LKPDPertemuan 4Bab 3Fase ESemester 1

LKPD PJOK Kelas 10: Memilih Tingkat Kesulitan Keterampilan Taktis dan Asesmen Sumatif Bab 3

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 10 dengan topik "Memilih Tingkat Kesulitan Keterampilan Taktis dan Asesmen Sumatif Bab 3". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 10: Memilih Tingkat Kesulitan Keterampilan Taktis dan Asesmen Sumatif Bab 3

PJOK - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Memilih Tingkat Kesulitan Keterampilan Taktis dan Asesmen Sumatif Bab 3

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMemilih Tingkat Kesulitan Keterampilan Taktis dan Asesmen Sumatif Bab 3
Alokasi Waktu90 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengembangkan berbagai keterampilan gerak untuk mencapai keberhasilan dengan memilih tingkat kesulitan yang sesuai secara mandiri, didorong motivasi intrinsik, melalui aktivitas permainan bulu tangkis 2 lawan 1 dengan variasi tingkat tantangan.
  2. Murid mampu menunjukkan penguasaan keseluruhan keterampilan taktis — meliputi membaca permainan, mengembangkan kesadaran taktis, memilih strategi yang sesuai, dan meningkatkan level kesulitan — dalam asesmen sumatif berupa permainan modifikasi yang dinilai secara holistik.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum melakukan aktivitas.
  • Siapkan alat tulis dan raket bulu tangkis sebelum memulai.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara jujur dan bersungguh-sungguh; tidak ada jawaban salah dalam refleksi diri.
  • Diskusikan hasilmu dengan teman satu kelompok secara sportif dan saling mendukung.
  • Pastikan melakukan pemanasan sebelum aktivitas fisik dimulai.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Tantangan Pilihanku: Menentukan Level Kesulitan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Raket bulu tangkis (3 buah per kelompok)
  • Shuttlecock (minimal 5 buah)
  • Lapangan bulu tangkis atau area yang ditandai garis
  • Lembar kerja dan alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Guru menyediakan tiga level permainan bulu tangkis 2 lawan 1: Level 1 (setengah lapangan, pukulan bebas), Level 2 (setengah lapangan, hanya boleh smash dan drop shot), Level 3 (lapangan penuh, semua jenis pukulan, rally point hingga 21).
  2. Baca deskripsi ketiga level pada tabel di bawah, lalu pilih satu level yang menurutmu sesuai dengan kemampuanmu saat ini DAN yang menantangmu untuk berkembang.
  3. Tuliskan alasan mengapa kamu memilih level tersebut pada kolom yang disediakan.
  4. Setelah memilih, lakukan permainan 2 lawan 1 pada level pilihanmu selama 10 menit.
  5. Setelah bermain, isi kolom evaluasi diri tentang pengalamanmu di level tersebut.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel berikut dengan memberi tanda centang pada level yang kamu pilih beserta alasannya:

LevelDeskripsiPilihan (✓)Alasan Memilih
1Setengah lapangan, pukulan bebas2Setengah lapangan, smash & drop shot saja
3Lapangan penuh, semua pukulan, rally point 21

2. Apa yang memotivasi kamu dari dalam diri (motivasi intrinsik) untuk memilih level tersebut? Jelaskan minimal 3 kalimat.

3. Setelah bermain, evaluasilah pengalamanmu. Beri skor 1-5 pada aspek berikut:

  1. Tingkat tantangan yang dirasakan,
  2. Kepuasan terhadap performa,
  3. Keinginan untuk naik ke level lebih tinggi. Jelaskan skor yang kamu berikan.

Tulis jawaban pada tabel 4 kolom (Level, Deskripsi, Pilihan, Alasan) dan uraian di bawahnya masing-masing minimal 3 kalimat.

