LKPDPertemuan 1Bab 2Fase ESemester 1

LKPD PJOK Kelas 10: Pengenalan Empat Konsep Gerak: Kesadaran Tubuh dan Kesadaran Ruang

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 10 dengan topik "Pengenalan Empat Konsep Gerak: Kesadaran Tubuh dan Kesadaran Ruang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 10: Pengenalan Empat Konsep Gerak: Kesadaran Tubuh dan Kesadaran Ruang

PJOK - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pengenalan Empat Konsep Gerak: Kesadaran Tubuh dan Kesadaran Ruang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPengenalan Empat Konsep Gerak: Kesadaran Tubuh dan Kesadaran Ruang
Alokasi Waktu90 Menit
Tipe AktivitasCampuran (Observasi Gerak, Praktik Terarah, Permainan Analitis, dan Refleksi)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengidentifikasi dan menjelaskan konsep kesadaran tubuh (body awareness) dengan menghubungkan pengalaman gerak pribadi pada situasi aktivitas fisik yang diberikan.
  2. Murid mampu mengidentifikasi dan menjelaskan konsep kesadaran ruang (spatial awareness) dengan menghubungkan pengalaman gerak pribadi pada situasi aktivitas fisik yang diberikan.

PETUNJUK UMUM

  • Siapkan ruang gerak yang cukup aman (luas lapangan atau area bebas hambatan).
  • Gunakan pakaian olahraga yang nyaman untuk bergerak.
  • Sediakan alat tulis, buku catatan, dan lembar kerja ini.
  • Bekerjalah dengan semangat, jaga keselamatan diri dan teman, serta hargai setiap pendapat yang muncul dalam diskusi.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Tubuhku, Gerakku – Menjelajahi Kesadaran Tubuh (Body Awareness)

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Tidak ada (cukup ruang gerak dan alat tulis)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan pemanasan ringan secara mandiri selama 3 menit: gerakan kepala, lengan, badan, dan kaki.
  2. Buatlah kelompok kecil (3–4 orang) dan berdirilah di area yang cukup luas.
  3. Secara bergiliran, setiap anggota kelompok melakukan tiga gerakan dasar berikut: (a) berjalan cepat sambil membawa benda imajiner di atas kepala, (b) melompat ke depan dengan satu kaki, (c) melempar bola imajiner ke arah sasaran setinggi dada.
  4. Saat temanmu melakukan gerakan, amati dengan saksama bagian-bagian tubuh yang ia gerakkan dan tanyakan langsung apa yang ia rasakan pada bagian tubuhnya.
  5. Setelah semua anggota tampil, duduklah bersama dan diskusikan temuan kalian.
  6. Isilah tabel pengamatan dan jawab pertanyaan uraian di bawah ini berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel berikut dengan hasil pengamatan terhadap gerakan yang dilakukan temanmu.

Ruang tabel jawaban

2. Pilih satu gerakan yang paling kamu rasakan pengaruhnya pada tubuh. Jelaskan bagaimana kesadaran terhadap bagian tubuh yang kamu gerakkan membantumu melakukan gerakan itu dengan lebih baik.

3. Mengapa kesadaran tubuh (body awareness) penting dalam aktivitas olahraga? Berikan dua alasan disertai contoh nyata di lapangan.

Tabel dapat diisi langsung di lembar ini atau di buku catatan dengan format: Nama Gerakan | Bagian Tubuh | Fungsi | Contoh Olahraga. Untuk uraian, tulis jawabanmu dalam paragraf singkat di bawah tabel.

Kegiatan 2: Ruang di Sekitarku – Menyelami Kesadaran Ruang (Spatial Awareness)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Cones atau penanda area (bisa diganti kapur/tali)
  • Kertas HVS dan pensil untuk menggambar rute

