LKPDPertemuan 8Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 5: Menerapkan Sikap Gotong Royong dan Tolong-Menolong Para Perumus Pancasila di Lingkungan Masyarakat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 5 dengan topik "Menerapkan Sikap Gotong Royong dan Tolong-Menolong Para Perumus Pancasila di Lingkungan Masyarakat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 5: Menerapkan Sikap Gotong Royong dan Tolong-Menolong Para Perumus Pancasila di Lingkungan Masyarakat

Pendidikan Pancasila - Kelas 5

Bab 1 Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menerapkan Sikap Gotong Royong dan Tolong-Menolong Para Perumus Pancasila di Lingkungan Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenerapkan Sikap Gotong Royong dan Tolong-Menolong Para Perumus Pancasila di Lingkungan Masyarakat
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan sikap para perumus Pancasila di lingkungan masyarakat

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum mengerjakan LKPD ini.
  • Bacalah setiap instruksi dan situasi masalah dengan saksama.
  • Kerjakan secara aktif, cermat, dan saling bertukar ide dengan teman kelompokmu.
  • Tuliskan tindakan nyata yang dapat kamu lakukan untuk menerapkan sikap para perumus Pancasila di lingkungan masyarakat.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Sikap Teladan Perumus Pancasila dalam Kehidupan Bertetangga

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 3 cuplikan peristiwa yang sering terjadi di lingkungan masyarakat rukun warga (RW) berikut:
  2. Peristiwa A: Selokan di gang warga tersumbat sampah menjelang musim hujan dan halaman balai RW kotor berserakan.
  3. Peristiwa B: Keluarga Pak Rahmat terkena musibah pohon tumbang yang merusak sebagian atap rumahnya.
  4. Peristiwa C: Pos ronda warga rusak dan cat dindingnya mengelupas, padahal pos ronda dibutuhkan untuk menjaga keamanan bersama.
  5. Tentukan sikap keteladanan perumus Pancasila (gotong royong atau tolong-menolong) yang paling tepat diterapkan pada setiap peristiwa.
  6. Tuliskan wujud penerapan sikap tersebut ke dalam tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel berikut dengan menentukan sikap perumus Pancasila yang relevan dan tuliskan 1 tindakan penerapan nyata yang dapat dilakukan anak usia kelas 5 di lingkungan masyarakat untuk masing-masing Peristiwa A, B, dan C!

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 kolom: [Peristiwa (A/B/C) | Masalah di Lingkungan | Sikap Perumus Pancasila (Gotong Royong/Tolong-Menolong) | Tindakan Penerapan Nyata Anak]

Kegiatan 2: Aksi Tanggap: Menerapkan Sikap Perumus Pancasila dalam Studi Kasus Nyata

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil bersama 3-4 orang teman sekelasmu.
  2. Diskusikan skenario kasus warga berikut:
  3. Skenario: 'Hari Minggu pagi, warga RT 03 berencana merapikan taman bermain anak dan memperbaiki jalan setapak yang berlubang. Di saat yang sama, seorang nenek lansia yang hidup sebatang kara di ujung gang membutuhkan bantuan memindahkan barang-barang dapur karena air selokan meluap ke teras rumahnya.'
  4. Terapkan nilai keteladanan perumus Pancasila (gotong royong dan tolong-menolong) dengan merumuskan langkah pembagian peran tindakan nyata yang bisa dilakukan oleh kelompok anak kelas 5.

Pertanyaan:

1. Bagaimanakah kelompokmu menerapkan sikap gotong royong warga dalam kegiatan kerja bakti taman dan jalan setapak? Sebutkan 2 tindakan konkret yang dapat dilakukan murid!

2. Bagaimanakah kelompokmu menerapkan sikap tolong-menolong para perumus Pancasila terhadap nenek lansia yang terkena luapan air? Sebutkan 2 tindakan konkret yang dapat dilakukan murid!

Kolom uraian bergaris untuk Jawaban Nomor 1 (dua butir tindakan gotong royong) dan Nomor 2 (dua butir tindakan tolong-menolong).

Kegiatan 3: Pohon Aksi: Kartu Janji Penerapan di Lingkungan RT/RW

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Alat tulis/pensil warna untuk menghias kartu

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah salah satu kegiatan sosial di lingkungan masyarakat tempat tinggalmu sendiri (misalnya: kerja bakti warga, membantu tetangga hajatan/musibah, ronda malam bersama orang tua, atau membersihkan tempat ibadah).
  2. Tuliskan sebuah rancangan 'Kartu Janji Penerapan' yang berisi tindakan konkret yang akan kamu terapkan dalam 1 minggu ke depan sebagai wujud meneladani para perumus Pancasila.
  3. Kerjakan bagian refleksi dan penutup bersama gurumu di 5 menit terakhir.

Pertanyaan:

1. Tuliskan rancangan penerapan sikap perumus Pancasila di lingkungan tempat tinggalmu dengan melengkapi komponen: (a) Nama kegiatan warga, (b) Sikap perumus yang diteladani, (c) 2 tindakan nyata yang akan kamu lakukan, dan (d) Manfaat tindakanmu bagi warga sekitar!

Format Kartu Janji Penerapan dalam bingkai segi empat: [Nama Kegiatan Warga] | [Sikap Diteladani] | [Daftar Tindakan Nyataku (Poin 1 dan 2)] | [Manfaat bagi Warga Sekitar]

REFLEKSI

1. Sikap perumus Pancasila apa yang paling mudah kamu terapkan saat berinteraksi dengan tetangga di sekitar rumahmu?

2. Apa tantangan yang kamu hadapi saat ingin menerapkan sikap tolong-menolong di lingkungan masyarakat, dan bagaimana kamu mengatasinya?

3. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil merencanakan tindakan gotong royong untuk membantu warga di sekitarmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.