LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 6: Pemerintahan Daerah Provinsi: Gubernur, Pilkada, dan Otonomi Daerah
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Pemerintahan Daerah Provinsi: Gubernur, Pilkada, dan Otonomi Daerah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 6: Pemerintahan Daerah Provinsi: Gubernur, Pilkada, dan Otonomi Daerah
Pendidikan Pancasila - Kelas 6
Bab 6 - Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C) Topik: Pemerintahan Daerah Provinsi: Gubernur, Pilkada, dan Otonomi Daerah INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Mengenal Struktur Pemerintahan ProvinsiEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Siapa pemimpin tertinggi di pemerintahan daerah provinsi? Sebutkan jabatan dan tugasnya! 2. Lengkapi tabel berikut tentang susunan pemerintahan provinsi! Ruang tabel jawaban 3. Siapa nama gubernur yang saat ini memimpin provinsimu? Sejak kapan beliau menjabat? 4. Mengapa struktur pemerintahan provinsi penting bagi daerahmu? Jelaskan pendapatmu! Jawaban nomor 1, 3, dan 4 ditulis dalam bentuk uraian minimal 3 kalimat. Jawaban nomor 2 ditulis dalam bentuk tabel dengan 3 kolom (Jabatan, Tugas Utama, Dipilih oleh) dan 3 baris (Gubernur, Wakil Gubernur, DPRD Provinsi). Kegiatan 2: Memahami Pilkada: Cara Memilih Pemimpin DaerahEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Apa yang dimaksud dengan pilkada? Jelaskan dengan bahasamu sendiri! 2. Siapa saja yang berhak memilih dalam pilkada gubernur? Sebutkan syarat-syaratnya! 3. Buatlah diagram alur sederhana yang menunjukkan tahapan pilkada gubernur, mulai dari pendaftaran calon hingga pelantikan! Ruang gambar 4. Berapa lama masa jabatan gubernur? Apa yang terjadi setelah masa jabatan selesai? 5. Diskusi kelompok: Menurutmu, mengapa penting bagi rakyat untuk memilih sendiri pemimpin daerahnya? Tuliskan hasil diskusi kelompokmu! Jawaban nomor 1 dan 5 ditulis dalam bentuk uraian minimal 4 kalimat. Jawaban nomor 2 dan 4 ditulis dalam bentuk poin-poin singkat. Jawaban nomor 3 digambar dalam bentuk diagram alur dengan panah menunjukkan urutan tahapan (boleh menggunakan kotak atau lingkaran untuk setiap tahap). Kegiatan 3: Menggali Konsep Otonomi Daerah ProvinsiEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Apa yang dimaksud dengan otonomi daerah? Jelaskan dengan contoh sederhana! 2. Lengkapi tabel berikut tentang pembagian urusan antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi! Ruang tabel jawaban 3. Sebutkan 3 contoh program atau kebijakan yang dilakukan pemerintah provinsimu berdasarkan otonomi daerah! 4. Mengapa pemerintah provinsi tidak boleh mengurus pertahanan dan keamanan negara? Jelaskan alasannya! 5. Menurutmu, apa manfaat otonomi daerah bagi provinsimu? Sebutkan minimal 3 manfaat! Jawaban nomor 1, 4, dan 5 ditulis dalam bentuk uraian minimal 3-4 kalimat. Jawaban nomor 2 ditulis dalam bentuk tabel dengan 2 kolom (Urusan Pemerintah Pusat dan Urusan Pemerintah Provinsi), masing-masing minimal 5 contoh urusan. Jawaban nomor 3 ditulis dalam bentuk poin-poin (numbering 1, 2, 3). REFLEKSI1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang pemerintahan provinsi? 2. Bagaimana menurutmu peran seorang gubernur dalam memajukan provinsi? Apakah kamu ingin menjadi gubernur suatu hari nanti? Mengapa? 3. Setelah belajar tentang otonomi daerah, apa yang bisa kamu lakukan sebagai pelajar untuk membantu pembangunan provinsimu? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.