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan area yang sudah ditandai dengan cones/pembatas (misal persegi 6x6 meter) atau gunakan garis lapangan yang ada.
  2. Lakukan kegiatan secara individu: mulailah dengan berjalan bebas di dalam area. Dengarkan instruksi guru atau sinyal dari ketua kelompok secara bergantian:
  3. a. ‘Maju’ – berjalan lurus ke depan.
  4. b. ‘Mundur’ – berjalan mundur dengan hati-hati.
  5. c. ‘Samping kanan/kiri’ – bergerak menyamping.
  6. d. ‘Level rendah’ – bergerak dengan posisi jongkok/merunduk.
  7. e. ‘Level tinggi’ – bergerak dengan jinjit atau mengangkat tangan setinggi mungkin.
  8. f. ‘Zig-zag’ – bergerak membentuk lintasan zig-zag tanpa menyentuh teman.
  9. g. ‘Stop’ – berhenti di tempat dengan seimbang.
  10. Setelah sesi gerak, gambarkan di kertas rute pergerakanmu dari atas, lalu beri label arah, level, dan pola jalur yang kamu lewati.
  11. Diskusikan dengan teman sebelahmu: apa yang terjadi jika kamu tidak menyadari ruang di sekitarmu?
  12. Jawablah pertanyaan di bawah ini berdasarkan pengalamanmu.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut dengan jenis kesadaran ruang yang kamu alami tadi dan contoh penerapannya dalam olahraga.

Ruang tabel jawaban

2. Saat melakukan instruksi ‘zig-zag’ dalam area terbatas, apa yang harus kamu perhatikan agar tidak bertabrakan dengan teman? Hubungkan dengan konsep kesadaran ruang.

3. Jika kamu seorang pemain bola basket yang sedang dijaga ketat, bagaimana pemahaman tentang kesadaran ruang membantumu melepaskan diri dari penjagaan? Jelaskan dengan menyebut minimal dua aspek kesadaran ruang.

Tabel dapat disalin ke buku catatan. Untuk uraian, tulis jawaban dalam bentuk paragraf pendek. Sertakan diagram sederhana rute pergerakanmu pada lembar terpisah jika diminta.

Kegiatan 3: Ayo Bergerak Cerdas – Menggabungkan Body & Spatial Awareness dalam Permainan

Estimasi: 30 menit (10 menit permainan + 20 menit penyusunan laporan & diskusi)

Alat & Bahan:

  • Bola (voli, plastik, atau bola kertas yang dilapisi lakban)
  • Pembatas area (cones, kardus, atau garis)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bersama kelompok yang sama, siapkan sebuah bola (bola voli/plastik/kertas).
  2. Tentukan area permainan persegi sekitar 8x8 meter dengan pembatas jelas.
  3. Lakukan permainan ‘Lempar Tangkap Beregu’ dengan aturan: setiap kelompok harus melakukan 10 kali operan berturut-turut tanpa bola jatuh, sambil terus bergerak di dalam area; tidak boleh berhenti lebih dari 2 detik; tidak boleh bertabrakan dengan pemain lain.
  4. Sebelum mulai, diskusikan sejenak strategi gerak: bagaimana memanfaatkan ruang, posisi tubuh saat melempar dan menangkap, serta kesadaran terhadap anggota tubuh yang digunakan.
  5. Setelah permainan, duduklah dan lakukan diskusi kelompok berdasarkan pengalaman: identifikasi momen-momen di mana kesadaran tubuh dan kesadaran ruang sangat berperan.
  6. Buatlah laporan singkat kelompok yang berisi poin-poin di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Dalam laporan, tuliskan minimal 3 momen yang menunjukkan penggunaan kesadaran tubuh (body awareness) dan 3 momen yang menunjukkan kesadaran ruang (spatial awareness) selama permainan. Tulis dalam tabel terpisah atau poin-poin.

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan pengalamanmu, buatlah daftar 3 tips untuk meningkatkan kesadaran tubuh dan 3 tips untuk meningkatkan kesadaran ruang yang dapat diterapkan dalam latihan olahraga apa pun.

Laporan kelompok ditulis dalam satu lembar kertas, mencakup tabel identifikasi momen body & spatial awareness, serta daftar tips. Setiap anggota kelompok wajib menuliskan setidaknya satu poin kontribusi pada laporan.

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu saat kamu benar-benar menyadari setiap gerakan tubuh dan ruang di sekitarmu? Adakah perbedaan rasa percaya diri atau kontrol gerakmu?

2. Di luar jam olahraga, dalam aktivitas sehari-hari (misalnya di koridor sekolah yang ramai, atau saat mengendarai sepeda ke sekolah), mengapa kesadaran ruang dan tubuh sangat penting?

3. Apa satu hal baru tentang ‘kesadaran gerak’ yang akan kamu terapkan mulai hari ini saat berolahraga atau bergerak?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.