Kegiatan 2: Membaca Permainan dan Menyusun Strategi Taktis

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Raket bulu tangkis
  • Shuttlecock
  • Lembar pengamatan dan alat tulis
  • Pensil warna atau spidol untuk sketsa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok berisi 3 orang (2 pemain tim vs 1 pemain tunggal).
  2. Mainkan permainan bulu tangkis 2 lawan 1 selama 10 menit. Satu orang yang tidak bermain bertugas sebagai pengamat dan mencatat pola permainan.
  3. Setelah selesai, rotasi peran sehingga setiap orang pernah menjadi pengamat.
  4. Pengamat mencatat: (a) area lapangan yang sering diserang, (b) jenis pukulan yang paling efektif, (c) kelemahan yang terlihat dari pemain tunggal maupun tim.
  5. Diskusikan temuan pengamat bersama kelompok dan susun strategi perbaikan.

Pertanyaan:

1. Sebagai pengamat, gambarlah sketsa lapangan bulu tangkis dan tandai dengan panah area yang paling sering diserang oleh masing-masing pihak (tim dan pemain tunggal). Beri keterangan jenis pukulan yang digunakan.

Ruang gambar

2. Berdasarkan hasil pengamatan, isilah tabel analisis taktis berikut:

AspekTim (2 pemain)Pemain Tunggal
Kekuatan utamaKelemahan utamaPukulan paling efektif
Strategi yang disarankan

3. Diskusikan dalam kelompok: Jika kalian adalah pelatih pemain tunggal, strategi taktis apa yang akan kalian sarankan agar bisa mengalahkan tim 2 orang? Tuliskan minimal 3 strategi beserta alasannya.

Gambar sketsa lapangan di kotak yang disediakan (10x15 cm), isi tabel 4 baris x 3 kolom, dan tulis hasil diskusi dalam bentuk poin bernomor minimal 3 strategi.

Kegiatan 3: Asesmen Sumatif: Permainan Modifikasi Holistik

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Raket bulu tangkis
  • Shuttlecock
  • Lapangan bulu tangkis
  • Lembar asesmen diri dan penilaian sejawat
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini merupakan asesmen sumatif Bab 3. Tunjukkan seluruh keterampilan taktis yang telah kamu pelajari.
  2. Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok berisi 3 orang. Mainkan permainan bulu tangkis 2 lawan 1 modifikasi: pemenang ditentukan oleh rally point hingga 15.
  3. Selama bermain, kamu dinilai secara holistik pada empat aspek: (a) membaca permainan, (b) kesadaran taktis, (c) memilih strategi yang sesuai, (d) meningkatkan level kesulitan.
  4. Setelah permainan selesai, isi lembar asesmen diri di bawah ini dengan jujur.
  5. Teman satu kelompok juga memberikan penilaian sejawat terhadap performamu.

Pertanyaan:

1. Isi lembar asesmen diri berikut dengan skor 1 (belum terlihat), 3 (kadang terlihat), 5 (konsisten terlihat):

Aspek Keterampilan TaktisSkor (1/3/5)Bukti/Contoh Saat Bermain
Membaca permainan (mengantisipasi arah shuttlecock)Kesadaran taktis (memahami posisi diri & lawan)Memilih strategi yang sesuai situasi
Meningkatkan level kesulitan secara mandiri

2. Berikan penilaian sejawat untuk satu teman kelompokmu. Tuliskan: (a) satu hal yang sudah sangat baik dari permainannya, (b) satu saran konstruktif untuk perbaikan, (c) satu strategi taktis yang paling menonjol darinya.

3. Setelah seluruh rangkaian Bab 3, tuliskan rencana pengembangan dirimu ke depan: level kesulitan apa yang ingin kamu capai di pertemuan berikutnya dan langkah konkret apa yang akan kamu lakukan untuk mencapainya?

Isi tabel asesmen diri 4 baris x 3 kolom, tulis penilaian sejawat minimal 3 kalimat, dan rencana pengembangan minimal 4 kalimat.

REFLEKSI

1. Apa yang paling membuatmu bersemangat (motivasi intrinsik) selama mengikuti rangkaian aktivitas hari ini? Mengapa hal itu bisa mendorongmu untuk terus berkembang?

2. Bandingkan kemampuan taktismu di awal Bab 3 dengan sekarang. Perubahan apa yang paling kamu rasakan dalam cara membaca permainan dan mengambil keputusan?

3. Dalam kehidupan sehari-hari di luar olahraga, kapan kamu pernah memilih tantangan yang lebih sulit untuk mengembangkan diri? Apa kesamaannya dengan pengalaman di lapangan hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.