LKPDPertemuan 4Bab 1Fase ESemester 1

LKPD PJOK Kelas 10: Menyempurnakan Keterampilan Gerak dengan Berlatih: Pengembangan Kreativitas dan Latihan Kontekstual

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 10 dengan topik "Menyempurnakan Keterampilan Gerak dengan Berlatih: Pengembangan Kreativitas dan Latihan Kontekstual". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD PJOK Kelas 10: Menyempurnakan Keterampilan Gerak dengan Berlatih: Pengembangan Kreativitas dan Latihan Kontekstual

PJOK - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

PJOK — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menyempurnakan Keterampilan Gerak dengan Berlatih: Pengembangan Kreativitas dan Latihan Kontekstual

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenyempurnakan Keterampilan Gerak dengan Berlatih: Pengembangan Kreativitas dan Latihan Kontekstual
Alokasi Waktu90 menit (3 kegiatan @ 30 menit)
Tipe Aktivitascampuran (pengamatan, perancangan, praktik, diskusi, refleksi)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengembangkan kreativitas dalam merancang latihan keterampilan gerak kontekstual yang disederhanakan dan dapat diterapkan dalam berbagai situasi permainan olahraga.
  2. Murid mampu menganalisis dampak penerapan latihan kontekstual terhadap kemajuan keterampilan gerak individu dan kelompok.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum memulai.
  • Bekerjalah dalam kelompok kecil (3–4 orang) sesuai arahan guru.
  • Siapkan alat tulis, lembar kerja ini, dan perlengkapan olahraga yang tersedia.
  • Utamakan komunikasi, kolaborasi, dan semangat bereksperimen tanpa takut salah.
  • Setiap anggota kelompok harus aktif mencoba, mencatat, dan berdiskusi.
  • Simpan hasil kerja sebagai portofolio pengembangan keterampilan gerakmu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengintip Gerak Kreatif dan Merancang Latihan Sederhana

Estimasi: 30 menit (5' pengamatan, 10' diskusi, 10' mengisi tabel, 5' presentasi singkat)

Alat & Bahan:

  • Perangkat pemutar video/laptop+proyektor
  • Klip pendek aksi kreatif atlet (opsi: cuplikan tendangan Modric, dribel Kyrie Irving, smash tumpuan tipuan bulutangkis)
  • Lembar tabel cetak atau buku catatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Amati tayangan video atau gambar yang disediakan guru tentang aksi kreatif atlet terkenal (misalnya tendangan melengkung kaki luar, dribel slalom basket, smash silang bulutangkis).
  2. 2. Dalam kelompok, diskusikan: Apa yang membuat gerakan itu kreatif? Bagaimana gerakan itu bisa lahir dari latihan?
  3. 3. Pilih satu cabang olahraga yang dikuasai atau diminati (boleh sepak bola, bola basket, bola voli, bulutangkis, dll.).
  4. 4. Rancanglah satu bentuk latihan kreatif untuk olahraga tersebut dengan ketentuan: a) melibatkan minimal 2 teknik dasar, b) disederhanakan agar bisa dilakukan di lingkungan sekolah (modifikasi alat, area, atau jumlah pemain), c) menantang pemain untuk berimprovisasi.
  5. 5. Deskripsikan rancanganmu pada tabel yang disediakan.
  6. 6. Presentasikan singkat di depan kelompok lain jika diminta.

Pertanyaan:

1. Dari video/gambar yang diamati, sebutkan dua contoh gerak kreatif dan jelaskan mengapa gerak tersebut dianggap kreatif!

2. Menurutmu, apa hubungan antara keberanian bereksperimen (mencoba-coba) saat latihan dengan munculnya keterampilan gerak kreatif? Jelaskan pendapatmu!

3. Isi tabel perancangan latihan kreatif berikut!

Ruang tabel jawaban

Untuk pertanyaan 1 dan 2: tulis di buku catatanmu. Untuk pertanyaan 3: salin dan lengkapi tabel dengan kolom: Nama Latihan, Olahraga, Alat/Bahan, Jumlah Pemain, Aturan Main (langkah-langkah), Unsur Kreativitas (apa yang membuat berbeda), Penyederhanaan yang Dilakukan.

