurutmu kejujuran terhadap diri sendiri memengaruhi peningkatan kapasitas jasmanimu yang sesungguhnya?

2. Ketika merasa sangat lelah saat berolahraga mandiri, strategi berpikir etis apa yang akan kamu terapkan agar tetap menjaga sportivitas tanpa mencederai diri?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.