LKPDPertemuan 2Bab 3Fase DSemester 1

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 9: Mempraktikkan Kemerdekaan Berpendapat secara Tertulis sebagai Warga Negara melalui Penyusunan Surat Aspirasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 9 dengan topik "Mempraktikkan Kemerdekaan Berpendapat secara Tertulis sebagai Warga Negara melalui Penyusunan Surat Aspirasi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 9: Mempraktikkan Kemerdekaan Berpendapat secara Tertulis sebagai Warga Negara melalui Penyusunan Surat Aspirasi

Pendidikan Pancasila - Kelas 9

Bab 3 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Mempraktikkan Kemerdekaan Berpendapat secara Tertulis sebagai Warga Negara melalui Penyusunan Surat Aspirasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMempraktikkan Kemerdekaan Berpendapat secara Tertulis sebagai Warga Negara melalui Penyusunan Surat Aspirasi
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mempraktikkan kemerdekaan berpendapat secara tertulis sebagai warga negara melalui penyusunan surat aspirasi pada era keterbukaan informasi

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi kerja secara cermat bersama teman atau secara mandiri.
  • Ingat bahwa kemerdekaan berpendapat secara tertulis di era keterbukaan informasi dilakukan dengan bertanggung jawab, beretika, dan bertujuan membangun kebaikan bersama.
  • Tuliskan hasil kerja pada format lembar kerja yang telah disediakan secara rapi dan jelas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Isu dan Merumuskan Aspirasi Tertulis

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati lingkungan sekitarmu (lingkungan sekolah atau fasilitas umum di sekitarmu).
  2. Pilihlah 1 (satu) permasalahan nyata yang memerlukan perbaikan demi kepentingan bersama.
  3. Lengkapi tabel pemetaan aspirasi tertulis dengan menyebutkan isu, pihak penerima aspirasi, usulan solusi nyata, dan alasan pentingnya usulan tersebut.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel pemetaan aspirasi tertulis berikut berdasarkan isu nyata di sekitarmu:

  1. Isu/Kondisi yang Diamati,
  2. Pihak Penerima Aspirasi (misal: Kepala Sekolah/Lembaga Terkait),
  3. Saran/Solusi Tertulis yang Diusulkan, dan
  4. Alasan Pentingnya Usulan Tersebut.
Ruang tabel jawaban

Format tabel 4 kolom:
| Isu/Kondisi yang Diamati | Pihak Penerima Aspirasi | Saran/Solusi yang Diusulkan | Alasan Pentingnya Usulan |
| --- | --- | --- | --- |
| [Tuliskan isu] | [Tuliskan sasaran surat] | [Tuliskan solusi nyata] | [Tuliskan alasan/argumen] |

Kegiatan 2: Mempraktikkan Penulisan Surat Aspirasi Warga Negara

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas naskah / lembar kerja
  • Pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan pemetaan pada Kegiatan 1, praktikkan kemerdekaan berpendapat secara tertulis dengan menyusun sebuah Surat Aspirasi utuh.
  2. Pastikan surat memuat unsur lengkap: (a) Tempat dan tanggal penulisan, (b) Pihak yang dituju dan salam pembuka, (c) Isi aspirasi (latar belakang masalah dan saran konkret perbaikan), serta (d) Salam penutup dan nama/tanda tangan pembuat aspirasi.
  3. Gunakan bahasa tertulis yang santun, jelas, dan bertanggung jawab sebagai wujud praktik berpendapat di era keterbukaan informasi.

Pertanyaan:

1. Tuliskan naskah Surat Aspirasi secara lengkap pada format surat yang telah disediakan sesuai rancangan pada Kegiatan 1!

Format Surat Aspirasi:
[Tempat, Tanggal Penulisan]

Yth. [Nama/Jabatan Pihak yang Dituju]
di Tempat

Dengan hormat,
[Paragraf Pembuka: Maksud penulisan surat]

[Paragraf Isi: Fakta kondisi/isu yang diangkat beserta saran perbaikan yang diusulkan]

[Paragraf Penutup: Harapan tindak lanjut dan ucapan terima kasih]

Hormat saya,
(Tanda Tangan)
[Nama Lengkap Murid]

Kegiatan 3: Penyelarasan dan Finalisasi Surat Aspirasi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah surat aspirasi hasil Kegiatan 2
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tukarkan naskah surat aspirasimu dengan teman sebangku/kelompok untuk saling membaca dan mencermati.
  2. Cermati apakah surat aspirasi temanmu telah memenuhi etika penyampaian pendapat secara tertulis dan memiliki kejelasan solusi.
  3. Tuliskan umpan balik konstruktif pada lembar pemeriksaan, lalu lakukan perbaikan akhir pada naskah surat masing-masing sehingga siap disampaikan (dimasukkan ke kotak saran sekolah atau dikirim via kanal resmi).

Pertanyaan:

1. Lengkapi lembar telaah surat aspirasi milik temanmu dengan menjawab 3 hal berikut:

  1. Apakah aspirasi dan solusi tertulis disampaikan dengan santun dan jelas? (Berikan bukti kalimatnya),
  2. Bagian kalimat apa yang paling kuat menyampaikan aspirasi?, dan
  3. Masukan perbaikan agar surat aspirasi tersebut lebih meyakinkan bagi pihak penerima.

Format Isian Telaah Rekan:
1. Kesantunan & kejelasan bahasa: [Tuliskan ulasan beserta kutipan kalimat bukti dari naskah teman]
2. Bagian aspirasi/solusi terkuat: [Tuliskan kalimat rekomendasi terkuat teman]
3. Catatan masukan perbaikan: [Tuliskan saran penyempurnaan kalimat/solusi]

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyusun surat aspirasi tertulis untuk menyampaikan pendapat demi perbaikan lingkungan sekitarmu?

2. Mengapa menyampaikan aspirasi secara tertulis harus tetap memperhatikan etika dan kesantunan bahasa di era keterbukaan informasi?

3. Langkah nyata apa yang akan kamu lakukan selanjutnya agar aspirasi yang telah kamu tulis benar-benar dapat didengar oleh pihak yang berwenang?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.