Kegiatan 2: Bermain dan Menganalisis Latihan Kontekstual Sederhana

Estimasi: 30 menit (5' persiapan, 10' praktik, 10' diskusi+mengisi tabel, 5' modifikasi jika sempat)

Alat & Bahan:

  • Bola (sepak bola/basket/voli sesuai pilihan)
  • Kardus/cone/pembatas area
  • Rompi penanda kelompok
  • Peluit/stopwatch

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Pilih salah satu rancangan latihan dari Kegiatan 1 (bisa rancangan kelompokmu atau kelompok lain yang disepakati bersama guru).
  2. 2. Siapkan alat dan area sesuai rancangan. Lakukan pemanasan ringan.
  3. 3. Mainkan latihan tersebut selama 10 menit. Setiap anggota wajib berpartisipasi aktif.
  4. 4. Selama bermain, amati: (a) Apakah latihan terasa seperti situasi permainan sesungguhnya? (b) Kesulitan apa yang muncul? (c) Keterampilan gerak apa yang paling terasah?
  5. 5. Setelah selesai, diskusikan hasil pengamatan dalam kelompok dan jawab pertanyaan di bawah.
  6. 6. Jika memungkinkan, ulangi latihan dengan sedikit modifikasi aturan untuk mengatasi kendala yang ditemukan.

Pertanyaan:

1. Deskripsikan secara singkat latihan kontekstual yang kamu praktikkan (nama, tujuan, aturan singkat).

2. Apa saja penyederhanaan yang dibuat dan mengapa itu penting? Apakah penyederhanaan itu tetap menghadirkan konteks permainan nyata?

3. Berdasarkan pengalamanmu, isi tabel analisis dampak latihan ini. Kolom: (a) Nama keterampilan gerak yang diasah, (b) Tingkat kemajuan setelah latihan (pilih: sangat meningkat / meningkat / tetap), (c) Bukti/alasannya.

Ruang tabel jawaban

4. Bagaimana latihan ini bisa memengaruhi kerjasama tim? Berikan contoh spesifik dari aktivitas tadi.

Pertanyaan 1, 2, dan 4: tulis di buku catatan/laporan kelompok. Pertanyaan 3: buat tabel 3 kolom (Nama Keterampilan Gerak – Tingkat Kemajuan – Bukti/Alasan), diisi minimal 3 keterampilan.

Kegiatan 3: Simulasi Mini Game dan Evaluasi Dampak Keterampilan Gerak

Estimasi: 30 menit (10' permainan+observasi, 10' diskusi+mengisi evaluasi, 10' presentasi dan refleksi)

Alat & Bahan:

  • Peralatan olahraga sesuai mini game (bola, gawang mini, cone)
  • Lembar observasi sederhana (berisi ceklis dan catatan)
  • Kertas plano/spidol untuk presentasi diskusi
  • Stopwatch

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Gabungkan dua kelompok untuk membuat permainan kecil (mini game) yang mengadaptasi aturan dari latihan kontekstual sebelumnya.
  2. 2. Tentukan peran: sebagian menjadi pemain, sebagian lagi menjadi pengamat yang mencatat kejadian penting (gunakan lembar observasi sederhana).
  3. 3. Mainkan selama 8-10 menit. Pengamat mencatat: frekuensi penggunaan gerakan kreatif hasil latihan, keberhasilan operan/tembakan, dan momen kerjasama.
  4. 4. Setelah permainan, bertukar peran agar semua mengalami praktik dan observasi.
  5. 5. Kembali ke kelompok asal, diskusikan: Bagaimana dampak latihan kontekstual tadi terhadap permainan sesungguhnya? Apa yang berubah dibanding sebelum latihan?
  6. 6. Jawab pertanyaan evaluasi secara individu dan kelompok.
  7. 7. Tuliskan satu komitmen pribadi untuk menerapkan latihan kreatif-kontekstual secara mandiri di luar kelas.

Pertanyaan:

1. Isi tabel evaluasi diri pribadi: (a) Keterampilan gerak yang paling meningkat, (b) Sebelum latihan: level 1-5, (c) Setelah rangkaian latihan: level 1-5, (d) Contoh bukti saat mini game.

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi, apa dampak penerapan latihan kontekstual terhadap kemajuan keterampilan gerak kelompok? Sebutkan minimal 2 temuan.

3. Ceritakan satu momen terbaik (joyful moment) selama rangkaian kegiatan hari ini yang membuatmu bangga atau senang!

Pertanyaan 1: tabel evaluasi diri 4 kolom, isi mandiri. Pertanyaan 2: hasil diskusi ditulis di kertas plano/whiteboard singkat. Pertanyaan 3: tulis narasi 2-3 kalimat di buku.

REFLEKSI

1. 1. Dari seluruh kegiatan hari ini, apa hal baru yang kamu sadari tentang proses penguasaan keterampilan gerak?

2. 2. Bagaimana kamu bisa memanfaatkan prinsip latihan kreatif dan kontekstual ini untuk mengembangkan hobimu di olahraga atau aktivitas fisik lain di luar jam PJOK?

3. 3. Sikap apa yang ingin kamu pertajam (misal: keberanian bereksperimen, kerjasama, fair play) setelah mengalami sendiri bahwa keterampilan hebat lahir dari latihan yang penuh kegembiraan dan kesadaran?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.