LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 6: Menghubungkan Sila-Sila dalam Pancasila sebagai Kesatuan Utuh melalui Analisis Teks Bacaan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Menghubungkan Sila-Sila dalam Pancasila sebagai Kesatuan Utuh melalui Analisis Teks Bacaan".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 6: Menghubungkan Sila-Sila dalam Pancasila sebagai Kesatuan Utuh melalui Analisis Teks Bacaan
Pendidikan Pancasila - Kelas 6
Bab 1 Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C) Topik: Menghubungkan Sila-Sila dalam Pancasila sebagai Kesatuan Utuh melalui Analisis Teks Bacaan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menemukan Keterhubungan Sila dalam Peristiwa NyataEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan teks bacaan, lengkapi tabel berikut untuk menghubungkan tindakan warga dengan sila Pancasila yang saling berkaitan: (a) Memimpin doa bersama dengan ikhlas berhubungan dengan Sila ke-...; (b) Menjaga kerukunan seluruh warga berhubungan dengan Sila ke-...; (c) Musyawarah mufakat tanpa memaksakan kehendak berhubungan dengan Sila ke-...; (d) Menyalurkan bantuan secara adil merata berhubungan dengan Sila ke-... Ruang tabel jawaban 2. Bagaimana tindakan musyawarah (Sila ke-4) pada teks tersebut terhubung langsung dengan tujuan mewujudkan keadilan sosial (Sila ke-5)? Jelaskan hubungan kedua sila tersebut berdasarkan isi teks. Tabel 3 kolom: [No, Tindakan dalam Teks, Keterkaitan Sila Pancasila (Nomor & Bunyi Sila)] diikuti kolom uraian penjelasan hubungan antarsila. Kegiatan 2: Menghubungkan Sila-Sila sebagai Kesatuan Tak TerpisahkanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Mengapa pelaksanaan musyawarah mufakat (Sila ke-4) harus dilandasi oleh semangat persatuan (Sila ke-3) dan sikap saling menghargai antarsesama manusia (Sila ke-2)? Apa yang terjadi pada keutuhan sila jika musyawarah dilakukan dengan memaksakan kehendak dan memecah belah? 2. Hubungkanlah Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa) dengan Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab). Bagaimana keyakinan terhadap Tuhan menuntun manusia untuk memperlakukan orang lain secara adil dan beradab sebagai satu kesatuan? Lembar uraian analisis keterhubungan sila berbentuk bagan panah keterkaitan: Sila A -> Hubungan Penghubung -> Sila B, disertai penjelasan tertulis. Kegiatan 3: Memetakan Rantai Kesatuan Utuh Sila PancasilaEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi bagan 'Rantai Sila Utuh' dalam peristiwa kerja bakti sekolah: Tuliskan bukti keterhubungan antarsila mulai dari: Sila 1 (landasan niat/doa) terhubung ke Sila 2 (tolong-menolong antarteman), terhubung ke Sila 3 (kebersamaan dan persatuan murid), terhubung ke Sila 4 (pembagian tugas kerja secara musyawarah), hingga terhubung ke Sila 5 (menikmati lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman secara adil bersama). Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan bagan rantai di atas, buatlah satu kesimpulan singkat: Mengapa sila-sila dalam Pancasila disebut sebagai suatu kesatuan yang utuh dan bulat? Bagan rantai 5 kotak berurutan yang saling tersambung tanda panah keterkaitan antarsila, diakhiri 1 kolom kesimpulan keterpaduan sila. REFLEKSI1. Apa arti penting memahami bahwa sila-sila Pancasila saling terhubung dan tidak dapat dipisah-pisahkan? 2. Saat kamu bermusyawarah di kelas, sila mana saja yang langsung saling terhubung untuk membuat musyawarah berjalan baik? 3. Bagian mana dari kegiatan menghubungkan sila hari ini yang paling membantumu memahami Pancasila sebagai satu kesatuan utuh? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.