LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 6: Peluang dan Tantangan Keberagaman Budaya dan Agama dalam Kehidupan Sehari-hari
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Peluang dan Tantangan Keberagaman Budaya dan Agama dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 6: Peluang dan Tantangan Keberagaman Budaya dan Agama dalam Kehidupan Sehari-hari
Pendidikan Pancasila - Kelas 6
Bab 5 - Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C) Topik: Peluang dan Tantangan Keberagaman Budaya dan Agama dalam Kehidupan Sehari-hari INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Jelajah Peluang: Harta Karun dari KeberagamanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut dengan mengidentifikasi peluang positif dari keberagaman budaya dan agama di tiga lingkungan berbeda. Berikan contoh konkret dari pengalamanmu! Ruang tabel jawaban 2. Dari ketiga lingkungan tersebut, peluang mana yang paling berkesan bagimu? Mengapa? 3. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kita tidak memanfaatkan peluang positif dari keberagaman? Tabel dengan 3 kolom (Lingkungan | Peluang Positif | Contoh Konkret) dan 3 baris (Keluarga, Sekolah, Masyarakat). Untuk pertanyaan uraian, sediakan 5-7 baris kosong. Kegiatan 2: Detektif Tantangan: Mengidentifikasi Potensi KesalahpahamanEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Skenario 1: Rani tidak mau makan di rumah temannya yang berbeda agama karena takut makanannya tidak halal. Temannya merasa tersinggung. Analisis: Apa tantangannya? Mengapa bisa terjadi kesalahpahaman? Bagaimana mengatasinya? 2. Skenario 2: Saat upacara adat Jawa di sekolah, Budi yang dari Papua merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Ia merasa tidak dilibatkan. Analisis: Apa tantangannya? Mengapa bisa terjadi kesalahpahaman? Bagaimana mengatasinya? 3. Skenario 3: Keluarga Doni merayakan hari raya dengan musik keras. Tetangga yang berbeda agama merasa terganggu karena sedang istirahat. Analisis: Apa tantangannya? Mengapa bisa terjadi kesalahpahaman? Bagaimana mengatasinya? 4. Ceritakan pengalamanmu sendiri: Pernahkah kamu mengalami atau menyaksikan potensi kesalahpahaman akibat perbedaan budaya/agama? Apa yang terjadi dan bagaimana diselesaikan? Untuk setiap skenario sediakan kotak berisi 3 bagian: Tantangan (3 baris), Penyebab kesalahpahaman (3 baris), Cara mengatasi (4 baris). Untuk pertanyaan 4, sediakan 8-10 baris kosong. Kegiatan 3: Aksi Nyata: Poster Toleransi untuk LingkungankuEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Buatlah sketsa poster toleransimu di kotak yang tersedia. Tuliskan juga penjelasan singkat tentang: (a) Untuk lingkungan mana poster ini? (b) Apa pesan utama yang ingin kamu sampaikan? (c) Mengapa pesan ini penting? Ruang gambar 2. Sebutkan 3 sikap toleran konkret yang bisa dipraktikkan di lingkungan yang kamu pilih! 3. Bagaimana kamu akan menyebarkan pesan toleransi ini kepada orang lain di sekitarmu? Kotak gambar ukuran 15×20 cm untuk sketsa poster. Di bawahnya sediakan 3 baris untuk penjelasan (a), (b), (c). Untuk pertanyaan 2, sediakan 3 baris bernomor. Untuk pertanyaan 3, sediakan 5 baris kosong. REFLEKSI1. Apa hal paling berharga yang kamu pelajari hari ini tentang keberagaman budaya dan agama? 2. Tantangan apa yang menurutmu paling sulit diatasi dalam menjaga keberagaman? Mengapa? 3. Sikap toleran apa yang akan kamu mulai praktikkan mulai hari ini di rumah atau sekolah? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.