LKPDPertemuan 3Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 5: Mengidentifikasi Bentuk Norma Kesopanan dan Norma Hukum sebagai Warga Negara

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 5 dengan topik "Mengidentifikasi Bentuk Norma Kesopanan dan Norma Hukum sebagai Warga Negara".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 5: Mengidentifikasi Bentuk Norma Kesopanan dan Norma Hukum sebagai Warga Negara

Pendidikan Pancasila - Kelas 5

Bab 2 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengidentifikasi Bentuk Norma Kesopanan dan Norma Hukum sebagai Warga Negara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengidentifikasi Bentuk Norma Kesopanan dan Norma Hukum sebagai Warga Negara
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi bentuk-bentuk norma dalam kedudukannya sebagai warga negara

PETUNJUK UMUM

  • Tuliskan nama lengkap dan nomor presensi pada bagian atas lembar kerja.
  • Bacalah setiap ilustrasi perilaku dan petunjuk langkah demi langkah dengan saksama.
  • Bekerjalah secara mandiri pada kegiatan awal, lalu diskusikan temuanmu bersama teman kelompok pada kegiatan kedua.
  • Gunakan format tabel dan kolom yang telah disediakan untuk menuliskan jawabanmu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Norma: Mengidentifikasi Perilaku Norma Kesopanan dan Norma Hukum

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pulpen/pensil)
  • Teks pernyataan perilaku pada LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati 6 pernyataan perilaku warga negara berikut ini: (1) Menyeberang jalan raya melalui zebra cross, (2) Mengucapkan salam atau permisi saat bertamu ke rumah tetangga, (3) Memakai helm berstandar SNI saat mengendarai sepeda motor, (4) Menggunakan bahasa yang santun saat berbicara dengan orang yang lebih tua, (5) Memiliki dan membawa SIM saat mengemudikan kendaraan bermotor, (6) Memberikan tempat duduk di angkutan umum kepada ibu hamil atau lansia.
  2. Identifikasi masing-masing perilaku tersebut: apakah termasuk bentuk norma kesopanan atau norma hukum.
  3. Tuliskan hasil identifikasimu ke dalam tabel yang disediakan beserta ciri penandanya (apakah bersumber dari tata krama pergaulan atau aturan resmi negara).

Pertanyaan:

1. Berdasarkan 6 pernyataan di atas, kelompokkan perilaku mana saja yang merupakan bentuk norma kesopanan dan jelaskan ciri penandanya!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan 6 pernyataan di atas, kelompokkan perilaku mana saja yang merupakan bentuk norma hukum dan jelaskan ciri penandanya!

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Bentuk Norma: Norma Kesopanan / Norma Hukum), Kolom 2 (Nomor dan Rincian Perilaku), Kolom 3 (Ciri Penanda Norma).

Kegiatan 2: Analisis Situasi: Mengidentifikasi Bentuk Pelanggaran Norma di Ruang Publik

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kasus pada LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil bersama 3-4 orang temanmu.
  2. Bacalah dua studi kasus singkat tentang kehidupan warga negara di lingkungan masyarakat berikut: Kasus A: 'Dodi menyela antrean tiket bus tanpa meminta izin dan mengejek orang yang menegurnya.' Kasus B: 'Pengendara motor melajukan kendaraannya di atas trotoar pejalan kaki dan melawan arus lalu lintas.'
  3. Diskusikan dan identifikasi bentuk norma yang dilanggar pada masing-masing kasus (Norma Kesopanan atau Norma Hukum).
  4. Identifikasi pula bentuk sanksi yang diterima oleh pelaku pada masing-masing norma tersebut dalam kedudukannya sebagai warga negara.

Pertanyaan:

1. Identifikasilah bentuk norma apa yang dilanggar pada Kasus A dan bagaimana bentuk akibat/sanksi pergaulan yang diterima pelaku!

2. Identifikasilah bentuk norma apa yang dilanggar pada Kasus B dan bagaimana bentuk sanksi resmi yang diterima pelaku sebagai warga negara!

Format isian terstruktur 2 bagian: Bagian A (Identifikasi Kasus A: Nama Norma yang Dilanggar & Bentuk Sanksi), Bagian B (Identifikasi Kasus B: Nama Norma yang Dilanggar & Bentuk Sanksi).

Kegiatan 3: Matriks Pemilah Cepat: Mengidentifikasi Norma dalam Peran Warga Negara

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara mandiri, cermati 4 situasi tindakan warga negara berikut: (A) Membayar pajak tepat waktu, (B) Mengetuk pintu dan mengucapkan salam sebelum masuk ke ruang balai warga, (C) Tidak merusak fasilitas umum taman kota karena terikat UU, (D) Menghargai pembicara dengan tidak memotong pembicaraan saat musyawarah RT.
  2. Pasangkan dan identifikasi setiap tindakan ke dalam kolom kategori bentuk norma yang tepat: Norma Kesopanan atau Norma Hukum.
  3. Selesaikan pengerjaan, lalu lanjutkan menjawab pertanyaan refleksi dan mendengarkan penguatan penutup dari guru.

Pertanyaan:

1. Isilah matriks berikut dengan menuliskan huruf tindakan (A, B, C, atau D) beserta bentuk normanya yang tepat!

2. Berdasarkan seluruh kegiatan hari ini, rumuskan perbedaan utama dalam mengidentifikasi norma kesopanan dan norma hukum sebagai warga negara!

Matriks 2 baris (Norma Kesopanan, Norma Hukum) diikuti kotak teks 3 baris untuk uraian kesimpulan perbedaan.

REFLEKSI

1. Manakah dari norma kesopanan atau norma hukum yang paling sering kamu jumpai di lingkungan sekitarmu sebagai warga negara?

2. Bagaimana caramu mengenali dengan cepat jika suatu perbuatan di tempat umum tergolong pelanggaran norma hukum?

3. Apa hal yang paling membantumu memahami perbedaan kedua bentuk norma tersebut selama kegiatan tadi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.