LKPDPertemuan 2Bab 3Fase DSemester 1

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 7: Menganalisis faktor internal sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 7 dengan topik "Menganalisis faktor internal sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 7: Menganalisis faktor internal sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar

Pendidikan Pancasila - Kelas 7

Bab 3 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menganalisis faktor internal sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenganalisis faktor internal sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis sebab terjadinya pelanggaran norma dan aturan di lingkungan sekitar

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat dan seksama.
  • Fokuskan analisis kalian pada sebab atau pendorong seseorang melanggar norma, terutama faktor dari dalam diri (internal).
  • Diskusikan bersama rekan kelompok secara aktif dan tertib saat sesi diskusi.
  • Tuliskan hasil telaah dan analisis pada format lembar jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Telaah Mandiri Kasus Pelanggaran Norma di Sekitar

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas VII
  • Alat tulis (bolpoin/kertas)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua narasi kasus pelanggaran norma di lingkungan sekolah dan masyarakat berikut.
  2. Kasus A: Reno terburu-buru masuk kelas karena takut terlambat. Di lorong, ia melihat botol air mineral bekas miliknya kosong. Karena malas mencari tempat sampah dan tidak mau repot menyimpannya di saku tas, Reno langsung melempar botol tersebut ke bawah pot tanaman hias sekolah.
  3. Kasus B: Dito menyadari bahwa mencoret meja kelas dengan spidol dan menaruh bungkus makanan di laci meja melanggar tata tertib ruang kelas. Namun, ia tetap melakukannya karena merasa tidak akan ada guru yang melihat dan beranggapan peraturan tersebut sepele.
  4. Jawablah pertanyaan analisis untuk mengidentifikasi norma yang dilanggar serta alasan internal di balik tindakan tersebut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Kasus A, apa norma/aturan yang dilanggar Reno dan analisislah apa faktor penyebab dari dalam diri Reno yang mendorongnya melakukan tindakan tersebut?

2. Berdasarkan Kasus B, analisislah faktor penyebab dari dalam diri Dito yang melatarbelakangi tindakannya mencoret meja dan membuang sampah di laci meja meskipun ia tahu ada aturan!

Tuliskan jawaban pada lembar kerja dalam bentuk paragraf uraian analitis: sebutkan aturan/norma yang dilanggar, kemudian jabarkan faktor internal pendorongnya (pengendalian diri atau tingkat kesadaran norma).

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Diskusi Kelompok - Pemetaan Matriks Sebab Pelanggaran Norma

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano atau lembar kerja kelompok
  • Spidol/bolpoin

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil beranggotakan 4-5 murid.
  2. Diskusikan 3 fenomena pelanggaran norma yang sering dijumpai di lingkungan sekitar (sekolah/masyarakat) sebagaimana tercantum dalam tabel.
  3. Lakukan analisis mendalam mengenai sebab internal utama (kurangnya pengendalian diri, kebiasaan buruk yang dibiarkan, rendahnya kesadaran norma/meremehkan aturan, atau dorongan keinginan pribadi).
  4. Lengkapi tabel matriks analisis sebab pelanggaran norma secara lengkap.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel analisis sebab pelanggaran norma berikut untuk 3 fenomena:

  1. Menyerobot antrean di kantin sekolah,
  2. Memanggil teman dengan julukan yang mengejek/merendahkan,
  3. Mencontek saat ulangan berlangsung!
Ruang tabel jawaban

Format tabel 4 kolom: Kolom 1 (Nomor), Kolom 2 (Bentuk Pelanggaran Norma), Kolom 3 (Norma/Aturan yang Dilanggar), Kolom 4 (Analisis Sebab Internal Pelanggaran).

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Presentasi, Verifikasi Analisis Sebab, dan Refleksi Penutup

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kegiatan 2
  • Papan tulis/lembar catatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis tabel matriks di depan kelas secara bergantian.
  2. Kelompok lain menanggapi ketepatan analisis hubungan antara tindakan pelanggaran dan faktor penyebab internalnya.
  3. Jawablah pertanyaan verifikasi komparasi untuk menyimpulkan akar penyebab pelanggaran norma.
  4. Lakukan refleksi diri di akhir pembelajaran bersama guru.

Pertanyaan:

1. Dari berbagai pelanggaran norma di lingkungan sekitar yang telah dianalisis, mengapa faktor internal berupa 'rendahnya pengendalian diri' dan 'meremehkan aturan' menjadi sebab utama yang paling sering memicu seseorang melanggar norma?

Uraian analitis kesimpulan 1-2 paragraf pada buku catatan/lembar kerja murid.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis sebab pelanggaran norma, dorongan internal apa yang paling sering muncul dalam dirimu yang berpotensi melanggar aturan (misalnya rasa malas, terburu-buru, atau ikut-ikutan)?

2. Mengapa mengenali sebab internal di dalam diri sendiri sangat penting agar kita tidak menjadi pelaku pelanggaran norma di sekolah maupun di masyarakat?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.