LKPDPertemuan 4Bab 7Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 6: Mengidentifikasi Bentuk Perilaku Gotong Royong Tanggap Bencana dan Fasilitas Sosial di Lingkungan Sekitar sebagai Wujud Bela Negara

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Mengidentifikasi Bentuk Perilaku Gotong Royong Tanggap Bencana dan Fasilitas Sosial di Lingkungan Sekitar sebagai Wujud Bela Negara".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 6: Mengidentifikasi Bentuk Perilaku Gotong Royong Tanggap Bencana dan Fasilitas Sosial di Lingkungan Sekitar sebagai Wujud Bela Negara

Pendidikan Pancasila - Kelas 6

Bab 7 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mengidentifikasi Bentuk Perilaku Gotong Royong Tanggap Bencana dan Fasilitas Sosial di Lingkungan Sekitar sebagai Wujud Bela Negara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMengidentifikasi Bentuk Perilaku Gotong Royong Tanggap Bencana dan Fasilitas Sosial di Lingkungan Sekitar sebagai Wujud Bela Negara
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

PETUNJUK UMUM

  • Tuliskan identitas nama dan kelompokmu pada lembar LKPD yang disediakan.
  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat dan saksama.
  • Diskusikan bersama teman sekelompokmu untuk menemukan bentuk perilaku gotong royong yang sesuai.
  • Gunakan waktu pengerjaan dengan tertib dan ajukan pertanyaan kepada guru jika ada langkah yang kurang dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Bentuk Gotong Royong Tanggap Bencana

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pena/pensil)
  • Teks narasi di lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi singkat tentang musibah banjir di Desa Sukamaju berikut ini.
  2. Narasi: 'Musim hujan lebat menyebabkan banjir di Desa Sukamaju. Warga dari berbagai suku dan latar belakang berkumpul di posko desa. Pak RT dan para pemuda menyiapkan dapur umum serta mendistribusikan selimut dan makanan tanpa membeda-bedakan asal warga. Sementara itu, ibu-ibu membantu membersihkan pos pengungsian bersama-sama agar anak-anak dan lansia merasa aman dan bersatu.'
  3. Identifikasi perilaku-perilaku gotong royong tanggap bencana yang ada dalam cerita tersebut.
  4. Tuliskan hasil identifikasimu pada tabel yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi Desa Sukamaju di atas, sebutkan 3 bentuk perilaku gotong royong tanggap bencana yang dilakukan warga untuk menjaga persatuan sebagai wujud bela negara!

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 kolom: Kolom 1 'Nomor' (1-3), Kolom 2 'Bentuk Gotong Royong Tanggap Bencana Berdasarkan Teks'.

Kegiatan 2: Memilah Perilaku Gotong Royong Pemeliharaan Fasilitas Sosial

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pena/pensil)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati daftar 6 pernyataan aktivitas warga di lingkungan sekitar berikut: (A) Warga bersama-sama mengecat dan memperbaiki jembatan penyeberangan kampung yang rusak, (B) Menonton pertandingan sepak bola di balai warga sambil meninggalkan sampah sembarangan, (C) Bersama-sama membersihkan dan menata taman baca umum agar nyaman dipakai seluruh anak, (D) Menolak ikut kerja bakti membersihkan puskesmas pembantu karena merasa jarang berobat ke sana, (E) Merapikan dan membersihkan saluran air bersama di depan pos kamling agar tidak tersumbat, (F) Mencoret-coret dinding halte bus lingkungan.
  2. Identifikasi mana pernyataan yang menunjukkan perilaku gotong royong menjaga fasilitas sosial sebagai wujud bela negara dan mana yang bukan.
  3. Kelompokkan huruf pernyataan tersebut ke dalam kolom yang sesuai pada format ruang jawaban.

Pertanyaan:

1. Identifikasi dan pilahlah seluruh 6 pernyataan (A sampai F) ke dalam dua kategori: Gotong Royong Fasilitas Sosial atau Bukan Gotong Royong!

2. Dari pernyataan yang tergolong gotong royong (A, C, E), jelaskan secara ringkas bagaimana tindakan tersebut menunjukkan wujud bela negara dalam menjaga persatuan lingkungan sekitar!

Format isian dua kolom: Kolom 'Bentuk Gotong Royong' dan Kolom 'Bukan Gotong Royong', diikuti 3 baris kosong bergaris untuk penjelasan singkat.

Kegiatan 3: Mengidentifikasi Gotong Royong di Lingkungan Sekitarku dan Refleksi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali atau diskusikan bersama kelompok mengenai lingkungan sekitar tempat tinggal atau sekolahmu.
  2. Identifikasi 2 contoh nyata perilaku gotong royong: 1 contoh dalam situasi darurat/bencana dan 1 contoh dalam merawat fasilitas sosial lingkungan.
  3. Selesaikan kegiatan dengan menjawab butir refleksi penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Identifikasi 1 contoh perilaku gotong royong tanggap bencana dan 1 contoh perilaku gotong royong merawat fasilitas sosial yang pernah kamu lihat atau jumpai di lingkungan sekitarmu!

Dua kotak isian terpisah: Kotak 1 bertuliskan 'Contoh Gotong Royong Tanggap Bencana' dan Kotak 2 bertuliskan 'Contoh Gotong Royong Merawat Fasilitas Sosial'.

REFLEKSI

1. Perilaku gotong royong apa yang paling mudah kamu kenali dan jumpai di lingkungan sekitar rumahmu?

2. Mengapa menjaga kerukunan saat bergotong royong membantu orang lain menjadi bukti rasa cinta tanah air (bela negara)?

3. Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang pentingnya persatuan warga saat menghadapi bencana atau mengelola sarana umum?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.