LKPDPertemuan 6Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 5: Meneladani Sikap Menghargai Perbedaan Pendapat dan Musyawarah Para Perumus Pancasila dalam Keseharian

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 5 dengan topik "Meneladani Sikap Menghargai Perbedaan Pendapat dan Musyawarah Para Perumus Pancasila dalam Keseharian".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 5: Meneladani Sikap Menghargai Perbedaan Pendapat dan Musyawarah Para Perumus Pancasila dalam Keseharian

Pendidikan Pancasila - Kelas 5

Bab 1 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Meneladani Sikap Menghargai Perbedaan Pendapat dan Musyawarah Para Perumus Pancasila dalam Keseharian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMeneladani Sikap Menghargai Perbedaan Pendapat dan Musyawarah Para Perumus Pancasila dalam Keseharian
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Meneladani sikap para perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat dan teliti.
  • Bekerjasamalah dengan saling menghargai saat berdiskusi bersama teman sekelompok.
  • Gunakan bahasa yang santun dalam menuliskan jawaban pada lembar yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Sikap Teladan Perumus Pancasila

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas 5
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan peristiwa perumusan Pancasila berikut: 'Ketika merumuskan dasar negara, para tokoh bangsa seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, dan Mohammad Yamin memiliki usulan dan pandangan yang berbeda. Namun, mereka tetap saling mendengarkan tanpa memotong pembicaraan, bermusyawarah untuk mufakat, dan mendahulukan persatuan bangsa di atas kepentingan pribadi/golongan.'
  2. Amati 3 cuplikan sikap tokoh perumus Pancasila yang disajikan pada butir pertanyaan.
  3. Pasangkan atau jelaskan sikap teladan yang ditunjukkan oleh tokoh tersebut ke dalam kolom yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Ir. Soekarno dan tokoh-tokoh lainnya mendengarkan usulan dasar negara dari anggota BPUPKI dengan tenang dan tidak mencela pandangan orang lain. Sikap teladan apakah yang ditunjukkan para perumus Pancasila tersebut?

2. Para pendiri bangsa berdiskusi panjang demi mencari titik temu bersama, bukan memaksakan kehendak sendiri hingga tercapai kesepakatan dasar negara. Sikap teladan apakah yang tercermin dari tindakan tersebut?

3. Para perumus Pancasila dengan lapang dada menerima perubahan kalimat pada Piagam Jakarta demi keutuhan bangsa Indonesia. Sikap teladan apa yang dapat kita petik dari peristiwa tersebut?

Tersedia baris isian singkat (1-2 baris) di bawah setiap butir pertanyaan untuk menuliskan sikap teladan yang dimaksud.

Kegiatan 2: Menghubungkan Sikap Teladan Perumus Pancasila ke Keseharian

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel
  • Pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil bersama 3-4 orang temanmu.
  2. Diskusikan bagaimana cara kalian meneladani sikap para perumus Pancasila (menghargai perbedaan pendapat, bermusyawarah, dan berjiwa besar) saat menghadapi situasi sehari-hari di rumah atau di sekolah.
  3. Lengkapilah tabel tindakan nyata meneladani perumus Pancasila berdasarkan situasi yang disajikan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel tindakan meneladani sikap para perumus Pancasila berikut:

  • Situasi A: Teman sekelas memiliki usulan tempat tujuan studi wisata yang berbeda dengan usulanmu.
  • Situasi B: Kelompokmu sedang menentukan pembagian tugas piket membersihkan ruang kelas.
  • Situasi C: Dalam musyawarah pemilihan ketua kelas, calon pilihanmu tidak terpilih karena suara terbanyak memilih teman lain.

Tuliskan sikap teladan perumus Pancasila dan tindakan nyata yang harus kamu lakukan untuk masing-masing situasi!

Ruang tabel jawaban

Format tabel 4 kolom:
1. Kolom 1: Situasi (Situasi A, Situasi B, Situasi C)
2. Kolom 2: Nilai Keteladanan Perumus Pancasila
3. Kolom 3: Tindakan Nyata yang Akan Dilakukan di Sekolah/Rumah

Kegiatan 3: Komitmenku Meneladani Perumus Pancasila

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Pensil warna/spidol (opsional untuk menghias bingkai)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah salah satu sikap luhur perumus Pancasila yang paling ingin kamu terapkan minggu ini (misalnya: mendengarkan pendapat teman tanpa memotong, bermusyawarah saat kerja kelompok, atau menerima keputusan bersama dengan lapang dada).
  2. Tuliskan ikrar atau komitmen pribadi sederhana tentang bagaimana kamu meneladani sikap tersebut dalam kegiatan belajarmu hari ini dan hari esok.
  3. Kerjakan secara mandiri dengan penuh kesadaran dan kejujuran.
  4. Setelah selesai menulis komitmen, lanjutkan dengan menjawab pertanyaan refleksi dan mendengarkan penguatan dari guru.

Pertanyaan:

1. Tuliskan rencana tindakan nyata: 'Sikap teladan perumus Pancasila yang saya pilih adalah ..., dan saya akan menerapkannya saat ... dengan cara ...'

Kotak berbingkai 'Kartu Janji Tindakan Teladan' berukuran setengah halaman dengan baris penulisan komitmen dan tanda tangan murid.

REFLEKSI

1. Sikap teladan perumus Pancasila mana yang menurutmu paling mudah dan paling menantang untuk kamu lakukan saat bermain bersama teman?

2. Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu dihargai oleh teman sekelas saat berdiskusi?

3. Apa yang akan kamu lakukan jika ada teman yang masih memaksakan pendapatnya sendiri dalam kelompok?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.